Rey Uwais
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Rey Uwais
Antara Pekerjaan Rahasiaku Dan Cintanya
Romantis Hai, namaku Meri, sulitnya mendapatkan pekerjaan memaksaku menjadi seorang pembun*h bayaran dengan harga yang fantastis! Aku membun*h demi uang, bukan karena aku suka membun*h seseorang. Aku menyembunyikan identitasku sebagai pembun*h bayaran dari semua orang, hanya Mike yang tahu tentang pekrjaanku yang sebenarnya. Tak bisa kupungkiri, aku jatuh cinta dengan sahabatku Mike, sudah lama sekali. Tapi aku mencoba menepis itu semua. Aku menjaga hubungan baikku dengan Mike, karena aku tidak ingin merusak persahabatan kami. Lagipula, Mike sudah punya pacar, seorang model terkenal dan juga pastinya cantik. Di rumah sakit aku bertemu dengan seorang Dokter tampan, apakah dia tambatan hatiku yang sebenarnya? Atau apakah Mike belahan jiwaku? Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai.