icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Ratu Kerajaan Niskala

Bab 3 Dewi Wulan

Jumlah Kata:685    |    Dirilis Pada: 02/07/2023

ri kamar belakang puri istana. Yang kadang kala

g sambil mengulum senyum. Dalam setahun ini, entah sudah berapa kali mereka berdua bertugas menjaga kamar bela

ntunya!" hardik Dewi Wulan, ibunda Putri Li

da perintah dari Raja Raden Eka Kencono. Hanya beliau yang bisa m

hak juga untuk memerintah kalian!" hardik Dewi Wulan lagi. Tanganny

sini. Tolonglah, Ibu," rintih Putri Lintang Alit dari dalam ka

anmu, Cah Ayu?" tanya De

ini, rasanya seperti satahun. Cepat keluarkan ak

ua alis tipis panjangnya yang laksana bulan sejuring itu, be

g tengah. Dewi Wulan dapat melihatnya melalui tirai pembatas ruang tengah denga

Raden Eka Kencono. "Segala hatur sembah untuk Kakanda," ujar Dewi

. Istri keempatnya itu dinikahi karena keterpaksaan. Sama seperti yang terjafi pada keempat i

ebuah kerajaan kecil yang jauh dari kata makmur. Geografis wilayahnya menakdirkan Kerajaan Sendang Ageng menjadi sebuah wilayah yang

lidik. Dewi Wulan adalah salah satu istri selir yang selalu dihindarinya. Karena Sang Raja t

intang Alit, agar bisa dikeluarkan dari kamar pembinaan hari ini." Dewi Wulan memohon

nafas panjang. Lantas berlalu dari hadapan Dewi Wulan. Menuju ke ruang makan

Eka Kencono sudah cukup menjadi jawaban bahwa Sang

rang lelaki tampan yang bertubuh tinggi besar, berkulit putih, berhidung mancung dan

nya di depan Dewi Wulan. Dia mencolek hidung Dewi Wulan dan meraih pingg

malam ini? Aku selalu ada waktu untukmu," ujar Dimas

rasa bersemangat. Karena pernikahannya dengan Raden Eka Kencono, hanyalah sebuah pern

Patih Dimas Saloka dan Dewi Wulan, membuat ke

Saloka memerah. "Ny

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Ratu Kerajaan Niskala
Ratu Kerajaan Niskala
“Menjadi anak dari seorang permaisuri, tidak lantas menjadikan Putri Candra Utari menjadi seorang putri raja yang memiliki kehidupan nyaman. Karena Sang Ayah, Raden Eka Kencono memiliki lima orang istri selir. Masing-masingnya memiliki putra putri kecuali istri selir ketiga yang bernama Ratu Alit Ratri. Ketika Putri Candra Utari telah memasuki usia dewasa, tibalah saat pengukuhan Sang Putri untuk menjadi pewaris utama pimpinan kerajaan. Dan saat itulah, berbagai macam konflik muncul secara berentet. Namun, Putri Candra Utari telah dididik oleh ibundanya, Ratu Arum, untuk menjadi seorang wanita yang teguh pada prinsip hidup. Dan bekal ilmu kanuragan yang dimilikinya tidaklah main-main. Putri Sekar Buana, Putri Lintang Alit, dan Putri Pupus Cantika adalah para putri dari istri-istri selir. Mereka bertiga selalu mencari peluang untuk menghancurkan kedudukan Putri Candra Utari sebagai Putri Mahkota. Bahkan hingga mendekati waktu pernikahan Putri Candra Utari pun, ketiga putri dari para istri selir itu masih membuat masalah. Merasa tidak betah dengan kelakuan para saudara tirinya, Putri Candra Utari memutuskan untuk sementara waktu keluar dari istana dan menambah ilmu kanuragan ke kampung Bebrayan. Kampung yang dikenal sebagai tempat asal para pendekar. Ada sebuah perguruan yang sangat terkenal di sana bernama Perguruan Langit Ageng yang dipimpin oleh Ki Bayu Seno. Seiring perjalanan waktu, akhirnya Putri Candra Utari mendirikan sebuah kerajaan kecil di desa terpencil yang berada tidak jauh dari kampung Bebrayan. Kerajaan itu diberinya nama Kerajaan Wulan Katigo. Yang pada akhirnya,tiga tahun kemudian kerajaan kecil itu memiliki kebesaran nama sebagai kerajaan yang makmur. Tepat di tahun ketiga itulah, terbetik kabar bahwa Kerajaan Niskala, kerajaan ayahnya, telah mengalami berbagai macam pemberontakan. Kehidupan ekonomi kerajaan tersebut sudah berada di ambang kehancuran. Putri Candra Utari berniat untuk membantu kerajaan Sang Ayah, tanpa mengungkapkan jati dirinya. Sang Putri selalu mengenakan topeng dan mengaku sebagai Pangeran Layang Jembar. Hingga berulang kali kerajaan Nirpala menemui kemenangan. Namun, di tengah-tengah setiap pertempuran yang dilakukannya, selalu ada sekelompok penyusup yang mengenakan tanda tertentu dan dipimpin oleh seseorang yang juga mengenakan topeng. Tak pernah ada yang mengetahui siapa dan dari mana prajurit bertipeng itu. Mereka datang dan pergi dengan tiba-tiba. Akankah Sang Putri dapat mencegah pengambilan kekuasaan kerajaan Niskala dari tangan orang-orang yang tidak berhak? Dan bagaimana Sang Putri menunjukkan jati diri dia yang sebenarnya? Lantas siapakah sesungguhnya para prajurit bertopeng itu?”