Silas Storm
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Silas Storm
Setelah Dibuang, Aku Menikahi Saingannya
Romantis Selama sepuluh tahun, aku merencanakan pernikahan impian kami—berulang kali—sementara tunanganku, seorang CEO, Kody Morgan, selalu menemukan cara untuk menghindarinya.
Sejak Tonya Buckley, kekasih masa kecilnya, kembali ke negara ini, pernikahanku seperti api dalam sekam.
Dia membuat keributan pada malam sebelum pernikahanku, dan Kody selalu tidak hadir.
Terakhir kali, Tonya melukai jarinya dan darahnya menetes dengan dramatis.
Kody dengan panik menerobos lampu merah, mempertaruhkan segalanya untuk membawanya ke UGD, bersikeras agar dokter memeriksanya dengan saksama.
Sementara itu, aku menghadapi tatapan melecehkan para tamu dan hanya menerima alasan acuh tak acuh dari Kody.
"Apakah harus diadakan hari ini? Kita sudah membatalkan pernikahan berkali-kali, mari jadwalkan ulang untuk minggu depan. Tonya pingsan saat melihat darah, jadi aku perlu menemaninya. Aku benar-benar berharap kamu bisa mengerti."
Dia mengenang masa kecil mereka, memenuhi setiap permintaan Tonya, sementara mengabaikanku.
Sebenarnya, aku tidak harus menikah dengannya.
Ketika ketidakhadirannya menjadi kebiasaan, aku memilih pria yang benar-benar akan hadir. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"