icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

IPARKU, CANDU SUAMIKU

Bab 3 Cerai

Jumlah Kata:1092    |    Dirilis Pada: 07/06/2023

kalian tidur di kamar tamu buat lanjutkan hal tadi yang belum selesai.

irkan. Silvi berniat melakukan sesuatu untuk membuat Nad

u," rengek Silvi meminta

adia menutup pintu ka

ayang yang merasa gera

ng dibuka. Mayang meminta Askara membuka pintu dengan paksa.

kini sama sekali tidak lagi peduli dengan rumah tangganya. Alden hanya menggelengkan kepala melihat perubahan Silvi

kati mereka dan berlalu meninggalkan begitu saja setelah berucap. Bahkan

ya dengan bantal. Meski berkali-kali Askara berusaha mendobrak pintu, tetap saja Nadia tidak

*

i apa kamu!" ketus Mayang yang melihat

dalah hari terakhir dirinya di rumah itu. Bukan karena mengalah dengan

h gesit, membuat Askara menghentikan langkahnya. Askara sedikit kesal kar

berusaha melepaskan tanga

ma ayam. Mereka saja sudah nyari makan,"

a weekend yuk," ajak Askara setelah ta

u Mas? Tidak sama sekali. Aku meminta kamu cerai

ak mau kita cerai," ja

anak kamu. Jadi, kamu harus ikhlasi

ai kamu, Sayang,"

tap bercerai," ucap Nadia b

berakhir karena kesalahannya sendiri. Nadia wanita yang dia perjuangkan

koper berisi penuh dengan baju-baju miliknya. Berjalan melewati

e mana?" Askara ban

s. Tanpa peduli dengan Ask

dia?" tanya Askara mencoba memegang tangan

han tangis. Meski bagaimanapun, cinta yang pe

h ibu, Nadia. Sampai kita berc

ia akan membuka pintu, Askara berlari mengejarnya hingga hampir terjatuh. Silvi dengan

ku akan melukai bayi yang kukandung s

vi. Dia terus saja mengejar Nadia. Bahkan S

Silvi saat

skara yang kini d

k Mayang saat Askara tid

i. "Kamu itu nggak becus Silvi,"

emas. "Jika kamu terus mengejar Mbak Nadia, aku akan bunuh diri saja," ancam

ak terlihat lagi. Dengan banyak penyesalan, Askara menggendong Silvi m

ik aku dan bayi ini mati saja." Silvi bangkit

tega menghilangkan bayi yang tidak bers

gan lakukan itu," cegah Askara saat Sil

Ini anak kamu, Mas," lirih Silvi setelah melepas

*

a Askara. Pagi itu, Nadia meminta izin pada Rangga untuk

ujar Rangga saat Nadia k

Rangga?" tanya Nad

gga tersenyum ke arah Nadia dengan penuh kebahagiaan. Berharap set

perceraian akan dikirim satu bulan setelah Nadia menggu

ya Rangga saat bertemu Nadia d

a," jawab Nadia yang kini s

Rangga akan membuka pi

Aku akan kembali dengan baik-baik saja," ucap Nad

atilah," balas Rang

*

las senyum dan segera menghampiri wanita yang sangat dirind

an kita." Nadia men

" ajak Askara dengan

urat perceraian kit

sesuatu denganmu. Aku mohon Nadia, sebentar saj

wab Nadia den

skara. Meski ada rasa takut dalam hati Nadia. Denga

au ke mana?" tan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
IPARKU, CANDU SUAMIKU
IPARKU, CANDU SUAMIKU
“Nadia Antika dan Askara Brahma mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih dua tahun. Hidup satu atap dengan mertua, membuat Nadia setiap hari harus menahan sakit akibat ucapan yang menyakitkan dari mulut ibu mertuanya tentang dirinya yang berasal dari keluarga miskin dan juga yatim piatu. Akan tetapi, kasih sayang yang tulus dari Askara membuat Nadia mampu bertahan dan yakin terhadap terhadap Askara. Namun, seiring berjalannya waktu, Nadia merasakan keanehan terhadap Askara. Di mana Askara yang selalu memanjakannya dan selalu terbuka, berubah menjadi lebih tertutup dan jarang berkomunikasi dengannya. Apa yang Askara sembunyikan dari Nadia? Mampukah Nadia mengungkap apa yang membuat Askara berubah? Apa yang Nadia lakukan setelah tahu suaminya bermain api dengan adik iparnya sendiri?”
1 Bab 1 Kepergok 2 Bab 2 Talak3 Bab 3 Cerai4 Bab 4 Hamil5 Bab 5 Rujuk6 Bab 6 Pilihan Yang Sulit 7 Bab 7 Kesal8 Bab 8 Kembali Datang 9 Bab 9 Menyesal 10 Bab 10 Hampir Keguguran 11 Bab 11 Fakta Baru12 Bab 12 Jujur Atau Bohong 13 Bab 13 Jengkel 14 Bab 14 Cinta Tak Salah 15 Bab 15 Seperti Sinetron 16 Bab 16 Terserah 17 Bab 17 Tertunda 18 Bab 18 Paket Misterius 19 Bab 19 Pertemuan Terakhir 20 Bab 20 Marah 21 Bab 21 Memutuskan Pergi 22 Bab 22 Sebuah Jebakan 23 Bab 23 Frustasi 24 Bab 24 Nasi Telah Menjadi Bubur25 Bab 25 Menuai Karma 26 Bab 26 Sekelebat Bayangan Wanita 27 Bab 27 Berubah Drastis 28 Bab 28 Hampir Bertemu 29 Bab 29 Rindu 30 Bab 30 Hampir Bertemu 31 Bab 31 Habis Tak Bersisa 32 Bab 32 Hati Tak Bisa Dibohongi 33 Bab 33 Berduaan 34 Bab 34 Tak Ada Harganya Dimatamu 35 Bab 35 Mayang Gila 36 Bab 36 Bertemu Askara 37 Bab 37 Aku Tidak Akan Mengalah 38 Bab 38 Fitnah 39 Bab 39 Kembali Baikan 40 Bab 40 Melahirkan 41 Bab 41 Bikin Baper 42 Bab 42 Bertemu Askara Langsung 43 Bab 43 Dicaci44 Bab 44 Damai45 Bab 45 Mulai Menerima 46 Bab 46 Mengungkapkan Rasa 47 Bab 47 Mendapat Restu 48 Bab 48 Rencana Pernikahan 49 Bab 49 Akhir Bahagia (Tamat)