CANTIKA si Gadis Durhaka
uka pi
. Braakk
a yang dilepas itu hanya digulung-gulung asal la
oo,
di malam mereka menunggu anaknya hingga akhirnya tak kuas
aget takkala melihat penampi
kamu, Nak? Kenapa penampilan k
diri terus!" Begitu Cantika berbicara, sontak Nilam langsung menutup
ilam. Walau perutnya serasa diaduk-aduk, ia
mampu membuat ibunya terjatuh ke tanah. Tanpa rasa bersal
k Cantika dengan baik, Ya Allah." Bagas membantu istrin
a mendapat pekerjaan yang lebih baik,
keadaan kita yang seperti ini." Nilam terisak di pelukan suaminya. Badannya bergetar, hatinya peri
a lebih besar. Ini semua demi Ibu dan juga Cantika."
pi kalau itu sudah menjadi keputu
Nanti sekalian mau tanya-tanya sama orang, s
aman rumah, ia melepas kepergian orang yang sudah 25 tahun ini mendampingi h
ranjang tempat Cantika berbaring. Posisi gadis itu menghadap ke tembok bambu, yang mana ia tak melihat kedatangan
ntuk, Bu, mau tidur!" Cant
a maaf, Nak. Ibu sayang sama kamu, Ibu gak mau kalau kamu sampai salah pergaulan. Kamu itu perempuan, Nak, gak baik kalau a
sih? Brisik tau, Bu! Udahl
hawatir sam
ngan ibunya. Setelah sampai di pintu, ia dorong wanita tua itu hingga tersungkur di tanah. "Mampus!" ucapnya dan kemudian menutup pintu
*
dan aku bau lagi. Huft, ter
asih setengah sadar, ia berjalan terhuyung-huyung
kuran sedang yang biasa digunakan untuk mena
teria
cil di tangan kirinya. Rumput liar di samping rumahnya sudah ta
di, ambilin
tangannya mulai menarik timba. Ember yang sudah terisi air itu ia p
koknya ibu harus masak yang en
ngangguk dan kemudian masuk ke
nya. Rambutnya yang masih basah ia tutup dengan handuk. B
esai masa
h, N
dapur. Saat membuka rinjing, matanya langsun