icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Daun Semanggi

Bab 5 Semangat Baru

Jumlah Kata:1071    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

menyampaikan beberapa hal yang tadi terlewa

. Meja di semua ruangan. Biasanya kita kalau habis kerja, semuanya tertib merap

a

a di pantry. Lantai-lantai disapu, dipel. Ruangan yang ada karpetnya divacum ya. Bisa kan,

ndi mengangguk dan ters

t karyawan. Biar nanti mereka bikin sendiri. Paling

ak Alex. Mereka sering dinas keluar kota. Jadi kalau

a. Kopi.

u, bai

ah ada bantu-b

urat, masukkan ke amplop. Diaja

sudah bisa ya paka

bisa

ir. Sindi berharap, hari esok dan seterusnya akan lebih baik lagi. Di hari pertamanya ini dia semakin bersemangat karena

keberadaan

*

hari pertama Sindi bekerja di tempa

ya yang sekarang. Sindi juga mulai terbiasa melakukan

iti gedung agar setiap pagi beliau dapat membantu Sindi membukakan kunci pintu depan kantor. Sindi juga telah diberi kartu akses

eragam birunya, Sindi mengenakan jaket sederhana berbahan kaus yang cukup tebal b

nyangga bus yang melintang di balik pinggangnya. Dia mengeratkan kedua tangannya yang terlipat di baw

upuk matanya telah berkaca-kaca. Hatinya terasa sangat pilu, merindukan kedua ora

ya cukup terjangkau, namun sebetulnya Sindi kurang puas karena dia khawatir kalau itu bu

lembut hidungnya ke depan. Dia tersadar sudah waktunya dia harus segera turun

ke seluruh penjuru mencari keberadaan Pak Rustam,

tampak Pak Rustam datang menghampirinya dari sisi

edang menya

h, di tangannya sudah terdapat sebundel kunci-kunci ya

a Pak.

ng dipegangnya, Pak Rustam mencari sebuah kunci yang ditandai dengan stiker berwarna kuning berkode angka dua. Yang menand

lahkan. Saya

. Pintu kaca itu kembali ditutupnya namun tidak dikunci lagi. Pak Ru

lantai kantor. Tidak perlu menunggu lama, lantai-lantai yang telah dipel oleh Sindi sudah mengering secepat kilat. Dia teruskan dengan me

l vacum cleaner sekalian mengembalikan sapu dan kain pel sorong yang ta

lex yang tidak dikunci. Dia

Alex. Setelah menyelesaikan kegiatan membersihkan karpet itu, Sindi pindah

reka. Hanya ada gambar-gambar seni yang terpajang dalam pigura besar dalam ruangan mereka masing-masing. Karyawan pun sudah mulai berdatangan ketika Sindi hamp

wanita dari balik salah satu sekat partisi. Dia ad

ikan langkahnya, berdiri sejenak dengan va

teh manis hangat ya Sin. Maa

ngi pe

, ditung

Tika seraya tersenyum

apkan gelas mug untuk membuatkan teh pesanan Tika. Beberapa menit kemudian dia p

erisi teh manis h

itu di atas meja kerja Tika dengan memberikan

asih banya

meninggalkan area kerja karyawan menuju kemba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Daun Semanggi
Cinta di Daun Semanggi
“Sindi tak mampu lagi menggunakan logika berpikirnya yang sehat, seolah tidak peduli dengan status Pak Ronald yang telah beristri, Sindi terhanyut dalam perasaannya sendiri terhadap Pak Ronald. Sindi dan Pak Ronald pun selalu bersama menikmati hari-hari indah yang mereka jalani selama tiga tahun lamanya. Sampai suatu ketika Sindi mengandung anak hasil hubungan terlarangnya dengan Pak Ronald. Nasi telah menjadi bubur, tak ada yang bisa disalahkan atas semua yang telah terjadi diantara keduanya. Masih sanggupkah Sindi seorang diri melewati hari-hari terberatnya dalam hidup setelah berkali-kali dirinya mengalami kehilangan akan orang-orang yang begitu berarti dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Tentang Sindi2 Bab 2 Pekerjaan Baru3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Makan Siang Hari Pertama5 Bab 5 Semangat Baru6 Bab 6 Pak Ronald7 Bab 7 Rasa yang Berbeda8 Bab 8 Kekhawatiran Bu Rina9 Bab 9 Kepergian Ayah10 Bab 10 Hujan Siang Itu11 Bab 11 Untuk Pertama Kalinya12 Bab 12 Berkenalan dengan Rita13 Bab 13 Terbayang Dirinya Selalu14 Bab 14 Makan Siang dengan Vera15 Bab 15 Sindi di Mata Ronald16 Bab 16 Kehadiran Sofi17 Bab 17 Cerita Silvi18 Bab 18 Terasa Abu-abu19 Bab 19 Kado Ulang Tahun20 Bab 20 Hari Berganti21 Bab 21 Ulang Tahun Janis22 Bab 22 Mengobrol dengan Dita23 Bab 23 Makan Malam Bersama24 Bab 24 Sabtu di Taman Kota25 Bab 25 Tiga Tahun Sudah26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Semua Telah Berubah28 Bab 28 Mengundurkan Diri29 Bab 29 Tempat Tinggal Baru30 Bab 30 Bekerja Lagi31 Bab 31 Bertemu Rita32 Bab 32 Paman dan Bibi Sindi33 Bab 33 Penyesalan Ronald 34 Bab 34 Melahirkan35 Bab 35 Abi Sudah Besar36 Bab 36 Ronald Kecelakaan37 Bab 37 Kedatangan Sindi38 Bab 38 Selamanya Cinta