Yuni Ayu Izma
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Yuni Ayu Izma
Anda mungkin suka
Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin. Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Lima Tahun, Cinta yang Memudar
Delilah Selama lima tahun, aku adalah bayangan Brama Wijaya. Aku bukan hanya asistennya; aku adalah alibinya, perisainya, orang yang membereskan semua kekacauannya. Semua orang mengira aku jatuh cinta padanya. Mereka salah. Aku melakukan semuanya untuk kakaknya, Yudha—pria yang benar-benar kucintai, yang membuatku berjanji di ranjang kematiannya untuk menjaga Brama.
Lima tahun itu telah berakhir. Janjiku telah terpenuhi. Aku menyerahkan surat pengunduran diriku, siap untuk akhirnya berduka dengan tenang. Tapi malam itu juga, Cheryl, pacar Brama yang kejam, menantangnya dalam balapan jalanan mematikan yang tidak mungkin dia menangkan.
Untuk menyelamatkan nyawanya, aku mengambil alih kemudi untuknya. Aku memenangkan balapan itu tetapi menabrakkan mobil, dan terbangun di ranjang rumah sakit. Brama menuduhku melakukannya untuk mencari perhatian, lalu pergi untuk menenangkan Cheryl yang pergelangan kakinya terkilir.
Dia memercayai kebohongan Cheryl saat wanita itu berkata aku mendorongnya, lalu membenturkan tubuhku ke dinding begitu keras hingga luka di kepalaku robek dan berdarah lagi.
Dia hanya diam menonton saat Cheryl memaksaku menenggak gelas demi gelas wiski yang sangat membuatnya alergi, menyebutnya sebagai ujian kesetiaan.
Penghinaan terakhir datang di sebuah lelang amal. Untuk membuktikan cintanya pada Cheryl, dia menempatkanku di atas panggung dan menjualku untuk satu malam kepada pria lain.
Aku telah menanggung lima tahun neraka untuk menghormati permintaan terakhir seorang pria yang telah tiada, dan inilah upahku.
Setelah melarikan diri dari pria yang membeliku, aku pergi ke jembatan tempat Yudha meninggal. Aku mengirimkan satu pesan terakhir untuk Brama: "Aku akan pergi bersama pria yang kucintai."
Kemudian, tanpa ada lagi yang tersisa untuk diperjuangkan, aku melompat.