Royalphi
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Royalphi
Duet Maut Janda dan CEO Badass
Romantis WARNING 21++
DIPEBUHI DENGAN ADEGAN KEKERASAN, SEKS DAN LAINNYA.
TOLONG BIJAKLAH .
“Sekarang, kau lihat, siapa yang ada di bawah?"
**
Vina Pryanika, seorang janda 29 tahun yang harus bercerai dengan suaminya. Dia tidak pernah bekerja sebelumnya, membuat dirinya kesulitan untuk mencari pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan anaknya sendiri.
Suatu hari, ketika dia mabuk, Vina menampar seorang pria yang ternyata adalah Eros Gaharu. Seorang CEO dari perusahaan teknologi terkenal, yang dikenal mempunyai desikap tempramental, bebas, dan kejam. Karna insiden itu, Eros meniduri Vina yang pingsan karna mabuk sebagai bentuk balas dendam.
Sedangkan Vina, menginginkan balas dendam untuk keluarga mantan suami dan mantan suaminya. Dia ingin mereka ada di bawah kakinya lagi, dan hancur seperti dirinya.
Keduanya membuat sebuah kolaborasi yang mematikan untuk keinginan masing-masing. Apakah ini hanya tentang kolaborasi? Atau tentang lainnya yang tidak mereka perkirakan? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.