icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
180 Hari Menuju Akad

180 Hari Menuju Akad

Penulis: Asda Tan
icon

Bab 1 Perjodohan

Jumlah Kata:1194    |    Dirilis Pada: 03/09/2023

ng ke rumah kita malam in

benakku, padahal ada setumpuk pekerjaan yang harus ku

engan sebuah kata yang mengingatkan agar aku tidak berkeliaran sepulang dari ka

saja lelaki yang beliau kenalkan kepadaku. Bahkan, mama tergolong lebih gencar mencarikan pasangan untukku dari pada diriku s

mpung dimana memang melihat seorang wanita yang belum menikah sebagai aib. Bagi mereka, usiaku adalah usia yang rentan mendapatkan ejekan dari lingkungan di se

jamin seorang wanita akan menikah di usia muda, karena terkadang ruti

an a

udukku, berjalan cepat meninggalkan segudang pekerjaan itu, keluar

nyatu bersama hembusan angin. Ya, setidaknya udara segar yang dihasilkan oleh tanaman

, Kani

k berpihak padaku. Ada saja hal-hal yang mengganggu ketenanganku, hingga mood ini menjadi tidak baik lagi. Na

ng disini? Nta

g itu membuatku menca

hingga membuatku ingin menghampirinya. Dialah lelaki yang sejak tiga tahun terakhir menjadi malaikatku. Lelaki terbaik yang sel

api dan gagah rupawan yang mempesona. Ia seorang pengusaha muda yang sedang merintis

begitu?" ucap Arya sembari mencubit hidu

buatku semakin ingin menangis sejadi-jadinya. Aku ingin mengadu dan mencurahkan semua beban yang tengah ku tangg

menjodohkan ku lagi," ucap

ti gagal la

dalam tangisku. Memang ini bukan kali pertama aku bercerita tentang perjodohan dengan Arya, h

ngan cengeng,

obilnya, namun aku tidak ingin kemana-mana sekang, k

u lembut sembari melepaskan

ejam lagi," ucap Arya s

ya ingin

biar ak

aku tidak ingin ia mengantarku karena aku tidak ingin mengajak lelaki yang bukan calo

. Bahkan, walaupun usianya terbilang lebih muda dariku, tapi kedewasaan s

tis, ia seperti magnet yang membuatku lengket dan bergantung kepadanya, bahkan

ng sendir

pat langkah dua kali lipat darinya, berlari ke parkiran dan langsung mengendarai sepeda motorku dengan kecepatan 60 km/jam. Ya, walaupun aku harus bolos beberapa

aukan, karena aku harus cepat sampai di r

elepon," uca

hingga dalam tiga puluh menit

enakan tidak menghalangi langkahku untuk terus melangkah, karena baju dinas yang ku kenakan terasa sangat gerah. Aku ingin segera mandi dan bersemedi di ka

Tok ...

engar olehku mama mengetuk pintu kamarku,

luruh tubuhku dengan selimut dan pura-pura memejamkan

n termasuk keluargaku, aku hanya ingin mengurung diri

an Nia

ng tuaku. Namun, ini adalah salah satu bentuk penolakan secara t

bisa keluar? Mama dan Papa ingin berbicara," uca

a yang tidak patuh kepada orang tua. Tapi keegoisan membuatku menjadi tinggi

awa bersamanya. Sementara aku, aku menjadi anak yang keras hati, ku palingkan tu

Ustadz Fahri adalah lelaki yang tepat untuk menjadi suamimu, bukan s

samb

g dibuku pertama aku di ba

a yang sering terjadi di masyarakat kita,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
180 Hari Menuju Akad
180 Hari Menuju Akad
“Kania Salsabila, gadis cantik berusia 27 tahun harus menerima kenyataan bahwa ia telah bertunangan dengan seorang ustadz tanpa persetujuan darinya. Kania tidak bisa menerima pertunanganan itu karena hatinya terpaut pada Aryaguna Wiratmaja, seorang sahabat yang menjadi malaikat dalam kehidupannya. Kedua orang tua Kania menginginkan ia menikah dengan lelaki yang baik agamanya bukan lelaki yang selalu memberinya harapan. Kania tidak bisa menolak keinginan orang tuanya, jadi ia meminta waktu 180 hari untuk dihabiskan bersama sahabatnya, hingga rasa nyaman itu membuat keduanya tidak ingin berpisah. Kepada siapakah pelabuhan cinta terakhir Kania akan berlabuh disaat hatinya sedang berkecamuk antara perjodohan dan persahabatan.”
1 Bab 1 Perjodohan 2 Bab 2 Perdebatan Hebat3 Bab 3 Tiba-Tiba Bertunangan4 Bab 4 Batin Menolak5 Bab 5 180 Hari Tersisa6 Bab 6 Apakah Kamu Ingin Mati 7 Bab 7 Rasa Yang Tidak Diakui8 Bab 8 Hidup Serasa Mati9 Bab 9 Tidak Berdaya10 Bab 10 Keraguan11 Bab 11 Lelaki Tidak Bernyali12 Bab 12 Rencana Kabur13 Bab 13 Hilang Arah14 Bab 14 Pergolakan Batin15 Bab 15 Menanyakan Isi Hati16 Bab 16 Memusuhi Orang Tua17 Bab 17 Memikirkan Arya18 Bab 18 Emosi Mendengar Nama Tunangan19 Bab 19 Ingin Jujur20 Bab 20 Harapan Mama21 Bab 21 Stres Berat22 Bab 22 Marah Besar23 Bab 23 Bekerja Bagai Kuda24 Bab 24 Jangan Keluar Rumah, Kania!25 Bab 25 Seperti Cinta Segitiga