icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta di Daun Semanggi

Bab 3 Perkenalan

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 15/06/2023

pi mengenakan seragamnya, Sindi mematutkan diri di depan cermin melihat

dirinya kepada seluruh karyawan. Serta memberitahu dimana letak pantry yang akan men

entengnya di tangan. Bu Rina juga bercerita sekilas tentang office girl yang bekerja disana sebelumnya. Office girl

office girl yang dibutuhkan cukup satu orang saja. Dan perusahaan ini bergerak di bidang distribusi makanan beku. Pemimpin utamanya adal

r panas, meja makan yang cukup untuk enam orang, sebuah sofa panjang serta peralatan dapur lainnya. Pantry ini tampak sangat bersih dan harum, karena

ereka. Tentu semuanya tampak antusias, mereka senang menyambut kehadiran office girl baru di kantor mereka. Mereka juga terlihat begitu ramah memperkenalkan diri serta menyapa Sindi. Namun setelah Sin

Lumayan lho, c

hatannya juga

r itu. Namun sebenarnya mereka berdua adalah gadis-gadis yang sangat baik dan juga perhatian pada kesulitan orang lain. Mereka

emua yang dijelaskan olehnya, Bu Rina pun

i dulu. Nanti juga ada kok yang butuh bantuan kamu, kamu pasti dipanggil.", Bu Rina sangat baik dan

empelajari apa saja isi di dalamnya. Kemudian dia mulai memegang sebuah kain lap berwarna biru dongker. Sindi hendak mengelapi meja makan yang ja

ersama-sama ke area kerja para karyawan. Sindi urungkan niatnya mengelapi meja makan, dia bergeg

erja office g

a kerja di toko. N

toko

sekarang sudah ditut

ta sebuah meja yang di atasnya terdapat mesin faximile. Masih sejajar dengan letak meja faximile, tampak dua buah pintu yang jaraknya tidak terlalu jauh. Satu ruangan ad

da diluar kota, maka mereka belum mengetahui

a mulutnya terus berbicara pada Sindi. Sindi pu

i tombolnya tinggal kamu tekan mau berapa lembar jadinya. Terus tekan start yang ini. Tungguin

an gerak gerik yang dilakukan Dita saat mencontohkannya melakukan kegiatan

Mba,

foto kopi menunggu hingga mesin itu se

edua tangannya mengambil hasil foto kopi di bakinya dan kemudian menunjukkann

si plastik berwarna merah dari bawah kolong meja kerjanya. Dan meletakkan kursi itu di sisi samping kanan m

luh lembar di ujung meja, tepat di hadapan Sindi. Dita mengeluarka

ini. Semua sampai habis. Saya kasih contoh dul

Dita melipat kertas surat itu hingga memasukkannya ke dalam amplop put

plopnya dibuka langsung kebaca kepala suratnya. Gampang kan? Saya kerj

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta di Daun Semanggi
Cinta di Daun Semanggi
“Sindi tak mampu lagi menggunakan logika berpikirnya yang sehat, seolah tidak peduli dengan status Pak Ronald yang telah beristri, Sindi terhanyut dalam perasaannya sendiri terhadap Pak Ronald. Sindi dan Pak Ronald pun selalu bersama menikmati hari-hari indah yang mereka jalani selama tiga tahun lamanya. Sampai suatu ketika Sindi mengandung anak hasil hubungan terlarangnya dengan Pak Ronald. Nasi telah menjadi bubur, tak ada yang bisa disalahkan atas semua yang telah terjadi diantara keduanya. Masih sanggupkah Sindi seorang diri melewati hari-hari terberatnya dalam hidup setelah berkali-kali dirinya mengalami kehilangan akan orang-orang yang begitu berarti dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Tentang Sindi2 Bab 2 Pekerjaan Baru3 Bab 3 Perkenalan4 Bab 4 Makan Siang Hari Pertama5 Bab 5 Semangat Baru6 Bab 6 Pak Ronald7 Bab 7 Rasa yang Berbeda8 Bab 8 Kekhawatiran Bu Rina9 Bab 9 Kepergian Ayah10 Bab 10 Hujan Siang Itu11 Bab 11 Untuk Pertama Kalinya12 Bab 12 Berkenalan dengan Rita13 Bab 13 Terbayang Dirinya Selalu14 Bab 14 Makan Siang dengan Vera15 Bab 15 Sindi di Mata Ronald16 Bab 16 Kehadiran Sofi17 Bab 17 Cerita Silvi18 Bab 18 Terasa Abu-abu19 Bab 19 Kado Ulang Tahun20 Bab 20 Hari Berganti21 Bab 21 Ulang Tahun Janis22 Bab 22 Mengobrol dengan Dita23 Bab 23 Makan Malam Bersama24 Bab 24 Sabtu di Taman Kota25 Bab 25 Tiga Tahun Sudah26 Bab 26 Hamil27 Bab 27 Semua Telah Berubah28 Bab 28 Mengundurkan Diri29 Bab 29 Tempat Tinggal Baru30 Bab 30 Bekerja Lagi31 Bab 31 Bertemu Rita32 Bab 32 Paman dan Bibi Sindi33 Bab 33 Penyesalan Ronald 34 Bab 34 Melahirkan35 Bab 35 Abi Sudah Besar36 Bab 36 Ronald Kecelakaan37 Bab 37 Kedatangan Sindi38 Bab 38 Selamanya Cinta