searchIcon closeIcon
Batalkan
Beranda / MENOLAK NAFKAH BATIN
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENOLAK NAFKAH BATIN

Cerita Penggenjrotan

Cerita Penggenjrotan

Neilsen_Tzy
Warning!!! Khusus 18+++ Di bawah 18+++ alangkah baiknya jangan dicoba-coba.
LGBT+ R18+Cerita MenegangkanPerkosaanKencan OnlineBudak seksualCabul Urban
Unduh Buku di App

Pengalaman ini terjadi ketika saya baru saja lulus SMA dan sedang persiapan mendaftarkan diri ke perguruan tinggi. Saya termasuk cowok yang bertampang lumayan, cukup pintar, dan berperawakan sedang. Panggil saja saya, Budi. Selama di SMA, saya mempunyai kelompok teman yang selalu bermain bersama, 4 anak laki-laki dan 7 anak perempuan.

Sebagian besar teman-teman saya melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri karena memang sekolah saya termasuk sekolah elite di kota J yang menghasilkan siswa-siswi dengan hasil lulusan yang cukup baik. Karena saya berasal dari keluarga ekonomi menengah, pilihan sekolah ke luar negeri menjadi tidak mungkin.

Dari kelompok kami hanya tersisa 3 teman perempuan dan saya. Kami bingung mau melanjutkan ke mana, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk ke kota B yang mempunyai beberapa universitas swasta dan negeri yang cukup terkenal. Saya, Rika, Nova, dan Jenni memutuskan untuk mendaftar bersama ke kota B.

Di sinilah petualangan kami dimulai. Kami berkumpul bersama di rumah Jenni dan orang tuanya meminjamkan mobil mereka untuk kami pakai. Kami memang sering pergi berkelompok dengan meminjam mobil orang tua dan kadang sampai menginap beberapa hari di luar kota. Jadi pada saat kami pergi, orang tua teman-temanku tanpa curiga mengijinkan putri-putri mereka berangkat ke kota B dan menginap tiga malam di sana. Sekalian liburan kata kami.

Perjalanan ke kota B berjalan lancar dan kami menghadapi ujian masuk dengan kepercayaan tinggi. Maklum, kami semua termasuk berotak encer. Sore hari kami setelah selesai ujian masuk, kami segera mencari penginapan yang terkenal dengan daerah sejuknya di sekitar kota B. Kami menyelesaikan administrasi dan segera masuk ke kamar.

"Wah! Ternyata kamarnya besar juga yah! Ada ruang tamunya lagi," kataku.

"Budi, kamu tidur di sofa aja yah! Kita berdua ambil ranjangnya!" sahut Nova.

"Yah ... curang ... kan baru kali ini saya menginap bareng perempuan dalam satu kamar! Siapa tahu ...." komplainku.

"Maunya ..." kata Jenni sambil mendorong diriku ke arah sofa.

Kami semua menjatuhkan pantat di sofa sambil melepas lelah. Setelah berbincang selama setengah jam mengenai soal-soal ujian masuk tadi siang, kami pun bergantian mandi menyegarkan badan.

Kami pun memesan makan malam dari room service karena kami terlalu lelah untuk keluar mencari makan. Rika akan menyusul besok pagi dan ketemuan di kota B. Dia sudah menghadapi ujian masuk seminggu lalu. Pilihan universitasnya berbeda. Oh iya, saya belum menjelaskan penampilan teman-teman saya.

Rika : Gadis ini pemalu dengan badan kecil yang sangat indah. Saya tahu ini karena Rika sangat suka memakai baju yang menunjukkan lekuk badannya. Dadanya berukuran sedang saja, 34B (saya tahu setelah melihat Bra-nya dan bra yang lain nanti). Kecil-kecil imut merupakan kesan yang diberikannya. Senyumnya manis sekali.

Nova: Gadis ini juga berbadan kecil tetapi dengan dada yang terlihat jauh lebih besar daripada milik Rika. 34C ukuran branya. Mulutnya kecil dengan bibir tipis yang memberikan senyum menggoda. Hampir semua anak laki-laki di sekolahku mengejar dia. Manis dengan dada besar. Siapa yang tidak tertarik?

Jenni: Gadis bertubuh jangkung yang senang memakai kaos longgar dan berjiwa bebas. Asyik diajak bertukar pikiran, pintar, dan sedikit tomboi. Senang sekali olahraga dan sangat jago bermain volley. Paling enak jadi lawan mainnya di lapangan. Posisiku sebagai tosser sering membuatku berada di depan net dan berhadapan muka dengan Jenni. Posisi siap menerima bola dan kaos longgarnya sering mengganggu konsentrasiku di lapangan.

Jenni: "Maul ngapain nih? Baru jam 6 sore kita dah selesai makan malam."

Nova: "Kita main kartu aja yuk"

Budi : "Memangnya bawa?"

Nova: "Bawa kok. Rika, ayo dikeluarin. Kita main poker aja. Pakai uang bohongan aja. Biar seru ada taruhannya."

Kami pun bermain selama satu jam ketika Nova menyeletuk.

Nova: "Tidak seru nih ... bosan ... gimana kalau dibuat lebih seru?"

Budi : "Maksud kamu, Nov?"

Nova: "Strip poker !!"

"Gila kamu, Nov!"

Nova: "Kaga berani?"

Saya lagi terpatung dengan keberanian ide Nova.

Jenni: "Siapa takut? Berani kok walau ada Budi!"

Pipi saya jadi memerah dan berasa panas. Ada rasa malu juga. Glek ... saya menelan ludah ... Ada kemungkinan dua gadis muda cantik akan telanjang di depanku.

Nova: "Berani tidak, Bud? Diam aja. Malu yah telanjang di depan cewek-cewek?"

Wah, otakku langsung berputar cepat. Harus memikirkan semua kemungkinan. Jangan sampai saya kalah dan tidak melihat gadis-gadis telanjang.

Budi: "Berani dong! Tapi nanti kalian curang, kaga berani buka beneran!"

Nova: "Kalau ada yang kaga berani buka, kita semua yang paksa buka! Setuju tidak?"

Kita semua menganggukkan kepala menandakan persetujuan. Jantungku makin berdebar kencang dan joniku mulai mengeras karena kemungkinan kejadian di depan mata.

Budi: "Ya dah ... Aturannya gimana nih Nov?"

Nova: "Kita semua punya modal 1000. Taruhannya setiap kelipatan 10 dan paling besar 100. Kalau modal 1000 habis, gadaikan pakaian dengan harga 500. Setuju?"

Kami semua setuju.

Budi: "Kita main sampai kapan? Sampai satu orang bugil atau sampai semua bugil?"

Nova: "Sampai semua bugil dong! Biar adil!!"

Jenni: "Ok deh. Tapi kasihan Budi dong. Dia kan paling cuma punya 3 potong baju. maksudnya cuma kaos, celana dan celana dalam. Kita cewek-cewek kan kelebihan bra."

Nova: "Iya yah ... ya udah biar adil, kita semua lepas bra deh."

Nova langsung dengan cekatan melepas bra merah mudanya tanpa melepaskan kaos dan melemparkan branya ke mukaku. Harumnya bra langsung memenuhi hidungku. Tanpa kusadari bra kedua pun mendarat di mukaku. Ini milik Jenni. Bra dengan warna cream kulit.

Hahahahaha ... kamipun tertawa bersama.

Nova: "Ayo mulai! Sudah adil kan, Bud? Kita masing-masing cuma punya 3 modal."

Budi: "Sebentar ... pakaian yang sudah ditanggalkan bisa dipakai lagi ga?"

Nova: "Hm ... TIDAK BOLEH! Yang sudah lepas, tidak boleh dipakai lagi!"

Budi : "Kalau yang sudah bugil kalah lagi gimana? Kan modalnya habis!!"

Nova: "Banyak nanya yah kamu, Bud! Gimana Jen?"

Jenni: "Boleh dipegang-pegang deh sama yang menang. Dipegang-pegang selama 1 menit!"

Wah asyik nih peraturannya ... tetapi otakku sudah mulai pindah ke joni nih ..

"Pegang doang kaga seru ah, gimana kalo dadanya dihisap-hisap!"

Nova: "Ih kamu, Bud .... Mau dong!!"

Dengan suara manisnya sambil melirik nakal ke arahku! Jenni dan Nova tertawa terbahak-bahak.

Nova: "Tapi kalau kamu yang sudah bugil dan kalah gimana, Bud? Saya hisap tititnya yah!!"

Jenni: "Wah saya juga mau hisap titit Budi!"

Benar-benar tidak disangka! 3 tahun bersama di SMA, saya tidak menyangka teman-temanku ini nakal juga. Permainan pun dimulai. Keahlianku bermain strip poker di komputer ternyata sangat bermanfaat.

Jenni segera kehilangan modal awal sehingga harus menggadaikan modal berikutnya. Jenni hendak membuka celananya, tetapi dicegah oleh Nova.

Nova :"Wah kaga boleh sendiri yang nentuin buka celana. Budi, mau suruh Jenni buka apa?"

Wow, thanks Nova! Aku teringat kalau mereka sudah lepas bra, tentunya dengan melepas kaos, dada Jenni akan terbuka.

Budi: "Tentu saja kaos dong. Kapan lagi bisa lihat payudara dari dekat!"

Jenni dengan malu-malu mulai melepas kaosnya dan dengan segera menutupi puting dadanya dengan satu tangan. Saya terkesima dengan pandangan indah di depan mata. Animasi strip poker di permainan komputer tidak seindah pemandangan di depan mata.

Nova: "Jen ... mana boleh ditutupin dadanya. Buka dong!"

Nova menggaet tangan penutup dadanya dengan segera.

Jenni sedikit memberontak sambil memerah wajahnya. Jenni tertarik tangannya, memperlihatkan dada terbuka dan menggantung indah di depan wajahku. Glek ... saya menelan ludah.

Jenni: "Bud, tutup mulut dong ... Masa sampai menganga terbuka gitu melihat dada gue." Jenni dan Nova tertawa.

Ini membuat Jenni jadi relaks dan pasrah dadanya terpampang jelas. Wah kalo mereka serius kayak gini, mendingan saya kalah saja. Mengingat kalau kalah terus, tititku akan dihisap selama 1 menit setiap kekalahan. Hahahaha ... otakku kotor juga. Maka dilanjutkanlah permainan.

Dengan segera saya menjadikan diri telanjang. Celana dalam saya buka perlahan-lahan memperlihatkan titit yang sudah mengeras sejak tadi. Saat itu, Nova, dengan dada montoknya pun tinggal celana dalam saja. Kedua gadis ini memperhatikan celana dalamku dengan seksama sambil menahan napas menunggu tititku seluruhnya terlihat.

Nova: "Wah sudah keras yah, Bud! Bagus lho bentuknya!"

Budi: "Gimana tidak keras ... ngelihat dua pasang dada yang bagus-bagus!"

Rupa-rupanya Nova sudah tidak tahan lagi. Aku langsung ditabraknya dan tititku langsung dipegangnya. Dengan gemas Nova mulai mengocok tititku sambil sesekali dijilatnya. Tentu saja saya tidak tinggal diam. Tanganku mulai meremas-remas dada Nova yang cukup besar. Tidak cukup dengan remasan, akhirnya aku meraup dada kiri dan mulai menghisapnya.

"Ahh ... Enak banget, Bud! Terus hisap ..." Sambil menghisap dada Nova, tanganku mulai melepaskan celana dalamnya.

Karena saya tidak mau melepaskan hisapan, tentu saja melepaskan celana dalam jadi lebih sulit. Nova membantu dengan melepaskan celana dalamnya sendiri. Tititku yang menjadi lepas dari pegangan Nova, langsung disambut Jenni dengan kulumannya. Mimpi apa semalam. Dua gadis sudah mengulum tititku. Kami pun pindah ke ranjang. Saya berbaring di ranjang dengan titit menjulang langit. Nova melanjutkan memberikan dadanya untuk saya hisap dan Jenni kembali mengulum tititku.

Tangan saya mulai bergerilya ke va***a Nova. Basah. Licin. Saya pun mulai menggesekkan jari ke bibirnya. Licin sekali. Nova pun mendesah dengan kenikmatan yang dialaminya di bawah. Jenni yang melihat Nova mengalami kenikmatan, mengubah posisi pantatnya ke sebelah mukaku.

Badan jenjangnya memang membuat posisi hampir 69 tersebut sangat mudah terjadi. Tanganku pun menggosok va***a Jenni yang juga sudah sangat basah. Tangan kiri di va***a Jenni, tangan kanan di va***a Nova. Kukocok keduanya dengan kelembutan yang lama-lama bertambah cepat. Jenni dan Nova blingsatan dibuatnya.

Jenni berguncang hebat sampai melepaskan hisapan di tititku dan mengeluarkan lenguhan panjang yang sangat seksi. Nova menyusul dengan teriakan yang tidak kalah seksinya. Keduanya terjatuh di kiri kananku dengan lemasnya. Aku yang sudah tegangan tinggi tidak mau tinggal diam.

Aku menghampiri Nova dan membuka lebar-lebar selangkangannya. Terlihat va***a bersih yang sangat indah. Bulu-bulu halusnya sangat seksi. Aku mulai menggesekkan kepala tititku ke va***a Nova. Ah ... licin dan enak. Belum pernah aku merasakan kenikmatan seperti ini.

Nova yang mulai merasakan kenikmatan, mulai bereaksi dengan menggerak-gerakkan pinggulnya mengikuti irama gesekan. Nova semakin meracau ...

"Oohhh ... aahhh ... ohh ... my ... God ... Enak banget Bud." "Terus Bud ... enak ... ahhh .... aahhHHH ... AAAHHHHHH ...Gila ... enak banget Titit lu Bud!! Gue dah sampe nih." "Baru digesek aja dah enak gini yah, Bud ... gimana kalau dimasukin yah? Masukin deh Bud ...."

"Serius lu, Nov? Lu mau gue perawanin? Gue sih dah nafsu banget nih."

"Iya, Bud ... Gue pengen ngerasain titit lu di dalam gue ... di luar aja dah enak, apalagi di dalam."

Aku tidak pikir panjang lagi langsung berusaha merangsek ke dalam va***a Nova.

"Oww.. pelan-pelan Bud.. Sakit tahu!!"

"Ok, Nov.. gue pelan- pelan nih."

Pelan-pelan kepala titit gue mulai terbenam di va***a Nova. Terasa mentok.

Aku yang tidak pengalaman berpikir kok tidak dalam yah?

"Nov, udah masuk belom sih?"

Nova yang mulai meringis menahan sakit.

"Kayaknya sih belom deh... tapi terusin aja."

"Lu yakin, Nov? Kayaknya lu kesakitan gitu."

"Terus aja, Bud. Gue pokoknya mau titit lu di dalam gue."

"Ya udah kalo gitu.. Gue terusin nih.." Dengan tiga sodokan keras yang disertai rintihan Nova, akhirnya tititku masuk juga sepenuhnya.

"Wah.. Nova... kayaknya titit gue dah masuk semua nih."

"Iya.. Bud..." sambil menahan sakit "diam dulu, Bud.. jangan digerakin dulu..gue masih rada sakit.."

Ahh.. nikmatnya va***a perawan.. tititku berasa banget diremas-remas oleh va***a sempit Nova. Tanpa kusadari, aku mulai menggerakkan pelan-pelan pantatku. Keluar masuk secara perlahan. Nova pun mulai bernafas secara teratur dan mulai menikmati kocokan lembut di va***nya.

"Pelan-pelan yah Bud... masih sakit tapi dah mulai enak nih... va***a gue berasa penuh banget diisi titit lu."

Jenni yang dari tadi menonton menunjukkan ekspresi tidak percaya.

"Gila lu berdua.. beneran ngent*t yah?"

Jenni pun mendekati TKP dan memperhatikan dengan seksama.

Baca Sekarang
MENOLAK NAFKAH BATIN

MENOLAK NAFKAH BATIN

AirinNash
Setelah melahirkan putera pertama mereka, Vania beberapa kali meminta nafkah batin pada suaminya tetapi Prabu menolak memberinya nafkah batin dengan berbagai alasan. Vania tidak tahu apa kesalahannya karena sang suami selalu beralasan. Kecurigaan itu semakin tercium ketika Prabu menghubungi wan
Romantis MenegangkanPengkhianatanBalas dendamLicik
Unduh Buku di App
Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan

Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan

Nazila Arisakti
Menikah adalah sesuatu yang sakral dan hanya sekali dalam seumur hidup Soraya. Namun bisakah bertahan jika ada rahasia diantara pasangan suami istri? Rahasia apakah yang disimpan oleh Kang Yana suami dari Soraya?
Romantis R18+MenegangkanSukuCinta pertamaBalas dendamGuruPria Sejati
Unduh Buku di App
Nafkah Istri Pertama

Nafkah Istri Pertama

Silla Defaline
Karena belum dikaruniai buah hati, seorang istri mengizinkan suaminya menikahi wanita lain. Namun siapa tahu pernikahan kedua suaminya itu adalah sebuah petaka.
Romantis PengkhianatanBalas dendamLicikUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
Dia Menolak untuk Kembali

Dia Menolak untuk Kembali

Cheston Karff
Lanny merasakan hasrat yang menggebu-gebu untuk pertama kalinya; dalam keadaan linglung, dia mengakhiri aktivitas di ranjang bersama Belen. Selama tiga tahun berikutnya, meskipun dia tidak pernah mengungkapkan perasaannya, dia menjadi sangat terobsesi dengan tubuh Belen. Belen percaya bahwa di
Romantis R18+PTSDPengkhianatanCinta yang dipaksakanPlayboy
Unduh Buku di App
Luka Batin Istriku

Luka Batin Istriku

Bingang Venus
"Air apa yang kamu berikan untuk Adel, Tari?" "Aku, aku hanya, itu, itu air..." "Air apa?" tanyaku berusaha menahan amarah yang mulai bergejolak dalam dada. "Itu air susu Adel, Mas." jawab Tari dengan gugup "Air apa? aku tahu susu Adel habis, lalu apa yang kamu berikan untuk anakku?" Bentakku de
Lainnya KeluargaCerita MenegangkanFantasiPengkhianatanPerceraianPengurus rumahPria SejatiMenarikTempat kerja
Unduh Buku di App
Nafkah Sulit Selingkuh Elit

Nafkah Sulit Selingkuh Elit

Author MungiL
"Jadi perempuan harus terus bekerja, meskipun kamu nanti sudah menjadi seorang istri dan ibu. Nggak apa-apa dapat receh, asal punya pendapatan dan tidak bergantung dengan suami saja. Kenapa? Karena kita nggak tahu bagaimana takdir Tuhan, belum tentu kita dapat suami yang benar-benar mengerti dengan
Modern R18+KeluargaPengkhianatanPerceraianPengacaraJenius
Unduh Buku di App
Mengemis nafkah suamiku

Mengemis nafkah suamiku

Pelangisenja04
Ajeng Samudra, wanita yang bak mengemis nafkah suaminya sendiri, karna, Alfandra, sang suami lebih mengutamakan memberi uang pada mantan istrinya dengan alasan memberi nafkah pada sang anak. di satu sisi saat dia akan bekerja sendiri, suaminya melarang karna di suruh merawat dirinya dan rumah saja
Romantis KeluargaPengkhianatanPengurus rumahTampanTempat kerja
Unduh Buku di App
Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Nafkahku Bukan Nafkah Ibumu

Fetina
Kisah seorang istri bernama Niar yang depresi akibat ditinggal suaminya bekerja di luar kota. Ia harus tinggal bersama mertua dan ipar yang jahat. Uang belanjanya sebesar tujuh juta diambil paksa mertuanya, hingga menyisakan 500 ribu setiap bulannya. Deni--suaminya, merasakan perubahan sikap istrin
Modern R18+KeluargaMata duitanImutPria Sejati
Unduh Buku di App
Suamiku Menolak Perceraian

Suamiku Menolak Perceraian

Laurent Dellal
Menurut banyak orang, William menikahi Renee karena terpaksa. Kini, wanita yang benar-benar dicintainya telah kembali-dan sedang hamil-mereka tidak sabar menunggu William meninggalkan Renee. Secara mengejutkan, Renee sangat terbuka tentang ini."Jujur saja, justru aku yang minta cerai. Aku lebih ingi
Modern KehamilanCEOAroganDominan
Unduh Buku di App
Nafkah dua puluh ribu darisuamiku

Nafkah dua puluh ribu darisuamiku

Wulan Dini Hariyadi
Nyatanya memiliki suami yang mapan secara pekerjaan dan finansial bukanlah jaminan hidup bahagia aku harus menghidupi diriku sendiri padahal suamiku memberikan aku kehidupan yang mampu dan layak.
Lainnya KeluargaPengkhianatanBalas dendam
Unduh Buku di App

Sedang Tren

ADHARA 200 Sajak Tentang Awan DANGEROUS MAN My Sexy Prince Warm and Cozy Kebahagiaan Kecilku
Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

suyono
Almira terpaksa menikahi ayah dari murid les privatnya, Adrian Elvano, setelah sebuah insiden tak terduga membuat mereka kedapatan tidur bersama dalam satu kamar hotel. Kejadian itu murni salah paham, namun Mami dan nenek Adrian bersikeras bahwa satu-satunya cara untuk menjaga nama baik keluarga ada
Romantis Cerita MenegangkanMisteriPengkhianatanPerceraianImutCEOJeniusBeruntung
Unduh Buku di App
Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)

Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)

Ema Ryosa
Adult Romance 21+++ Almira Mayangsari, sang perawan jelita, sedang membesarkan dua keponakannya sendiri, dia tidak percaya ada pria baik-baik yang akan menerima kedua keponakan yang sudah dianggapnya anak sendiri. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Bastian Navarell, sang miliarder yang menyelamatk
Adventure R18+FantasiHubungan rahasiaPeriCEOPria SejatiUrbanTempat kerja
Unduh Buku di App
MENOLAK NAFKAH BATIN novel gratis tanpa aplikasiDownload MENOLAK NAFKAH BATIN novel PDF Google DriveMENOLAK NAFKAH BATIN gratis tanpa beli koin dan offlineMENOLAK NAFKAH BATIN
Yuk, baca di Bakisah!
Buka
close button

MENOLAK NAFKAH BATIN

Temukan buku-buku yang berkaitan dengan MENOLAK NAFKAH BATIN di Bakisah. Baca lebih banyak buku gratis tentang MENOLAK NAFKAH BATIN novel gratis tanpa aplikasi,Download MENOLAK NAFKAH BATIN novel PDF Google Drive,MENOLAK NAFKAH BATIN gratis tanpa beli koin dan offline.