icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Jadilah Milikku, Nona Sekretaris

Bab 5 Berhenti Mengeluh

Jumlah Kata:1280    |    Dirilis Pada: 08/04/2023

Mia?" tanya Julian dengan mata berbinar-binar. Sudut

da menunggu sampai waktunya pulang? Saya tid

selidik Julian dengan a

a rasa, tantangan itu akan menghantui pikiran Anda seharian. Sa

enang saja, aku tidak akan terpengaruh. Lagipula, hari ini sudah tidak ada pertemuan

ituk

, sang pria

menarik kursi di depan meja

Anda. Masing-masing merepresentasikan kebe

ya Julian dengan s

dengan sifat egois? Jika egoisme berarti hanya mementingkan diri sendir

engirimkan sinyal kepada Mia untuk berhenti bicara. "Apakah mung

ngkat bahu. "Entahlah, tantangan ked

nap

jika nanti tidak terlaksana. Itu hanya akan membuang waktu dan sua

emehkanku?" gerutu Julian

eremehkan, tapi memprediksi masa depan. Kemungkinan

sang pria otomatis mengepal. "Kenapa seren

ari tantangan ini. Kemarin, Tuan berkata ingin membuktik

ah menggebrak meja dengan semangat. "Baiklah! Berarti, kau harus men

guk. "Ya. Tapi jika sebaliknya, Anda harus berhe

n yang terlalu kejam," prote

iki firasat akan gagal?" tantang

al. "Baiklah! Lagipula, kegagalan itu tidak akan

g misterius. "Jadi, apakah Anda siap menghadapinya akhir pek

sa menganggapnya sebagai kencan?" tany

nyodorkan tablet yang menampilkan

sembari meneliti gamba

pingsan, itu berarti Anda sudah berhasil menjadi

ai memucat. "T-tunggu dulu. Apakah kau serius?

h saja sekarang," sahut M

ahitan ususku kembali terbuka, apakah kau mau bertanggung jawab?" ta

orang teman yang bekerja di sana. Dia mengataka

yai ucapannya? Dia bekerja di sana, Mia. Tentu saja dia menjawab begitu. Temanmu itu

i, saya juga bertanya kepada dokter. Jawabannya sam

CEO mulai meringis. "Tapi, itu terlihat ting

nggiannya sek

" seru pria yang mengira telinganya salah mendengar. Namun, begitu s

tanya Mia dengan tampang tanpa dosa. Gadis itu tern

ku menerima tantangan, kemungkinan besar, aku akan mati terkena serangan jantung di udara. Tapi, jika aku menolak

ain untuk terjun bersamaku?" tanya

uan ingin men

Aku hanya perlu terjun dan tetap sadar, 'kan?" t

g tegas. "Tuan Max tidak bol

nap

gkat menyentuh kepala. "Karena d

tidak boleh, sedangkan aku yang pernah menjalani operasi lebih

ax," ucap Mia datar. Ia tidak habis pikir mengapa dirinya bisa jatuh cint

ng CEO menghela napas tak berdaya. "Baikla

at dalam kepala. Ternyata, Mia memang sangat mengenal dirinya. Tantangan it

*

a Max begitu melihat sang kaka

riella, Julian membalas tatapan sang adik dengan wajah tanpa hara

Max dan Gabri

ee ju

an tawa. Bayi yang sedang asyik menjilati

as ini," celetuk Max samb

asah keberanian Julian," sambung Gabriella sembari memer

yaya

-geleng kecewa. "Kenapa kalian malah mendukung Mia? Apakah kalian tidak k

ak mengulurkan tangan, menepuk pundak sang kakak. "Sudahlah, da

k mati, Max," sambung Jul

anya melompat dengan tali pengaman,

itulah, aku menyiapkan surat warisan untuk Cayden. Jika

sang bayi den

ha, Cayden," angguk Gabriella sambil m

enggelengkan kepala. Telunjuknya terayun-

ajah Julian akhirnya sedikit berwarna.

g bayi pun risih dengan sikapmu ini, Julian," c

iki," ucapnya penuh sesal. Sedetik kemudian, ia menepuk tangan hingga Cayden tersentak. "Baiklah! Mula

sedang kal

pintu. Begitu melihat seorang pria tua yang be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
“Julian Evans adalah salah satu CEO terbaik di dunia, pemuda kaya nan tampan yang terkenal romantis. Siapa yang berani menolak pria sehebat itu kalau bukan sekretarisnya sendiri? Tak peduli seberapa besar perjuangan pria itu mengejarnya, sang gadis tetap menutup hati, walau di dalamnya ada cinta yang berbalas. Mia Sanders hanyalah anak sopir dan pelayan keluarga Evans yang dididik untuk menjadi sekretaris andal. Tujuan hidupnya adalah membahagiakan orang tua dan membalas budi baik keluarga Evans. Karena itulah, ia tidak berani membantah. Hubungannya dengan Julian Evans memang sebuah petaka yang harus dihindari. "Saya heran kenapa Anda bersikeras memercayai hal yang tidak nyata. Cinta di antara kita hanyalah angan-angan." "Kalau begitu, beri aku tantangan. Jika aku bisa menyelesaikannya, kuharap tidak ada lagi keraguan dalam hatimu. Aku memang serius mencintaimu dan rela melakukan apa saja demi bisa hidup bersamamu." Apa yang terjadi selanjutnya? Mampukah Julian meluluhkan hati sang sekretaris dan meyakinkannya bahwa cinta mereka layak diperjuangkan?”