fitri alfiyah
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita fitri alfiyah
Suami pura-pura
Romantis “Pak, bagaimana ini? Mengapa Bapak mengatakan kalau kita suami istri?” Adinda mulai berani menyuarakan isi hatinya.
“Apa kamu tega melihat Nenek Laila yang sudah menaruh harapan kepada kita? Nenek Laila sangat baik,” jawab Alan, kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.
“Tapi, Pak. Bagaimana jika Nenek tahu yang sebenarnya?”
“Tidak akan.”
“Saya tidak ingin menjadi istri pura-pura, dan begitupun Bapak menjadi suami pura-pura saya.”
“Jadi, kamu ingin menjadi istri saya sesungguhnya?”
Deg! Adinda terdiam, ia tidak mampu menjawab pertanyaan Alan. Ia terjebak dengan perkataannya sendiri. Tetapi, Adinda tidak tinggal diam. Ia terus berdebat dengan Alan. Hingga akhirnya, Adinda kesal dan membelakangi Alan.
“Saya tidak ingin berpura-pura seperti ini, Pak!” tegasnya. Anda mungkin suka
Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
Poppy West Pada hari pernikahan, Brendan meninggalkanku untuk mencari cinta sejatinya. Ketika aku meneleponnya, dia yang biasanya lembut padaku, untuk pertama kalinya menunjukkan ketidaksabaran, berkata, "Ini hanya pernikahan, nanti aku akan menebusnya." Merasa kecewa, aku menyarankan untuk membatalkan pernikahan. Brendan mengira aku hanya keras kepala. Di hadapan nasihat teman-teman, dia berkata, "Tidak apa-apa, kalau dia sudah tenang, pasti dia akan mencariku." Baru ketika Edrence, sang pangeran, memposting sertifikat pernikahan kami, Brendan tiba-tiba menjadi gila dan datang mengetuk pintuku. Ketika dia melihat pria yang membuka pintu, dia sedikit terkejut. Dan aku, berdiri di belakang pria itu, dengan pipi yang masih memerah, mencondongkan tubuh ke depan dan bertanya, "Ponakan, apa yang membawamu larut malam begini?"