icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Daun Semanggi

Bab 4 Makan Siang Hari Pertama

Jumlah Kata:1017    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

anya memang fokus menatap layar komputer, jari jemarinya sibuk mengetikkan huruf demi

dua puluhan

Mba. Sudah

kamu. Jadi imut-imut.

lilita

Sin. Bawa motor?

mayan, Saya

otor bi

sa

isalkan harus keluar kantor, nanti bisa paka

ktu kerja di toko dulu di

a bag

rtanya-tanya pada Dita. Dia merasa kurang pantas untuk mengobrol terlalu banyak dengan karyawan disini. Se

huan untuk rekanan perusahaan mereka. Nantinya surat-surat dalam amplop putih ter

i?", tanya Sindi pada Dita

u balik ke pantry saja dulu ngga apa-apa.", jawab Dita sete

ang dari rumah. Kalau di toko keramik tempatnya bekerja dulu, dia selalu mendapat katering dari rumah bosnya. Nam

dalam pantry. Ketika itu Sindi sedang duduk di salah satu kursi meja makan, dengan posisi t

mau makan s

awab Sindi agak terbata-bata karena cu

gga mau turun, terus minta tolong kamu yang beliin. Tapi sih kalau mereka lih

a B

Jangan sampai kamunya ngga sempat makan, Sin.",

Sindi balas mengan

nya. Dia membawanya ke atas meja makan lalu mulai menikmati menu makan siangnya yang sederhana. Terdiri dari seporsi nasi, tahu goreng dan os

ih berganti. Mereka hendak mengambil minum sembari mengobrol satu sama lain. Sindi

mengangguk dan sedik

satu dari mereka menimpa

k bening berisi dua buah bungkus kertas nasi yang berwarna cokelat. Salah satunya menghampiri kitchen set dan

a, Mba?", tanya seoran

ngguk Sindi di

ng Fery. Sambil meletakkan piring sendok di atas meja dan mereka berdua sibuk

, ucap Aris ramah pada

beranjak meninggalkan meja makan hendak mencuc

Sehingga dia memutuskan untuk berjalan ke arah pintu masuk kantor. Sebagian karyawan sedang berada di luar gedung untuk perg

nya dia sedang makan dan mengajak Sindi duduk di sampingnya. Dia adalah resepsionis yang ta

t ajakan Silvi tanpa perlu malu-malu lagi. Sindi segera melangkah ke balik meja re

kan sendok yang ada di tangan kanannya dan menyo

ndi meraih tangan Silvi se

akan bel

Saya bawa

. Aku biasanya nitip sama siapa saja yang mau ke bawah, aku males

hu situasi sekitar sini. Bawa d

tu Sin. Sindi jau

i Cililitan. Na

at. Di Karet situ,

mereka. Sontak Sindi pun menoleh ke arah datangnya suara itu. Ternyata suara itu berasal dari

ndi melihat kem

kesini i

lah berjalan ke ruangannya lebih dulu. "Mba, Saya ke dalam dulu ya.", Sin

a Sin,

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Daun Semanggi
Cinta di Daun Semanggi
“Sindi tak mampu lagi menggunakan logika berpikirnya yang sehat, seolah tidak peduli dengan status Pak Ronald yang telah beristri, Sindi terhanyut dalam perasaannya sendiri terhadap Pak Ronald. Sindi dan Pak Ronald pun selalu bersama menikmati hari-hari indah yang mereka jalani selama tiga tahun lamanya. Sampai suatu ketika Sindi mengandung anak hasil hubungan terlarangnya dengan Pak Ronald. Nasi telah menjadi bubur, tak ada yang bisa disalahkan atas semua yang telah terjadi diantara keduanya. Masih sanggupkah Sindi seorang diri melewati hari-hari terberatnya dalam hidup setelah berkali-kali dirinya mengalami kehilangan akan orang-orang yang begitu berarti dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Tentang Sindi2 Bab 2 Pekerjaan Baru3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Makan Siang Hari Pertama5 Bab 5 Semangat Baru6 Bab 6 Pak Ronald7 Bab 7 Rasa yang Berbeda8 Bab 8 Kekhawatiran Bu Rina9 Bab 9 Kepergian Ayah10 Bab 10 Hujan Siang Itu11 Bab 11 Untuk Pertama Kalinya12 Bab 12 Berkenalan dengan Rita13 Bab 13 Terbayang Dirinya Selalu14 Bab 14 Makan Siang dengan Vera15 Bab 15 Sindi di Mata Ronald16 Bab 16 Kehadiran Sofi17 Bab 17 Cerita Silvi18 Bab 18 Terasa Abu-abu19 Bab 19 Kado Ulang Tahun20 Bab 20 Hari Berganti21 Bab 21 Ulang Tahun Janis22 Bab 22 Mengobrol dengan Dita23 Bab 23 Makan Malam Bersama24 Bab 24 Sabtu di Taman Kota25 Bab 25 Tiga Tahun Sudah26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Semua Telah Berubah28 Bab 28 Mengundurkan Diri29 Bab 29 Tempat Tinggal Baru30 Bab 30 Bekerja Lagi31 Bab 31 Bertemu Rita32 Bab 32 Paman dan Bibi Sindi33 Bab 33 Penyesalan Ronald 34 Bab 34 Melahirkan35 Bab 35 Abi Sudah Besar36 Bab 36 Ronald Kecelakaan37 Bab 37 Kedatangan Sindi38 Bab 38 Selamanya Cinta