icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lelaki Kedua

Bab 4 Pertemuan Tanpa Sengaja

Jumlah Kata:2026    |    Dirilis Pada: 02/06/2023

esanan Mas Esha. Pak Tian keluar sebentar. Tapi beliau sudah

ilik Sebastian Reynaldi, sang perancang busana, sekali

ik bersama laki-laki yang berbeda. Ketika ia masuk ke dalam butik bersama Ganesha saja, beberapa orang staf tampak berbisik-b

melihat-lihat beberapa kebaya-kebaya kontemporer ran

rupanya. Bukan jas yang sedi

elukan. Di belakangnya Icha mengikuti dengan seh

ngan model yang Mas Esha inginkan. Pak Tian dan team design lembur dua hari hingga jam tiga pagi mengerjakannya.

o. Ganesha memilih pakaian mereka sendiri. Dikerjakan oleh Sebastian, perancang busana langganan keluarga Caturrangga. Kata Tiwi tadi Sebastian d

t Seno harus mengeluarkan dana sekian puluh juta. Bagaimana dengan permintaan paka

kaian. Saya ingin melihatnya mengenakan kebaya spesial pilihan saya itu

mbil alih kebaya indah dari lengan Icha. Ia kemudian berjalan m

kaca. Di sana ada lima ruangan khusus yang dis

rena biasanya di sana lah ia mencoba pakaian saat masih bersama Seno. Arimbi benar-benar ingin menghapus bayangan Seno d

enyamannya Mba

. Setiba di fitting room, Tiwi melepas hanger d

ranggun yang pernah saya lihat. Tertutup, simple, namun meneriakkan k

ap gaun kebayanya membuat Arimbi penasaran. Ari

ebayanya sendiri hampir semata kaki. Detail renda bunga-bunga yang bergerombol di tepi kebaya meng

enerawang. Nama Sebastian Reynaldi memang bukan kaleng-kaleng. Kebayanya deng

pelai yang duduk di atas pelaminan mewah itu nanti, tidak memiliki cinta. Hanya keterpaksaan saja yang me

gunakan kain songket dulu atau ba

endiri. Nanti kalau saya membutuhkan b

angat tidak nyaman saat harus membuka pakaiannya di hadapan orang lain.

gal teriak saja seperti biasa," Tiwi tersenyum maklum. Ia memahami ketidaknyaman

. Ia takut kalau kebayanya rusak apabila ia mengenakannya dengan tergesa. Setelah kebaya melekat erat di t

g saya." Tiwi terpana. Tiwi membantu Arimbi me

k. Saya mah cuma manekin saja," kata Arimbi ca

juga bagus, jadi hasilnya maksimal. Ayo kita ke depan

rbiasa melayani Arimbi dan Seno, lidahnya jadi selip mengucapkan nam

i?" Tiwi kembali meminta maaf

ya mengerti," Arim

Kita perlihatkan betapa cantikny

i pria. Selain tuntutan pekerjaan yang mengharuskannya bersikap

i. Ia pun mengikuti langkah Ti

i. Kamu di

Sepupu pencuri

eh Icha di belakang Nina, satu pengertian memasuki benak Arimbi. Seno dan Nina akan menggelar resepsi juga rupanya. Dan g

an penuh harga diri. Jangan membuat ular belu

nanti. Bagus tidak, Mbak?" Arimbi dengan sengaja memutar tubuhnya sekali. Mem

i pengganti, si Esha cukup royal juga. Asal

atang bersama Seno. Mereka tidak perlu bertanya apapun. Melihat Ganesha yang dua hari lalu meminta butik menyelesaikan sebuah jas ukuran

g bersama Seno ke butik. Nina ingin mencoba kebaya lama Arimbi kala fitting dengan Seno kemarin dulu. Kesimpulan yang mereka lihat dari pengama

ruang fitting room ini. Dua orang perempuan yang

i. Tidak seperti Mas Seno. Dia malah memberikan gaun pengantin bekas R

epannya, Tiwi dan Icha nyengir. Dibalik sifatnya yang lembut, Arimbi

i-hati mendoakan hal-hal jelek pada orang lain lho, Mbak. Takut

rtinya Mbak harus mengubahnya di bagian pinggang dan perut. Buka

an cerdas bercampur sarkas Arimbi. Dari kalimat ambigu Arimbi, mereka juga su

ggeng sampai Mahmud memisahkan. Eh maut memisahkan," imbuh Ar

dak sabar untuk memamerkan keb

esem-mesem, karena kesusahan menahan senyum. Kekhawatirannya dengan Icha akan ber

uk bersisian dengan Ganesha yang sudah mengenakan jas abu-abu pesanannya t

Hanya saja, Ganesha lebih bisa menyembunyikan ketidaknyamanannya. Air muka Ganesha datar se

oleh Mbak Rimbi." Tiwi memecah keheningan dua p

sekali kamu memakainya." Ganesha mematikan p

erima kasih karena Mas sudah memesan ke

emaki-maki laki-laki lemah iman di samping Ganesha. Entah apa maksud Seno membaw

rnanya. Norak dan murahan. Tidak ada bling-blingnya lagi. K

lama berbicara, Nina juga dengan susah payah menahan napasnya. Kalau

signer gaun pengantin

a tiba, tersinggung. Ia sudah belasan tahun melayani jasa merancang kebaya dan gaun pernikahan par

uran dasar dari kami, para designer, dalam menilai fashion dan model terkini. Anda harus bisa membuktikan di bagian mana gaun rancangan saya yang sudah masuk dalam majalah br

norak dan murahan oleh orang yang bukan siapa-siapa. Makanya ia siap me

redakan kemarahan sang pera

l bicara. Gue mewakil

anjang. Nina telah menghina seorang desainer senior ha

sesuai dengan selera calon istri lo yang tidak biasa. Mungkin gaun berwarna kuning terang d

dakan bahwa ia sangat tersinggun

atu yang level belum nyampe di lo. Lebih baik lo komentarin aja k

opik pembicaraan ke a

n, gue angkat jempol buat lo. Lo bisa menambahi satu karya seni tanpa m

permata alih-alih batu kali. Selamat ya, Sha. Hidup lo pasti akan lebih tenan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lelaki Kedua
Lelaki Kedua
“Arimbi Maulida merasa dunianya runtuh saat Nina, sepupunya, membawa buku nikahnya dengan Seno Caturrangga, calon suami Arimbi, ke hadapannya seluruh keluarga besar. Nina mengaku telah dinikahi Seno secara hukum dan agama dua hari yang lalu. Dengan kata lain, Seno adalah suaminya sahnya saat ini. Padahal seminggu ke depan, Arimbi dan Seno akan melangsungkan pernikahan, setelah tiga tahun berpacaran. Undangan pun sudah terlanjur disebar. Pihak kedua keluarga geger. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Seno dan Nina menjalin hubungan di belakang Arimbi hingga Nina hamil. Arimbi pada akhirnya mengalah. Ia ikhlas kalau pernikahannya dibatalkan. Namun Handoyo, ayah Arimbi tidak setuju untuk membatalkan pernikahan. Handoyo meminta pertanggungjawaban keluarga Seno yang telah mempermalukan keluarga besar mereka. Keputusan yang dianggap paling tepat pun diambil. Adalah seorang Ganesha Caturrangga, kakak kandung Seno yang belum menikah, diminta untuk menggantikan Seno di pelaminan. Arimbi tentu saja menolak. Selain ia tidak mencintai Ganesha, sejujurnya ia takut pada Ganesha. Ganesha itu sangat dingin dan tidak punya hati. Menurut Menik, sahabatnya, yang dulunya adalah pacar Ganesha, Ganesha itu workoholic. Hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja. Ganesha tidak pernah mencintai siapapun kecuali pekerjaannya. Namun karena desakan keluarga besarnya yang beralasan malu besar apabila Arimbi tidak jadi menikah, Arimbi terpaksa menerima keputusan keluarga besar mereka. Bagaimana nasib Arimbi setelah menjadi istri Ganesha? Bagaimana pula usaha Seno untuk kembali meraih hati Arimbi setelah Nina ketahuan berbohong soal kehamilannya? "Bagi saya, kamu itu cuma beban tambahan, yang lagi-lagi disampirkan keluarga di pundak saya. -Ganesha Caturrangga- "Saya juga tidak pernah ingin ada di posisi ini. Menjadi istrimu itu sialnya tujuh turunan, delapan tanjakan dan sembilan tikungan tajam. -Arimbi Maulida-”
1 Bab 1 1. Awal Mula Bencana.2 Bab 2 Pertukaran Mempelai.3 Bab 3 Borok Yang Terungkap.4 Bab 4 Pertemuan Tanpa Sengaja5 Bab 5 Pernikahan Pura-Pura.6 Bab 6 Aturan Dalam Pernikahan.7 Bab 7 Keanehan Ganesha.8 Bab 8 Rumah Masa Depan Mantan 9 Bab 9 Iri Dengki Penyakit Hati.10 Bab 10 Keucap Rupanya!11 Bab 11 Intimidasi Tipis-Tipis.12 Bab 12 Bertemu Mantan. 13 Bab 13 Sindiran Maut.14 Bab 14 Modus Tipis-Tipis.15 Bab 15 Naik Turun Enak Banget!16 Bab 16 Perasaan Dicintai.17 Bab 17 Bertemu Bestie.18 Bab 18 Musuh Dalam Selimut.19 Bab 19 Dunia Tipu-Tipu.20 Bab 20 Terlanjur Basah, Mandi Sekalian.21 Bab 21 Pembelaan Seorang Suami.22 Bab 22 Apakah Cinta Menular 23 Bab 23 Jatuh Cinta 24 Bab 24 Sampah Ketemu Tongnya.25 Bab 25 Salah Paham.26 Bab 26 Karma27 Bab 27 Bertemu Mantan.28 Bab 28 Konten Diiringi Hati.29 Bab 29 Masa Lalu Kelabu.30 Bab 30 Kebohongan.31 Bab 31 Karma.32 Bab 32 Ucapan Maaf Yang Terlambat.33 Bab 33 Balas Dendam Untuk Sandra.34 Bab 34 Termakan Muslihat Sendiri.35 Bab 35 Cinta Versi Ganesha.36 Bab 36 Jadi Istri Sesungguhnya 37 Bab 37 Senjata Makan Nona.38 Bab 38 Semua Karena Cinta.39 Bab 39 Kembali Diuji.40 Bab 40 Kepercayaan Mutlak.41 Bab 41 Curiga.42 Bab 42 Persekutuan Jahat.43 Bab 43 Ketahuan!44 Bab 44 Membongkar Kebusukan.45 Bab 45 Jangan Memaksa Cinta.46 Bab 46 Tegang!47 Bab 47 Selamat.48 Bab 48 Kembali Terungkap.49 Bab 49 Permintaan Maaf.50 Bab 50 Makin Cinta.51 Bab 51 Hari Bahagia.52 Bab 52 Akhir Bahagia (END)