icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Penguasa Dewa Naga

Bab 5 Perjanjian

Jumlah Kata:685    |    Dirilis Pada: 11/04/2023

" sapa sang gadis sambil

," jawabnya cue

ni?" lanjutnya samb

, namun malah mengeluarkan sebuti

Akara dan ditaruhnya

a i

ah dan bekas luka itu ak

ra sambil mengulurkan kemba

s bertopeng kini ber

ndiri. Itu akan menjadi milik para gadis yang menjad

i wajahnya perlahan-lahan mengecil, dan tidak lama kemudian hilang tanpa be

l mengayunkan kakinya di permukaan air sungai. Lagi

ka denganmu selain aku," ujar gadis bertopeng sambi

ri!" Akara menoleh, lalu

gadis bertope

iak Akara terbata

ada pergerakan sedikitpun. Lama-lama Akara

berdiri tegap kembali, membuat eksp

erunya dengan

ah teknik latihan rana

tak kegirangan dan tanpa pikir panjang mengiy

luka sedikitpun di tubuhmu. Kalaupun kam

ama!" teriak Akara sampai-sa

goda Akara, dengan mengeluarkan dua buah

ara tanpa basa-basi dan

-tiba berada di depan Akara d

ra, kemudian berja

tiba gadis itu berbalik dan m

sontak berbalik dan menerjang u

g. Dia terlihat seakan lebih ringan dari bulu yang tertiup angin. Gaun merah mudanya berayun bebas saa

n!" teriak Akara, berus

amaku!" Ia mencopot topengnya perlahan, memperlihatk

ke arah alis, kini bibir manisnya terseny

tu hanya tersenyum, lalu memasang kembali

pepohonan di hutan, menjauh dari sungai, mem

ti! Kem

ting pohon, lalu melepaskannya

ak

pohon tadi mengenai wajah anak k

alau wajahnya ada bekas memerah se

t perjanjian kita tadi?" Lisa be

iak Akara membuat

mundur, hingga tidak memperhatikan bah

ara berteriak panik da

a berbalik badan, namun ranting

uk

ta gadis itu sudah berhenti tepat di depan ranting. Wajahnya hanya berjarak

dapat dilihat dari caranya m

ik badan, memperlihatkan luka leba

ku?" Lisa kini terbang mengitari anak kecil yang seda

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Penguasa Dewa Naga
Penguasa Dewa Naga
“Akara, seorang anak yang memiliki ambisi kuat untuk menjadi master aura terkuat menemui titik tumpulnya. Saat pembukaan aura ranah, ia tidak dapat memadatkan energinya, bahkan satu bintang energipun. Pemadatan aura ranah yang seharusnya dapat dilakukan setiap orang, namun tidak dengan dirinya. Ejekan dan tatapan yang mengasihaninya, membuat Akara kesal dan malah tambah memantapkan dirinya. Persetan dengan bakat, persetan dengan takdir! Gelar master aura terkuat akan aku miliki bagaimanapun caranya! Semua itu bukan karena bakat, tapi dengan kerja keras dan strategi yang matang.. Kalian yang dianggap jenius yang berbakat, akan aku buat tidak berkutik melawanku! Akan aku buat takdirku sendiri! Walaupun harus melawan Dewa sekalipun, pasti akan aku lakukan dan akan aku lampaui! Perkataan emosional dari seorang bocah, namun ternyata bukan isapan jempol belaka. Mereka tidak tau siapa dirinya sebenarnya. Orang yang bahkan ditakuti oleh seorang Dewa sekalipun. Masa lalu dan masa depan mampu ia kendalikan dengan mudahnya. Lalu kenapa dia ada di dunia ini? Siapakah dia sebenarnya yang saat ini hanya dianggap sebagai sampah? Penguasa Dewa Naga, tidak hanya menjadi pemimpin para Naga, namun juga para Dewa Naga yang eksistensinya ditakuti di berbagai alam semesta.”