an gerbang rumah mewah konglomerat
.." Ucap satpam yang masih belum kuketahui juga namanya
Aku langsung bergegas lari agar
n membuka pintu kayu dengan ornam
sudah mengenakan setelan blouse biru dengan rok setengah lututnya. Sementara Roger m
u bantu-b
lam kamar, gak usah keluar-
melintasi satu per satu anak tang
lakan nafas. Rasanya berhadapan dengan Airin sama seperti b
han dan memasukinya dengan target la
kring....
lfon maghrib g
keberadaan ponsel sekaligus sumber
.." Aku
ari meletakkan ponsel
dah di
kenapa?" Jaw
Boleh gak Claire? Udah lama ban
karena rasanya seolah mengkhianati Randi. Meskipu
obrolin
ang sudah jelas-jelas ia sen
olnya. Maaf banget nih..." Aku langsung mengambil alih pembicaraan. Aku tidak ingin obrolan ini melebar, sebab a
ang dua menit dari putusnya sambungan telepon, aku mend
cara apa sih i
rasa penasaranku adalah Randi. Aku langsung menghubungi Ra
ng, sudah
amu dimana?"
iapin dokumen untuk pemb
sama Ars
ya ke toilet dulu kat
ungi gue di depan s
pa sa
a? Acara di rumah kayakny
pulangnya. Soalnya kalo party gitu en
hinking sekarang. Sehingga ku biarkan ia men
dan pembisnis juga, nah seringkali mereka tuh n
arena sekarang udah punya
nikahan kita, sayang. Jadi ya aku menghi
a nanti pulangnya.." Aku
erjuang untukku..." Setelah menikah, satu hal ini yang baru aku s
yang sudah semakin tidak terkontrol. Entah gak tau apa yang sedang
ranku terus bergejolak tapi di satu sisi ingin melihat apa yang sebetulnya s
pai ketahuan Claire...." Tekadku
ampu khas diskotik tengah menyala, dengan iringan mus
ra arisan bias
ini tidak ada seorangpun naik, karena kata Airin m
ul saja, sudah ada empat lampu diskotik dengan 4 speaker yang besar untuk memeriahkan malam ini. Jelas juga dari pandanganku,
vent organizer, karena para pelayan yang berlalu lalang di ba
ara orang kaya menikmati dan
i. Mataku mencari sosok tuan rumah, Airin yang seharusnya men
u dan matanya tanpa sengaja bertatapan. Ia melihatku seolah target empuk yang sia
yaratkan agar aku segera per
ja...." tiba-tiba suara yang begitu dekat in
anak kecil laki-laki tengah menarik tanganku mengajakku un
an tante Airin bisa diomelin loh...." Anak laki-laki yang begitu manis ini mungkin masih berusia 6 tah
get, kepalanya jadi pusing. Nama kamu siapa?" Aku coba menjelaska
ael, keponakannya tante Airin. Kakak namanya
ku nam
... kr
n aku melirik nama yang menelf
..." Bisikku
h menungguku untuk me
ku Ris
/0/14642/coverbig.jpg?v=dd8960e577f76656cef327b496411a21&imageMogr2/format/webp)