aisakura_chan
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita aisakura_chan
Jangan Mencintaiku, Paman!
Romantis “Aku yakin, Ayah dan ibumu akan menangis dalam kuburnya, saat tahu kau tidur dengan pamanmu sendiri!”
***
Ayu melarikan diri ke rumah pamannya, karena perlakuan mertua yang kejam.Tapi malamnya, Ayu malah berakhir di bawah selimut yang sama dengan Hideki, adik dari ayahnya,
Akibatnya, pernikahan Hide berakhir, sementara pernikahan Ayu di ujung tanduk, karena mertuanya mengusir Ayu, tanpa bertemu Kaito--suaminya.
Keadaan yang membuat Ayu tinggal bersama Hide, meski sebenarnya Ayu ingin menjauh. Merasa malu dan hina.
Semakin hari, Ayu semakin tidak mengerti dengan sikap Hide yang tak lagi lembut dan perhatian seperti dulu. Padahal Hide yang selama ini membesarkan Ayu, setelah orang tuanya meninggal. Semenjak Ayu berumur delapan sedang Hide dua puluh tahun dulu.
Rahasia apa yang disembunyikan Hide sampai membuatnya berubah seperti itu?
Bisakah Ayu memperbaiki pernikahannya? Atau mengambil pilihan terlarang yang tidak seharusnya? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.