icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

King Of King

Bab 4 Ulah si Dukun

Jumlah Kata:1008    |    Dirilis Pada: 24/07/2023

ku yakin sekali kalau kamu tidak gagal Permaisuriku.

erut, lalu ucapnya dengan ketus, "JIka gagal la

ang bisa membuat dirimu melahirkan

a menunjuk ke arah luar sam

mendorong tubuh si Permaisuri untuk masuk ke dalam lagi.

ral terus mengawasi dengan saksam

eras. Tetapi karena hari sudah malam dan tidak ada penjaga yang lewat serta para pelayan pun sudah

dan seperti orang ketakutan. Lambat laun makin

rlahan mendekati pintu kamar Elisabet. Ia bertanya-tanya terus dalam h

ngan-nya sambil bertanya dalam hati, 'Apa yan

menahan rasa sakit yang sangat. Tampak kembali darah segera keluar di antara kedua pahanya. Kali ini terlihat sangat banyak. Pad

ri. Lalu ia hendak menggigitnya. Tetapi di cegah oleh Elisabet sambil berkata pelan, "Ra...

n buah beracun. Karena ia sudah lama berperang di tengah hutan jadi tahu apa saja yang bisa menawarkan

sehingga ketika ia keluar tak l

mendengarkan suaraku, tapi sayangnya tidak bisa. Coba dengarkan dengan baik-baik. Aku akan memperjuangkan posisiku sebagai permai

terdengar suara si dukun, "Jangan di tusuk, biarkan saja seperti itu, to

ifa ketika menden

r, "Percayalah kepadaku seperti

u perlahan-lahan ia menjatuhkan pisau tersebut da

Kemudian ia memandang ke arah Elisabet yang masih tidak sadarkan diri. Lalu ia meniupkan udara dari mulutnya ke arah wajah selir ke empat dan bersamaan d

wanita itu kembali

ergi sambil tertawa-tawa la

bali membawa beberapa akar daun-daunan. Lalu ia merebuskan akar it

ya ia tampak ketakutan dan mendorong lengan si jen

menyiram ke tangannya dan sedikit wajah

mengernyitkan dahi. Lalu tanyanya, "Kapan

ia ingat malah ketika ia merasa kesakitan akibat makan buah apel. Lalu ia menolehnya dan

dengan ramuan yang telah ia buat. Dan disodorkan kemulut Elisabet

rah. Ia menyerah karena merasa hidup ini sudah tidak ada artinya lagi. Ia pikir

l berkata, "Jika nyonya berpikir kalau aku hendak membunuh

menahannya dan berkata, "Aku akan tetap meminumnya. Walaupun nanti aku akan

ungan-nya itu dan kembali ke te

a bulan kemudian tidak terjadi apa-

elir keempat melahirkan, Kaisar Or

a. Tepat di hari ketujuh si Kaisar merayakan pesta dan mereka semua terlihat sedang minum-minum dan sudah dalam keadaan terpengaruh minuman keras. Di sisi sebelah dalam terlihat seorang Kaisar yang sedang duduk menikmati sebuah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
King Of King
King Of King
“Elisabet adalah selir ke-4 dari seorang Kaisar bernama Oro di negeri Awan. Ia berhasil melahirkan seorang putra bagi Kaisar. Putra itu diberi nama Starling. Pada saat itu muncul sebuah bintang besar di langit. Kaisar Oro ternyata mendapat hasutan dari seorang dukun kalau bayi itu hasil dari perselingkuhan dengan Jenderal Robert. Untuk itu bayi tersebut harus di jadilan Korban persembahan agar seluruh istana dan kerajaannya selamat dan bertahan selama-lamanya. Apakah Kaisar Oro berhasil melakukannya?”
1 Bab 1 Permaisuri dan yang Lain2 Bab 2 Bersengkongkol3 Bab 3 Pertolongan dari Seorang Jenderal4 Bab 4 Ulah si Dukun5 Bab 5 Lahirnya Putra Mahkota6 Bab 6 Permintaan Permaisuri yang Mengejutkan7 Bab 7 Kurban Persembahan8 Bab 8 Elisabet di sudutkan oleh Permaisuri dan Tiga Selir yang Lain9 Bab 9 Eva10 Bab 10 Semuanya Selamat11 Bab 11 Amarah Membuat Mereka Buta12 Bab 12 Kalau Ada Uang, Semua Urusan Lancar13 Bab 13 Si Dukun Mulai Beraksi14 Bab 14 Rencana yang Memuaskan15 Bab 15 Kalau Belum Waktunya Mati tidak Akan Mati16 Bab 16 Surat Takdir17 Bab 17 Tamu Tak Diundang18 Bab 18 Ulah Dukun Lagi19 Bab 19 Bagaikan Pahlawan20 Bab 20 Scorby dan Staring21 Bab 21 Staring dan Scorby Mulai Beraksi22 Bab 22 Semua Sudah Di Rencanakan23 Bab 23 Kelakuan si Pangeran24 Bab 24 Bara Api25 Bab 25 Permainan Baru Dimulai26 Bab 26 Staring Semakin Meyakinkan Kaisar27 Bab 27 Si Dukun Lagi28 Bab 28 Mengalami Siksaan Yang Beda29 Bab 29 Pada Akhirnya30 Bab 30 Kaisar Oro dan Jenderal Bruce31 Bab 31 Mempertaruhkan Jabatan32 Bab 32 Mulai Merasa Takut33 Bab 33 Peramal itu Merasa Takut