Sigma Rain
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Sigma Rain
GAIRAH CINTA CEO DINGIN
Romantis “Apakah kita pernah bertemu? Wajahmu terlihat tidak asing di mataku,” ucap pria bernetra hitam gelap tersebut, membius wanita menawan yang sekarang terduduk di hadapan.
Hanya dengan sebuah senyuman tipis, wanita itu pun membalas, "Kalau kita pernah bertemu, saya rasa saya tidak akan melupakan pria seperti Anda, Pak.” | Di hari dirinya menghadiri wawancara kerja, Karin Arvantie merasa canggung menghadapi pria yang mungkin akan menjadi calon bosnya, Ryan Atmaja, seorang pria dengan manik hitam gelap menawan dan CEO Atmaja Corp. Dengan tatapan dingin yang tajam dan intens, wanita tersebut merasakan gejolak tak terbendung setiap kali berdekatan dengan pria tersebut. Akankah Karin mampu mempertahankan hubungannya dengan Ryan sebatas atasan dan bawahan? Atau mungkin, mereka akan tenggelam dalam hubungan tak terduga yang lebih panas dan menggairahkan?
Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.