Asisten Pribadi CEO Dingin

Asisten Pribadi CEO Dingin

Annisa Felia Putri

5.0
Komentar
8
Penayangan
21
Bab

Elena, seorang desainer grafis berbakat dengan impian membangun agensinya sendiri, terpaksa menunda ambisinya saat ia menerima tawaran pekerjaan sebagai asisten pribadi seorang CEO startup teknologi yang terkenal dingin dan perfeksionis, Arion. Awalnya, Elena merasa kesulitan beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan dan kepribadian Arion yang kaku. Namun, seiring waktu, ia mulai melihat sisi lain dari sang CEO yang ternyata memiliki hati yang baik di balik sikapnya yang acuh tak acuh. Suatu hari, sebuah insiden besar terjadi di perusahaan yang mengancam reputasi Arion dan seluruh karyawannya. Elena, dengan kecerdasan dan keberaniannya, berhasil mengungkap dalang di balik insiden tersebut dan menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Kejadian ini membuat Arion menyadari betapa berharganya Elena, bukan hanya sebagai asisten, tetapi juga sebagai individu yang luar biasa. Seiring kedekatan mereka, Arion mulai menunjukkan perasaannya, membuat Elena dilema. Di satu sisi, ia menghargai Arion dan perasaannya, tetapi di sisi lain, ia tak ingin mengorbankan impiannya untuk membangun agensinya sendiri. Akankah Elena memilih untuk mengejar cintanya atau mewujudkan ambisinya? Dan bagaimana Arion akan menghadapi pilihan Elena?

Asisten Pribadi CEO Dingin Bab 1 Pukul tujuh pagi

Pukul tujuh pagi. Alarm ponsel Elena menjerit, memaksanya keluar dari alam mimpi yang baru saja memperlihatkan desain interior kafe impiannya. Dengan enggan, ia meraih ponsel, mematikannya, lalu meregangkan tubuh. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai jendela apartemennya yang minimalis terasa ironis. Dulu, pagi secerah ini adalah awal dari hari-hari penuh inspirasi, saat ia bisa tenggelam dalam dunia desain grafis, menciptakan logo-logo memukau atau tata letak situs web yang menawan.

Sekarang? Pagi berarti persiapan untuk menghadapi Arion Aditama, CEO dingin dan perfeksionis yang menjadi bos barunya.

Elena menghela napas. Sebulan. Baru sebulan ia bekerja di perusahaan rintisan teknologi bernama "InnoTech", dan rasanya sudah seperti setahun. Arion, dengan aura formalitasnya yang tak tergoyahkan dan tatapan mata tajam yang seolah menembus jiwa, adalah definisi hidup dari seorang bos yang menuntut. Setiap detail harus sempurna, setiap laporan harus tanpa cela, dan setiap keputusan harus berbasis data yang solid. Sebagai mantan desainer lepas yang terbiasa dengan kebebasan kreatif, transisi ini terasa seperti dibelenggu.

"Elena, jam delapan kurang lima belas menit. Anda sudah menyiapkan jadwal pertemuan saya dengan investor dari Jepang?" Suara Arion, tenang namun menusuk, masih terngiang-ngiang di benaknya dari email terakhir tadi malam. Ia sudah memeriksa jadwal itu setidaknya lima kali sebelum tidur, memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat.

Mandi kilat, mengenakan setelan blazer hitam dan blus putih bersih-seragam tidak tertulis untuk asisten pribadi di InnoTech-Elena mematut diri di depan cermin. Rambut panjangnya ia tata rapi dalam sanggul rendah, dan riasan tipis menambah kesan profesional. Ia tahu, kesan pertama sangat penting di mata Arion. Kesalahan kecil saja bisa berarti tatapan disapproving yang mampu membuat tulang punggung merinding.

Sambil menyeruput kopi instan yang baru ia seduh, Elena membuka laptop. Meja makan kecilnya kini dipenuhi dengan tablet grafis yang tergeletak tak berdaya dan sketsa-sketsa yang belum terselesaikan. Dulu, meja itu adalah medan perang kreatifnya. Sekarang, itu hanya menjadi pengingat pahit tentang impian yang terpaksa ia tunda. Agensi desainnya sendiri. Nama "Kreativa Studio" sudah ia siapkan, bahkan logo kasarnya pun sudah ada. Tapi kenyataan berbicara lain. Kondisi keuangan keluarga yang mendadak goyah membuat Elena harus mengambil pekerjaan stabil ini, pekerjaan yang jauh dari gairahnya, demi melunasi utang orang tuanya.

Di balik semua tuntutan Arion, sebenarnya ada sedikit rasa kagum yang tumbuh di hati Elena. Pria itu memang dingin, tapi etos kerjanya luar biasa. InnoTech, yang bergerak di bidang pengembangan aplikasi berbasis AI, meroket dalam waktu singkat berkat visi dan dedikasi Arion. Ia membangun perusahaan itu dari nol, dengan tangan dan pikiran sendiri, hingga kini menjadi salah satu startup paling menjanjikan di Asia Tenggara. Kegigihan seperti itu, Elena akui, adalah sesuatu yang ia ingin miliki dalam perjalanannya membangun Kreativa Studio kelak.

Setibanya di kantor InnoTech yang modern dan minimalis, Elena langsung menuju mejanya. Meja kerjanya berada tepat di luar ruangan Arion, memberinya pandangan langsung ke pintu kaca yang selalu tertutup itu. Ia menyalakan komputer, memeriksa email, dan meninjau ulang jadwal Arion untuk hari ini. Pertemuan penting dengan investor Jepang pukul sembilan, dilanjutkan dengan rapat tim pengembangan produk, dan wawancara dengan kandidat manajer pemasaran di sore hari. Hari yang padat, seperti biasa.

Elena mengatur tumpukan dokumen yang harus ditandatangani Arion, meletakkan secangkir teh hijau kesukaan sang CEO di sampingnya, dan memastikan proyektor di ruang rapat berfungsi. Segala persiapan harus rampung sebelum Arion tiba. Pria itu tidak suka membuang waktu sedetik pun.

Tepat pukul delapan lewat lima menit, pintu lift terbuka, dan Arion Aditama muncul. Dengan setelan jas abu-abu gelap yang pas di tubuh atletisnya, rambut hitam tertata rapi, dan ekspresi wajah yang selalu tenang, ia berjalan tegak. Elena langsung berdiri, siap memberikan laporan singkat.

"Selamat pagi, Pak Arion," sapa Elena, suaranya mantap.

Arion hanya mengangguk, sorot matanya sekilas menyapu meja Elena sebelum beralih ke ruangannya. "Jadwal saya hari ini?" tanyanya tanpa basa-basi, suaranya rendah dan dalam.

"Pukul sembilan, Anda ada pertemuan dengan perwakilan Nishi Corp dari Jepang di ruang rapat utama. Saya sudah menyiapkan berkas presentasi dan laporan keuangan terbaru. Setelah itu, pukul sebelas, rapat tim pengembangan produk untuk membahas fitur baru aplikasi 'Zenith'. Lalu sore nanti, pukul dua, wawancara kandidat manajer pemasaran, Nona Karina Wijaya." Elena merinci dengan jelas, tidak melewatkan detail sekecil apa pun.

Arion mendengarkan dengan saksama, sesekali mengangguk kecil. "Bagus. Pastikan teh saya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Dan minta Pak Bima untuk menyiapkan tim IT di ruang rapat, ada beberapa presentasi video yang akan diputar."

"Baik, Pak," jawab Elena sigap.

Arion masuk ke ruangannya, dan Elena bisa merasakan ketegangan yang sedikit mereda. Ia mengambil napas dalam-dalam. Satu hari lagi dimulai. Satu hari lagi menjadi asisten pribadi CEO dingin yang membuat hidupnya penuh tantangan, namun entah mengapa, juga memberinya pelajaran berharga tentang disiplin dan profesionalisme. Dalam hati, Elena bertanya-tanya, apakah suatu hari nanti ia bisa sekuat Arion, membangun mimpinya sendiri dari nol, tanpa harus menunda ambisinya?

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Annisa Felia Putri

Selebihnya

Buku serupa

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya

Alvis Lane
5.0

Claudia dan Antonius telah saling mengenal selama dua belas tahun. Setelah tiga tahun berpacaran, tanggal pernikahan mereka telah ditetapkan. Berita tentang rencana pernikahan mereka mengguncang seluruh kota. Emosi memuncak ketika banyak wanita sangat iri padanya. Awalnya, Claudia tidak terlalu peduli dengan kebencian tersebut. Namun, ketika Antonius meninggalkannya di altar setelah menerima telepon, hatinya merasa hancur. "Dia pantas mendapatkannya!" Semua musuhnya menikmati kemalangan yang menimpanya. Berita itu menyebar dengan cepat. Suatu hari, Claudia memposting pembaruan di media sosialnya. Itu adalah foto dirinya dengan akta pernikahan yang diberi keterangan, "Panggil aku Nyonya Dreskin mulai sekarang." Di saat publik masih berusaha menyerap kejutan tersebut, Bennett-yang sudah bertahun-tahun tidak memposting di media sosial-mengunggah sebuah postingan dengan keterangan yang berbunyi, "Aku sudah menikah." Publik seketika heboh. Banyak orang menyebut Claudia sebagai wanita paling beruntung di abad ini karena berhasil menikahi Bennett. Semua orang tahu bahwa Antonius tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rivalnya. Claudia menang pada akhirnya. Dia menikmati komentar terkejut dari musuh-musuhnya sambil tetap rendah hati. Orang-orang masih berpikir bahwa pernikahan mereka aneh. Mereka percaya bahwa itu hanyalah pernikahan formalitas. Suatu hari, seorang awak media dengan cukup berani meminta komentar Bennett tentang pernikahannya, yang dijawab pria itu dengan senyum lembut, "Menikahi Claudia adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Asisten Pribadi CEO Dingin Asisten Pribadi CEO Dingin Annisa Felia Putri Romantis
“Elena, seorang desainer grafis berbakat dengan impian membangun agensinya sendiri, terpaksa menunda ambisinya saat ia menerima tawaran pekerjaan sebagai asisten pribadi seorang CEO startup teknologi yang terkenal dingin dan perfeksionis, Arion. Awalnya, Elena merasa kesulitan beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan dan kepribadian Arion yang kaku. Namun, seiring waktu, ia mulai melihat sisi lain dari sang CEO yang ternyata memiliki hati yang baik di balik sikapnya yang acuh tak acuh. Suatu hari, sebuah insiden besar terjadi di perusahaan yang mengancam reputasi Arion dan seluruh karyawannya. Elena, dengan kecerdasan dan keberaniannya, berhasil mengungkap dalang di balik insiden tersebut dan menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Kejadian ini membuat Arion menyadari betapa berharganya Elena, bukan hanya sebagai asisten, tetapi juga sebagai individu yang luar biasa. Seiring kedekatan mereka, Arion mulai menunjukkan perasaannya, membuat Elena dilema. Di satu sisi, ia menghargai Arion dan perasaannya, tetapi di sisi lain, ia tak ingin mengorbankan impiannya untuk membangun agensinya sendiri. Akankah Elena memilih untuk mengejar cintanya atau mewujudkan ambisinya? Dan bagaimana Arion akan menghadapi pilihan Elena?”
1

Bab 1 Pukul tujuh pagi

29/06/2025

2

Bab 2 Ruang rapat utama

29/06/2025

3

Bab 3 Akhir pekan tiba

29/06/2025

4

Bab 4 Minggu pagi tiba

29/06/2025

5

Bab 5 setelah pulang dari kantor

29/06/2025

6

Bab 6 Aku pastikan kau akan kehilangan semuanya

29/06/2025

7

Bab 7 Insiden dengan Vanessa

29/06/2025

8

Bab 8 kegembiraan

29/06/2025

9

Bab 9 Pengakuan

29/06/2025

10

Bab 10 laboratorium

29/06/2025

11

Bab 11 informasi

29/06/2025

12

Bab 12 Pengkhianatan

29/06/2025

13

Bab 13 Keputusan

29/06/2025

14

Bab 14 Rasa lega

29/06/2025

15

Bab 15 Tiga tahun

29/06/2025

16

Bab 16 kehangatan dan cinta

29/06/2025

17

Bab 17 Kehidupan

29/06/2025

18

Bab 18 Resmi dibuka

29/06/2025

19

Bab 19 Kedatangannya

29/06/2025

20

Bab 20 tak pernah tidur

29/06/2025

21

Bab 21 telah berubah

29/06/2025