icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Delasio

Bab 4 Part 3: Sebuah Peluang Rencana Balas Dendam

Jumlah Kata:627    |    Dirilis Pada: 03/07/2023

leskan ke beberapa bagian wajahnya yang memar oleh pukulan Adela. Kebetulan, Alesi

ni adalah tempat favoritnya. Meski Alesio terlihat lebih mementingkan urusannya mencampaki banyak cewek. Namun Alesio j

u di depan meja seorang penjaga perpustakaan. Setelah semua buku yang ia temukan di

an dengannya, karena sekolah mulai lengang dan hanya menyisakan beberapa banyak orang. Walau Alesio tak menyukainya, sebenarnya ia sendiri malas

seorang memanggilnya, "Woy, Alesio. Sini lo!" teriak seseorang dari arah tengah lapangan, sontak Ales

mbuat Darel yang sudah berada ta

. Sementara kemampuannya nol besar." Darel terkekeh merendahkan. Namun memang benar, Alesio tidak pandai dibidang olahraga. Apalagi baske

h Alesio menyangkal, lalu menelan salivanya

ahal, pada awalnya bola itu ada di tangan Alesio. Namun ia tidak bisa memainkannya dengan benar dan berhasil diambil ali

t. Jelas saja terlihat bodoh. Ia terus saja tidak bisa menyeimbangi kecepat tangkasan Darel dalam memainkan bola basket dan poin yang Darel raih. Darel tersenyum puas.

arus bersujud di bawah kaki gue, sekaligus jadi kacung gue selama satu tahun," tantang Darel panjang lebar. Sial, Alesio enggak mungkin menolaknya. Kalau pun m

injak dong," cibir Darel tersenyum masam sambil memiringkan kepalanya. Alesio mulai berusaha membulatkan tekad

k jauh dari keberadaan keduanya yang tak sengaja mendengar percakapan di antara mereka berdua, menatap Alesio dengan senyum kepuasan. Meliha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Delasio
Delasio
“Alesio memang selalu mempermainkan hati banyak cewek dan bisa-bisanya tanpa rasa bersalah. Ia akan membuang cewek mana pun yang hatinya sudah ia kurung. Tapi baru kali ini, ada seorang cewek sok jagoan, berani mempermalukannya di kantin sekolah. Bagaimana bisa? Sialnya, semua tidak berhenti di situ. Banyak sisi yang mulai berani ingin menghancurkan Alesio. Namun, anehnya. Cewek bernama Adela yang sempat memukulinya itu, tiba-tiba berubah seolah selalu menjadi penyelamat untuknya, menolong dalam setiap situasi. Membuat keduanya semakin dekat lalu terkukuhkan dengan status persahabatan. Nyatanya, setelah hubungan keduanya membaik, pelan-pelan semua rahasia dan fakta yang bahkan seakan terhubung antara satu sama lain, membuka luka yang selama ini terkubur. Membuat Alesio pergi menjauh, sejauh mungkin dari Adela. Menyesali persahabatan yang sialnya mengapa harus terjadi begitu saja?”