Susanto
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Susanto
Terpaksa Menikah Karena Kesalahpahaman
Romantis Karena sebuah kesalahpahaman yang tak terduga, kehidupan Marissa berubah drastis. Wanita yang dulu hidup nyaman dan bebas, kini harus menikah dengan Hendra, sopir pribadinya sendiri, seorang pria yang memiliki wajah yang jauh dari kata menawan.
Semua bermula saat sebuah undangan pesta keluarga besar Marissa tertukar. Ia tiba di tempat yang salah, dan kejadian itu membuat keluarganya mengira Marissa telah melakukan sesuatu yang memalukan. Tanpa sempat membela diri, keputusan drastis diambil: Marissa harus menikah dengan Hendra sebagai "solusi cepat" untuk menutupi skandal itu.
Marissa mencoba menolak, tapi setiap usahanya berakhir sia-sia. Hendra, meski bersikap lembut, jelas bukan tipe pria yang selama ini diidamkannya. Hari-hari mereka dipenuhi dengan ketegangan; Marissa merindukan kebebasan dan kehidupan yang pernah dimilikinya, sementara Hendra hanya bisa mencoba menjadi suami yang baik dalam batas kemampuannya.
Namun, di tengah kesedihan dan konflik batin itu, Marissa perlahan mulai melihat sisi lain Hendra. Kebaikannya yang sederhana, kesetiaannya yang tulus, dan kesabaran yang tak pernah habis perlahan-lahan menembus kerasnya hatinya. Meski wajah Hendra tak sesuai standar cantik impiannya, hatinya mulai belajar menghargai ketulusan dan kesetiaan, nilai yang selama ini tak pernah ia sadari begitu penting.
Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.