icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Daun Semanggi

Bab 8 Kekhawatiran Bu Rina

Jumlah Kata:1048    |    Dirilis Pada: 16/06/2023

ayur tumis labu. Dia sangat lahap menyantap bekalnya itu. Dia tengah menikmati makan siangny

s pada makanannya sendiri. Sindi yang duduk lebih dekat dengan lemari es, hendak menolong Mimi dengan mengambilkannya air minum. Sindi lantas menghentikan s

dorkan gelas itu di samping tangan Mimi. Mim

pun tersenyum sangat ramah, begit

n telah melanjutkan kembali mak

mengelapi meja makan, merapikan tata letak kursi-kursi makan. Mengebuti sofa panjang dengan sapu lidi bersih, mencuci piring dan gelas-gelas kotor yang ada di dalam bak w

ri peralatan kotor, Sindi beranjak meninggalkan ruangan itu untuk kembali melanjutkan pekerjaann

as

ak Ronald sedang duduk di meja kerjanya dengan memegang sebua

senyum dan meletakkan buku yang di

us bersihkan pantry dulu

lanjutin lagi.", seraya melang

gsung diturunkan ke lantai, namun di lantai mereka tetap mengelompokkannya sesuai susunan di rak sebelumnya. Jad

. Bu Rina yang baru saja menerima dua orang tamu di ruangannya itu, segera menelpon ke meja resepsioni

tamu di ruan

sekat partisi diamati oleh matanya dengan sangat jel

nya untuk bertanya kepada

a yang li

api pertanyaan Silvi. Silvi pun bergegas menuju ruangan Pa

Pak Ronald terde

Bu Rina c

ke Bu Rina dulu deh. Nant

dan kain lap yang sedang dipegangnya ke lantai lalu menghampiri Silvi yang me

a cangkir, terus anter ke ruangan dia. Bu

an minuman sesuai arahan Silvi. Sementara Silvi telah kembali ke meja kerjanya kembali. Dia buru-buru m

ai di depan pintu ruangan Bu

as

ersenyum, tangannya menurunkan kedu

tamu itu nyaris bersamaan. Da

, "Lho, Bu Rin

edua orang tamu di hadapannya. Dia pun melanjutkan ucapannya dengan berbi

k Ronald Bu. Bantu

sudah. Ma

i ruangan Bu Rina. Dia kemba

Pak Ronald. Sindi tela

awa na

ruangan Bu Ri

eh bua

tamu

k buku. Tanpa terasa waktu mereka telah habis hampir seharian di ruangan itu. Sepuluh menit lagi waktunya pula

bersiap untuk pulang, mengambil jaket dan tasnya di dalam lemari bawah kitchen set. Pukul setengah enam sore, dia b

sedang berada di

ngan Mas Ronald katanya ba

s ken

indi digodai

h. Sudah tenang

esepsionis. Tampaknya Pak Ronald sedang menyatroni seseorang, dia berdiri dengan tangan kanan bersandar di m

a Bu Rina tampak cur

ue mau ba

malah berd

nimpali ucapan Bu Rina kemudian pamit

ak juga muncul di hadapannya. Dia menunggu Sindi. Tentu saja untuk berbasa-basi mengantarkannya pul

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Daun Semanggi
Cinta di Daun Semanggi
“Sindi tak mampu lagi menggunakan logika berpikirnya yang sehat, seolah tidak peduli dengan status Pak Ronald yang telah beristri, Sindi terhanyut dalam perasaannya sendiri terhadap Pak Ronald. Sindi dan Pak Ronald pun selalu bersama menikmati hari-hari indah yang mereka jalani selama tiga tahun lamanya. Sampai suatu ketika Sindi mengandung anak hasil hubungan terlarangnya dengan Pak Ronald. Nasi telah menjadi bubur, tak ada yang bisa disalahkan atas semua yang telah terjadi diantara keduanya. Masih sanggupkah Sindi seorang diri melewati hari-hari terberatnya dalam hidup setelah berkali-kali dirinya mengalami kehilangan akan orang-orang yang begitu berarti dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Tentang Sindi2 Bab 2 Pekerjaan Baru3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Makan Siang Hari Pertama5 Bab 5 Semangat Baru6 Bab 6 Pak Ronald7 Bab 7 Rasa yang Berbeda8 Bab 8 Kekhawatiran Bu Rina9 Bab 9 Kepergian Ayah10 Bab 10 Hujan Siang Itu11 Bab 11 Untuk Pertama Kalinya12 Bab 12 Berkenalan dengan Rita13 Bab 13 Terbayang Dirinya Selalu14 Bab 14 Makan Siang dengan Vera15 Bab 15 Sindi di Mata Ronald16 Bab 16 Kehadiran Sofi17 Bab 17 Cerita Silvi18 Bab 18 Terasa Abu-abu19 Bab 19 Kado Ulang Tahun20 Bab 20 Hari Berganti21 Bab 21 Ulang Tahun Janis22 Bab 22 Mengobrol dengan Dita23 Bab 23 Makan Malam Bersama24 Bab 24 Sabtu di Taman Kota25 Bab 25 Tiga Tahun Sudah26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Semua Telah Berubah28 Bab 28 Mengundurkan Diri29 Bab 29 Tempat Tinggal Baru30 Bab 30 Bekerja Lagi31 Bab 31 Bertemu Rita32 Bab 32 Paman dan Bibi Sindi33 Bab 33 Penyesalan Ronald 34 Bab 34 Melahirkan35 Bab 35 Abi Sudah Besar36 Bab 36 Ronald Kecelakaan37 Bab 37 Kedatangan Sindi38 Bab 38 Selamanya Cinta