icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lelaki Kedua

Bab 5 Pernikahan Pura-Pura.

Jumlah Kata:2015    |    Dirilis Pada: 02/06/2023

dalam room 214, membua

uka dulu pintunya." Arimbi meminta, perias pengantin

. Tebakan Arimbi benar. Kepala ibunya mun

harus ada di pelaminan. Tamu-tamunya sudah pad

hanya merapikan gaun Arimb

mulai ramai. Duh, Rimbi.

rharu melihat kecantikan anak gadisnya yang akan segera menjadi istri orang. Rasa har

an hati yang luar biasa untuk berada dalam posisi putrinya. Dihianati oleh calon suami dan s

erlu berterima kasih juga. Kecantikan Rimbi ini adalah titisan

Mata ibunya yang berair telah menjelaskan semuanya. Nasibnya memang menyedihkan. N

i Ibu karena kamu menuruni mata tajam ayahmu. Ya sudah, Ibu menyambut tamu-tam

mbi dengan Ganesha pun masih merupakan teka teki. Namun sebagai orang tua,

t, betapa Ganesha kerap menyempatkan diri menemani ayahnya check up ke dokter, ataupun mengantar ibunya ke salo

. Menurut pengalaman hidup Bu Ambar, laki-laki yang menyayangi ibunya, jug

nya. Bahwa ia kerapkali menjumpai Ganesha bersama

kan Ganesha pada Arimbi. Kalau tanpa pertimbangan yang kuat, mana mungkin mereka sebagai orang tua ma

eperti Ganesha lah, yang biasanya bisa menjaga cinta. Type or

anan dan hambar diakhir cerita. Semoga saja apa yang d

i pengantin yang menatapnya balik ini terlihat bimbang. Ada begitu banyak keraguan di kedua matanya

esha ini sangat tertutup dan misterius. Ia mengenal Ganesha hanya melalui cerita-cerita Seno dan juga Menik. Dari apa yang mereka berdua ceritakan, Arimbi sudah bisa menarik satu kesimpulan.

meminta apapun pada Seno. Kalau hanya sekedar makan-makan atau hadiah- hadiah kecil yang Seno berikan pada moment-moment tertentu ; seperti saat ia berulang tahun atau valentin

stri Ganesha. Entah apalagi kelak, julukan

amu sudah sah menjadi nyonya Ganesha Caturangga. Sudah sangat telat jika kamu menyesaliny

berwarna putih gading dengan bagian dada berbentuk huruf V model see through alias menerawang. Sementara di bagian pinggang menyempit dan

ikannya ini tidak bisa menutupi kepanikan di kedua matanya. Bukan pernikahan seperti ini yang i

epertinya ibunya sudah tidak s

n. Sepertinya ibu sudah tidak s

rwarna hitam dan dasi kupu-kupu berwarna senada, Ganesha terlihat gagah dan berwibawa. Dalam keadaan rapi begini, sekilas Arimbi melihat bayangan Seno di wajah Ganesha. Darah memang tidak bisa berbohong. Walau wajah Se

a melirik Tince. Ada tatapan meminta Tince untuk meningg

an ya, Rimbi? Nanti yey menyusu

h menuju ballroom. Tince mengerti. Ada hal yang ingin Ganesha bicarakan secara pribadi dengan Arimbi. Dirinya juga tahu kalau

kan pinggulnya di tepi ranjang. Ganesha tidak menjawab. Ia menutu

n di bawa ke mana a

i ngeri mendengarnya. Namun bibirnya

ginnya bagaimana?" Ar

kita, tepatnya." Ganesha menekanka

ng ingin Mas katakan. Nanti s

pertanyaan seraya menatap Arimbi dalam-dalam. Ia ingin mendengar jaw

no, ia hanya bertemu dengan Ganesha beberapa kali. Itu pun jikalau ada acara-acara keluarga yang memang mengharuskan mereka semu

emi nama baik keluarga kita berdua. Tidak ada urusan cinta ataupun perasaan sentimentil lainnya. Oleh karenanya, saya

amanya ini lah yang paling ia takutkan. Bayangan bahwa ia harus berkasih mesra dengan laki-laki yang seharusnya ia panggil kakak ipar, membuatnya genta

gin memperjelas situasi dan kondisi pernikahan kita." Gane

atanan bermasyarakat. Tetapi apabila kita telah berada di dalam kamar, maka kita ad

pa lama?" ta

gi berada dalam perkawinan ini. Kalau kamu sudah menemukan salah satu dari ked

h, Ganesha tidak

wanita lain, atau sudah tidak nyaman dengan pernikahan ini, maka Ma

menggele

asalah kenyamanan, kita sudah berjanji bahwa kita tidak akan mencampuri uru

nmu, kecuali kamu yang memintanya. Sampai d

ncampuri urusan pribadi satu sama lain. Kalau saya tidak nyaman atau menemukan laki-laki yang saya cin

sha mengacung

? Kamu set

ini win win solution. Tentu saja ia setuju. Mereka toh

terindah dan wajah sepasang mempelai yang tengah berbahagia. Ingat

harapan sekecil apapun padanya. Sebrengsek-brengseknya Seno, dia tetap

ankan memberi harapan, saya bahkan

adalah kakak iparnya. Justru Seno yang sekarang harus memangg

aya tidak akan berbicara pada Sen

tatanan bermasyarakat kita adalah suami istri. Jadi kit

rdiri. Namun ia kembali terduduk. Gaun megar berikut v

Arimbi menyambut juga uluran tangan Ganesha. Arimbi menumpukan lengann

214, mereka berdua berjala

a adalah pasangan

ha. Ganesha menyambut hangat dan berjalan mesra di sepanjang koridor hotel menuju

ha tiba di ballroom. Sebagian besar tamu memang penasaran saat mengetahui telah terjad

sepasang mempelai lainnya. Ya, Seno dan Nina memang mengadakan resepsi di hotel ini

ntuhan kecil di antara keduanya terlihat sangat alami. Seperti itu jualah Seno dan Nina memanda

an raut wajah nelangsa. Sementara Nina menatap bengis wajah Arimbi y

a. Karena aku akan kembali melenyapkan tawa itu da

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lelaki Kedua
Lelaki Kedua
“Arimbi Maulida merasa dunianya runtuh saat Nina, sepupunya, membawa buku nikahnya dengan Seno Caturrangga, calon suami Arimbi, ke hadapannya seluruh keluarga besar. Nina mengaku telah dinikahi Seno secara hukum dan agama dua hari yang lalu. Dengan kata lain, Seno adalah suaminya sahnya saat ini. Padahal seminggu ke depan, Arimbi dan Seno akan melangsungkan pernikahan, setelah tiga tahun berpacaran. Undangan pun sudah terlanjur disebar. Pihak kedua keluarga geger. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Seno dan Nina menjalin hubungan di belakang Arimbi hingga Nina hamil. Arimbi pada akhirnya mengalah. Ia ikhlas kalau pernikahannya dibatalkan. Namun Handoyo, ayah Arimbi tidak setuju untuk membatalkan pernikahan. Handoyo meminta pertanggungjawaban keluarga Seno yang telah mempermalukan keluarga besar mereka. Keputusan yang dianggap paling tepat pun diambil. Adalah seorang Ganesha Caturrangga, kakak kandung Seno yang belum menikah, diminta untuk menggantikan Seno di pelaminan. Arimbi tentu saja menolak. Selain ia tidak mencintai Ganesha, sejujurnya ia takut pada Ganesha. Ganesha itu sangat dingin dan tidak punya hati. Menurut Menik, sahabatnya, yang dulunya adalah pacar Ganesha, Ganesha itu workoholic. Hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja. Ganesha tidak pernah mencintai siapapun kecuali pekerjaannya. Namun karena desakan keluarga besarnya yang beralasan malu besar apabila Arimbi tidak jadi menikah, Arimbi terpaksa menerima keputusan keluarga besar mereka. Bagaimana nasib Arimbi setelah menjadi istri Ganesha? Bagaimana pula usaha Seno untuk kembali meraih hati Arimbi setelah Nina ketahuan berbohong soal kehamilannya? "Bagi saya, kamu itu cuma beban tambahan, yang lagi-lagi disampirkan keluarga di pundak saya. -Ganesha Caturrangga- "Saya juga tidak pernah ingin ada di posisi ini. Menjadi istrimu itu sialnya tujuh turunan, delapan tanjakan dan sembilan tikungan tajam. -Arimbi Maulida-”
1 Bab 1 1. Awal Mula Bencana.2 Bab 2 Pertukaran Mempelai.3 Bab 3 Borok Yang Terungkap.4 Bab 4 Pertemuan Tanpa Sengaja5 Bab 5 Pernikahan Pura-Pura.6 Bab 6 Aturan Dalam Pernikahan.7 Bab 7 Keanehan Ganesha.8 Bab 8 Rumah Masa Depan Mantan 9 Bab 9 Iri Dengki Penyakit Hati.10 Bab 10 Keucap Rupanya!11 Bab 11 Intimidasi Tipis-Tipis.12 Bab 12 Bertemu Mantan. 13 Bab 13 Sindiran Maut.14 Bab 14 Modus Tipis-Tipis.15 Bab 15 Naik Turun Enak Banget!16 Bab 16 Perasaan Dicintai.17 Bab 17 Bertemu Bestie.18 Bab 18 Musuh Dalam Selimut.19 Bab 19 Dunia Tipu-Tipu.20 Bab 20 Terlanjur Basah, Mandi Sekalian.21 Bab 21 Pembelaan Seorang Suami.22 Bab 22 Apakah Cinta Menular 23 Bab 23 Jatuh Cinta 24 Bab 24 Sampah Ketemu Tongnya.25 Bab 25 Salah Paham.26 Bab 26 Karma27 Bab 27 Bertemu Mantan.28 Bab 28 Konten Diiringi Hati.29 Bab 29 Masa Lalu Kelabu.30 Bab 30 Kebohongan.31 Bab 31 Karma.32 Bab 32 Ucapan Maaf Yang Terlambat.33 Bab 33 Balas Dendam Untuk Sandra.34 Bab 34 Termakan Muslihat Sendiri.35 Bab 35 Cinta Versi Ganesha.36 Bab 36 Jadi Istri Sesungguhnya 37 Bab 37 Senjata Makan Nona.38 Bab 38 Semua Karena Cinta.39 Bab 39 Kembali Diuji.40 Bab 40 Kepercayaan Mutlak.41 Bab 41 Curiga.42 Bab 42 Persekutuan Jahat.43 Bab 43 Ketahuan!44 Bab 44 Membongkar Kebusukan.45 Bab 45 Jangan Memaksa Cinta.46 Bab 46 Tegang!47 Bab 47 Selamat.48 Bab 48 Kembali Terungkap.49 Bab 49 Permintaan Maaf.50 Bab 50 Makin Cinta.51 Bab 51 Hari Bahagia.52 Bab 52 Akhir Bahagia (END)