Willow Hart
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Willow Hart
Amelia Bangkit, Balas Dendam Dimulai
Romantis Delapan tahun menanti buah hati lewat siksaan IVF, akhirnya garis dua itu muncul.
Berniat memberi kejutan, aku justru memergoki suamiku, Aditya, sedang tertawa bahagia memilih baju bayi bersama wanita lain yang perutnya membuncit.
Saat aku menuntut penjelasan, wanita itu berpura-pura kesakitan.
Tanpa ragu, Aditya mendorongku hingga tersungkur demi melindungi wanita itu.
"Jangan sentuh Nasywa! Dia sedang mengandung anakku!" bentaknya, lalu pergi meninggalkanku yang kesakitan di lantai mal yang dingin.
Hari itu, sementara dia menyambut kelahiran anak dari selingkuhannya dengan sukacita, aku terbaring dingin di ruang operasi.
Aku harus merelakan janin yang paling kunanti untuk pergi selamanya, karena hatiku sudah lebih dulu mati.
Lima tahun berlalu, aku kembali sebagai wanita sukses yang berdiri tegak di atas panggung.
Aditya, yang kini hidup berantakan, kurus, dan penuh penyesalan, datang mengemis di kakiku meminta kesempatan kedua.
Aku hanya tersenyum tipis, menatap matanya yang sembab, lalu berkata dengan dingin:
"Anda siapa? Amelia yang mencintaimu sudah mati lima tahun lalu." Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.