Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich

Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich

Cathalea

4.3
Komentar
4.9K
Penayangan
19
Bab

Hans generasi ke tiga penerus keluarga kaya raya Adalrich. Dia nyaris sempurna tanpa cela. Wajah tampan dengan postur tubuh bak model. Namun, tak seorang pun tahu jika dirinya mengidap gangguan psikologis yang membuatnya merasa jijik setiap kali berada di dekat perempuan. Untuk menyembunyikan aib dirinya, Hans bersikap dingin dan angkuh terhadap wanita. Hingga suatu saat Hans bertemu dengan Sashenka, gadis muda putri tunggal pesaing bisnis keluarganya. Untuk pertama kalinya Hans merasa hatinya bergetar dan hasrat kelelakiannya menggeliat. Di tengah permusuhan keluarga mereka, mampukah Hans memperjuangkan cintanya pada Sashenka?

Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich Bab 1 Korban Fitnah

Di ruang VIP sebuah kelab malam.

"Apakah Anda yang bernama Hans?"

Seorang gadis muda tiba-tiba masuk, berdiri di depan Hans, lalu bertanya dengan nada menantang. Wajahnya cantik, hidung bangir, bibir mungil berwarna merah muda. Kulitnya yang putih tampak bercahaya di bawah pantulan lampu yang berwarna keemasan.

Hans yang sedang mengisi gelas minumannya merasa terusik, refleks menoleh ke sumber suara yang menyebut namanya.

"Ya, memangnya kenapa?" tanya Hans dingin.

Menatap tajam pada gadis itu, tanpa memedulikan tatapan kagum para pria lainnya yang sedang duduk bersamanya.

"Bagus, berarti aku tidak salah orang," jawab gadis itu ketus.

Tangannya mengepal, lalu dalam kecepatan kilat pukulannya melayang ke wajah Hans. Hans tersandar tidak siap mendapat serangan yang begitu tiba-tiba.

Semua orang berseru kaget melihat seorang Hans yang terkenal dingin dan kejam pada wanita di pukul dengan mudahnya di tempat umum. Yang lebih mengagetkan lagi pelakunya adalah seorang gadis cantik yang terlihat masih sangat muda.

"Apa yang kau lakukan?!" sergah Hans dengan amarah tertahan.

Ia berdiri, memposisikan diri tepat di depan gadis itu. Membuat kesenjangan tinggi tubuh mereka terlihat begitu jelas. Gadis itu mendongak, membalas tatapan Hans dengan sepasang bola mata yang menyala-nyala.

"Kau telah menyakiti sahabatku, itu adalah balasan karena kau telah mempermainkan hatinya," jelas gadis itu tanpa rasa takut.

"Siapa nama sahabatmu itu? Bawa ke sini biar aku kasih pelajaran karena telah berani memfitnahku," kecam Hans.

"Tidak perlu. Semuanya sudah jelas, kau adalah orang yang telah berkhianat dan membuatnya menangis. Sekarang kau berurusan denganku," sergahnya, kembali melayangkan pukulan ke pipi Hans.

Namun, kali ini Hans sudah memprediksi serangan itu. Tangannya bergerak cepat, menangkap tangan gadis itu lalu menahannya dengan kuat.

"Lepaskan tanganku!" teriaknya.

"Tidak semudah itu, Nona. Tanganmu sudah lancang memukulku, berarti kau harus siap menerima hukuman," ancam Hans dengan seringai kemenangan di bibirnya.

"Kau ingin balas memukulku? Silakan saja, aku tidak takut!" tantangnya sambil terus meronta, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Hans.

"Begitukah? Kalau begitu terimalah ini."

Hans melayangkan tangannya yang satu lagi, membuat gadis itu spontan menutup mata karena takut.

Namun, bukan pukulan yang ia terima, melainkan sebuah lumatan kasar di bibirnya yang ranum.

"Hmmmp ... hmmmph," gadis itu berusaha menyuarakan protes, tetapi percuma karena Hans bagaikan singa yang lapar terus melumat bibir mungil itu dengan buas.

"Apa yang kau lakukan?!" protes gadis itu, terengah-engah begitu Hans melepaskan bibirnya.

"Berhentilah memakiku, Nona. Apa kau ingin merasakan hukuman berikutnya? Tetapi aku tidak janji jika rasanya akan tetap sama," ancam Hans, bersiap mendekatkan wajahnya kembali.

Gadis itu mendorong wajah Hans sekuat tenaga.

"Dasar pria mesum. Akan aku laporkan kau ka-mmmphhh,"

"Aduuuh, Shenka. Apa-apaan kamu?"

Tiba-tiba seorang gadis lainnya datang langsung menutup mulut gadis yang ia panggil dengan nama Shenka itu.

"Maaf, Pak. Maaaaf. Teman saya salah paham. Maafkan saya, maaf," pintanya sambil menundukkan kepala berkali-kali.

Tanpa memedulikan pandangan orang-orang yang sedang kebingungan, ia pun menyeret Shenka meninggalkan ruangan VIP itu.

"Apa-apaan sih, Mila? Kenapa kamu meminta maaf kepada bajingan itu?" protes Shenka setelah mulutnya bebas dari jari-jari Mila.

"Aduh, Shen. Kamu tuh salah orang."

"Salah orang gimana? Kamu bilang bajingan itu bernama Hans, pengunjung VIP di kelab ini."

"Memang benar, tetapi bukan pria yang tadi kamu pukuli. Ya, Tuhaaan. Habislah riwayatku," erang Mila dengan wajah pucat.

"Aku gak ngerti, deh. Salah orang gimana? Jelasin dong, Mil."

"Pria yang mempermainkanku namanya Hans Daromesh. Sementara pria tadi, namanya Hans Fernandes Adalrich, pria terkaya di kota iniii," jelas Mila.

"Pria tadi ... dari keluarga ... Adalrich?" tanya Shenka terbata.

"Ya, dia adalah generasi ketiga keluarga Adalrich yang terkenal dingin dan kejam pada perempuan. Kelab ini salah satu miliknya, dan kau berhasil membuatku jadi pengangguran."

Shenka terdiam. Bola matanya berputar, menandakan dirinya sedang berpikir keras.

"Sudahlah, tenang saja. Jika dia memecatmu, masih ada aku yang akan mengurusmu," katanya kemudian, lalu merangkul bahu Mila dengan cuek.

"Bagaimana kamu bisa mengurusku? Hidupmu sendiri tidak jelas," sungut Mila.

"Sudaaah, percaya deh sama aku. Kamu ga bakal jadi pengangguran kok. Sekarang ayo kita pulang, kamu harus tidur cepat malam ini biar besok semangat lagi," sambungnya.

***

Sementara itu di dalam kelab, Hans duduk dengan wajah tegang. Seumur hidupnya baru kali ini ia dipermalukan begitu oleh perempuan.

"Siapa gadis tadi?" tanyanya pada Rovan, manajer kelabnya itu.

"Saya tidak tahu namanya, Pak. Tetapi sering melihat dia datang menjemput karyawan kita yang bernama Mila."

"Jadi sahabatnya itu bernama Mila? Mulai besok pecat dia. Aku tidak butuh karyawan yang punya teman minim attitude seperti itu," perintah Hans dingin.

"Baik, Pak," sahut Rovan patuh.

Tanpa menunggu lagi, ia pun segera mengirim pesan singkat kepada Mila.

***

"Kamu bilang aku tidak akan dipecat. Lalu apa ini?" protes Mila sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Shenka.

Shenka yang sedang berganti pakaian langsung meraih ponsel dari tangan Mila, lalu membaca pesan itu dengan suara lantang.

"Kepada Saudari Mila yang terhormat. Sehubungan dengan insiden yang terjadi di ruangan VIP malam ini, dengan menyesal kami harus katakan Saudari dipecat. Mulai besok tidak usah datang lagi, sisa gaji Saudari akan kami kirimkan sesuai jadwal. Terimakasih."

"Gerak cepat juga mereka," gumam Shenka.

"Kamu sih, pake mukulin orang segala. Runyam gini deh jadinya," keluh Mila.

"Habis aku kesel liat kamu nangis terus beberapa malam ini. Kamu tahu sendiri aku paling benci dengan laki-laki yang suka mempermainkan perempuan," sahut Shenka membela diri.

"Iya, aku tahu. Tapi sekarang aku udah ga bisa kerja lagi. Trus kita mau makan apa?" tanya Mila putus asa.

"Udah, tenang. Kalo urusan makan sih gampang," sahut Shenka santai.

"Gampang-gampang kepalamu peyang. Kita berdua nganggur, Shen. Sadar ga sih?" tanya Mila dengan mata mendelik.

"Sadar, dong. Udah ga usah ngambek gitu. Nih, uang sewa untuk bulan ini. Cukup, kan?" kata Shenka sambil menyodorkan sejumlah uang.

"Kok kamu tiba-tiba ada uang. Dapat dari mana?" tanya Mila heran.

"Kerja, dong," jawab Shenka.

"Kerja apa?"

"Ada, deh. Rahasia."

"Jangan bilang kamu jadi sugar baby-nya oom-oom, ya?"

"Ish ... najis. Sorry, ya. Gini-gini aku gadis baik-baik. Ga minat jadi sugar baby," sanggah Shenka.

"Tapi ... kalau sugar baby-nya si Adalrich tadi sih ga papa, Shen. Dia kan kaya raya, ganteng lagi. Gimana rasa ciumannya? Hot, gak?" goda Mila.

"Apaan sih kamu? Aku lempar piring nih!" ancam Shenka, siap-siap mengambil piring yang tidak jauh dari jangkauannya.

"Ampun, bang jago!" teriak Mila, sambil lari ke kamar mandi.

***

Pukul dua dinihari Hans sampai di apartemen mewah miliknya. Ia berdiri di depan kaca sambil menatap pantulan dirinya yang terlihat tampan tapi menyembunyikan guratan kesepian.

Siapa orang yang tidak mengenal Hans Fernandez Adalrich? Konglomerat generasi ketiga yang memiliki perusahaan di berbagai bidang. Wajahnya tampan, tubuh proporsional bak model kelas dunia. Membuatnya menjadi incaran para wanita.

Namun, di balik gemerlap dirinya yang cemerlang, tak seorang pun tahu jika Hans memiliki aib yang sangat memalukan. Tidak jelas apa penyebabnya, tetapi di saat teman-teman remajanya tertarik secara seksual pada lawan jenis, tubuh Hans menunjukkan reaksi yang berbeda. Organ vitalnya tidak bereaksi terhadap tayangan ataupun sentuhan erotis. Jangankan berhasrat secara seksual, ia justru merasa ingin muntah saat berdekatan dengan kaum Hawa itu.

Hal itu meruntuhkan kepercayaan dirinya, tetapi demi harga diri yang tersisa Hans membentengi dirinya dengan sikap cuek dan dingin pada wanita.

Hembusan napas panjang mengiringi tatapan panjang Hans pada pantulan dirinya di dalam cermin.

Hans meraba bibirnya, lalu mengusap pelan permukaannya. Ciuman panas yang ia berikan pada gadis bernama Shenka di kelab tadi kembali hadir membayangi. Untuk pertama kalinya Hans merasakan gelenyar asing di tubuhnya.

"Mengapa bibir itu manis sekali?" tanya Hans.

Ia memejamkan mata, memutar kembali momen saat bibirnya melumat bibir merah muda itu.

'Kenyal, manis, dan menggairahkan,' bisiknya dalam hati.

"Aah ...!" seru Hans tertahan.

Bagian bawah tubuhnya tiba-tiba bereaksi. Hans mengalihkan pandangannya, menatap bagian bawah tubuhnya dengan takjub.

"Apa ini? Apakah aku terangsang?" tanyanya heran.

Hans membuka resleting celananya, menurunkan boxer, lalu mengamati miliknya yang mulai menggeliat.

"Bagaimana ini terjadi?! Apakah karena terbayang ciuman dengan gadis itu?" tanya Hans dengan wajah berbinar-binar.

Ini adalah pertama kalinya Hans merasakan hal itu sejak ia menyadari dirinya seorang pria dewasa.

Selama ini ia selalu merasa jijik setiap kali melihat wanita, terutama wanita yang terang-terangan menunjukkan ketertarikan pada dirinya. Jangankan berhasrat secara seksual, berbicara dengan wanita saja sebisa mungkin ia hindari karena tidak ingin tiba-tiba muntah di hadapan mereka.

Hans menaikkan celananya kembali, bergegas menuju kamar, lalu menyalakan video. Ia ingin memastikan kembali kondisi kejantanannya. Suara desahan erotis meluncur dari pengeras suara, tapi Hans tidak merasakan apa pun pada tubuhnya padahal dua sejoli di video itu tengah larut dalam gelombang gairah menuju puncak kenikmatan. Yang ada dia justru merasa perutnya teraduk-aduk karena mual. Tak tahan dengan siksaan itu, ia pun lari ke kamar mandi lalu memuntahkan semua ia perutnya.

"Kenapa tidak terasa apa-apa?" tanya Hans heran.

Ia menyeka mulutnya lalu mengeluarkan miliknya yang ternyata telah tertidur kembali. Hans mendebas kasar dengan kecewa.

"Sampai kapan aku harus begini?" keluhnya dengan nada putus asa.

Sejujurnya Hans iri melihat teman-temannya bisa menikmati malam yang panas dengan teman kencan mereka. Namun, Hans terpaksa bersembunyi di balik sikapnya yang dingin dan kejam demi menjaga aibnya. Hans bahkan tidak segan merendahkan wanita yang dengan terang-terangan menggoda dirinya. Dalam hati terkadang Hans menyesalinya, tetapi ia terpaksa melakukan itu agar reputasi dirinya tetap terjaga.

"Haruskah aku mencoba lagi dengan gadis itu?" tanya Hans pada dirinya.

Hans meraih ponsel, lalu mengetik sebuah pesan.

"Batalkan pemecatan karyawan itu. Suruh dia menghadapku besok malam."

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Cathalea

Selebihnya
SHEILA, GAIRAH LIAR BERSELIMUT DENDAM

SHEILA, GAIRAH LIAR BERSELIMUT DENDAM

Romantis

4.9

"Penjara ... atau habiskan satu malam denganku." "Maaf, keperawanan saya tidak bisa Anda dapatkan begitu saja, Pak!" "Kalau begitu bersiaplah berhadapan dengan proses hukum. Asal kamu tahu, aku tidak akan segan menuntutmu dengan hukuman berat." "Keperawanan saya sangat berharga. Saya tidak ada niat melakukan hubungan itu sebelum menikah. Kalau Anda menginginkan keperawanan saya ... nikahi saya terlebih dahulu!" "Aku tidak perlu menikah jika hanya untuk meniduri perempuan. Apa istimewanya milikmu itu sampai aku harus menikahimu?" Di depan lelaki itu, ia membuka pakaian dalamnya lalu memperlihatkan miliknya yang istimewa. Lelaki itu terpana, dengan gugup bertanya, "Apakah kau yakin sudah berusia dua puluh lima tahun? Mengapa milikmu bisa mulus seperti bayi begini?" *** Sheila Damaris tidak menyangka keputusannya untuk membiayai pengobatan sang ibu akan mengubah jalan hidupnya sedemikian drastis. Dari wanita elegan yang terkenal di kalangan pria, ia harus hidup sebagai istri kontrak sang direktur yang angkuh dan kejam. Awalnya ia menikmati peran baru sebagai istri Revian—sang direktur di tempatnya berkerja—, tetapi begitu lelaki itu tahu identitas kekasih Sheila sebelum menikahinya, sikapnya langsung berubah total. Hari demi hari Sheila lalui dalam penderitaan karena Revian hanya menjadikannya sebagai budak pemuas nafsu semata. Siapakah identitas kekasih Sheila sebelumnya? Apa yang akan Sheila lakukan untuk membalas semua kekejaman Revian?

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich Belenggu Hasrat Tuan Muda Adalrich Cathalea Romantis
“Hans generasi ke tiga penerus keluarga kaya raya Adalrich. Dia nyaris sempurna tanpa cela. Wajah tampan dengan postur tubuh bak model. Namun, tak seorang pun tahu jika dirinya mengidap gangguan psikologis yang membuatnya merasa jijik setiap kali berada di dekat perempuan. Untuk menyembunyikan aib dirinya, Hans bersikap dingin dan angkuh terhadap wanita. Hingga suatu saat Hans bertemu dengan Sashenka, gadis muda putri tunggal pesaing bisnis keluarganya. Untuk pertama kalinya Hans merasa hatinya bergetar dan hasrat kelelakiannya menggeliat. Di tengah permusuhan keluarga mereka, mampukah Hans memperjuangkan cintanya pada Sashenka?”
1

Bab 1 Korban Fitnah

11/07/2022

2

Bab 2 Jadilah Kekasihku

12/07/2022

3

Bab 3 Selidiki Dia Untukku

12/07/2022

4

Bab 4 Kamu Menggairahkan

12/07/2022

5

Bab 5 Pertanyaan yang Menjebak

09/08/2022

6

Bab 6 Kecemburuan Hans

09/08/2022

7

Bab 7 Identitas yang Terkuak

09/08/2022

8

Bab 8 Melepas Hasrat

09/08/2022

9

Bab 9 Kamu yang Pertama

09/08/2022

10

Bab 10 Kita Tidur Bersama

10/04/2023

11

Bab 11 Tidak Bisa Bertemu Lagi

14/04/2023

12

Bab 12 Tamu Tak Diundang

15/04/2023

13

Bab 13 Sentuhan Pertama

18/04/2023

14

Bab 14 Morning Wood

25/04/2023

15

Bab 15 Ketahuan

10/05/2023

16

Bab 16 Shenka Diculik

25/07/2023

17

Bab 17 Tamu Tak Disangka

26/07/2023

18

Bab 18 Konspirasi Besar

27/07/2023

19

Bab 19 Meregang Nyawa

05/06/2024