icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Delasio

Bab 3 Part 2: Kebenciaan

Jumlah Kata:481    |    Dirilis Pada: 03/07/2023

g sampai saat ini masih merasa terpaksa karena sebelumnya harus berlama-lama dengan Al

melindungi dirinya sendiri. Apalagi perempuan seringkali menjadi incaran kejahatan, karena kerap dianggap sebagai makhluk yang memiliki kemampuan fisik lebih lemah dibanding laki-laki. Padahala tidak juga, justru menur

ndungi diri tapi juga agar ia dipandang kuat oleh banyak cowok, sekaligus caranya sen

memakai sarung tangan yang memiliki bantalan busa. Benda itu akan menjadi sasaran untuk Ade

dengan teganya menyakiti perasaan Ceysa, sahabat yang sangat Adela sayangi layaknya seperti seorang saudara. A

k kedua bahunya. Sembari bilang. "Nice and cool. Adela! Sebelumnya kemampuan kamu sudah sangat baik dan kali ini semakin baik lagi." Pak Edy menepuk-nepuk bahu Adela. Ia merasa bangga memiliki Adela sebagai ketua ekstrakulikuler yang ia bina. Terlebih, karena Adela

i diakhiri. Mereka semua berdoa terlebih dahulu. Lalu merapat membentuk sebuah lingkaran untuk sali

enggambarkan cewek idaman kebanyakan cowok. Meski begitu, Adela tidak seburuk itu. Ia memiliki tinggi badan sedang dengan tubuh ideal ber

apangan yang biasanya jika sore begini dijadikan tempat bermain basket. Mengi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Delasio
Delasio
“Alesio memang selalu mempermainkan hati banyak cewek dan bisa-bisanya tanpa rasa bersalah. Ia akan membuang cewek mana pun yang hatinya sudah ia kurung. Tapi baru kali ini, ada seorang cewek sok jagoan, berani mempermalukannya di kantin sekolah. Bagaimana bisa? Sialnya, semua tidak berhenti di situ. Banyak sisi yang mulai berani ingin menghancurkan Alesio. Namun, anehnya. Cewek bernama Adela yang sempat memukulinya itu, tiba-tiba berubah seolah selalu menjadi penyelamat untuknya, menolong dalam setiap situasi. Membuat keduanya semakin dekat lalu terkukuhkan dengan status persahabatan. Nyatanya, setelah hubungan keduanya membaik, pelan-pelan semua rahasia dan fakta yang bahkan seakan terhubung antara satu sama lain, membuka luka yang selama ini terkubur. Membuat Alesio pergi menjauh, sejauh mungkin dari Adela. Menyesali persahabatan yang sialnya mengapa harus terjadi begitu saja?”