Randria
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Randria
Bahagiaku Bukan Denganmu
Romantis Karena seringnya terjadi pertengkaran, dan tidak ada kecocokan lagi dengan istrinya Humaira Salsabila, akhirnya Imron memilih untuk menceraikannya.
Imron lebih memilih menikah dengan Laras, yang kelihatannya jauh lebih cantik daripada Humaira.
Manisnya madu hanya di awal, setelah menjalani pernikahan bersama Laras, barulah Imron menyadari, ternyata Laras tidak bisa melakukan tugas rumah tangga sebaik Humaira.
Tanpa Imron sadari ternyata Laras memiliki rahasia yang tak' diketahuinya, hal ini menjadi masalah besar di kemudian hari.
Pada suatu hari, Imron bertemu kembali dengan mantan istrinya yang kini jauh lebih cantik dari sebelumnya, Imron ingin kembali kepadanya.
Akankah Imron bersatu kembali lagi dengan Humaira?
Atau masih bertahan bersama Laras?
Sepandai-pandainya Laras menyimpan rahasia, akhirnya terbongkar juga, bagaimana tanggapan Imron tentang ini?
Yuk simak Ceritanya!
Anda mungkin suka
Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin. Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Delilah Suamiku sedang mandi, suara air yang mengalir menjadi irama yang akrab di pagi hari kami. Aku baru saja meletakkan secangkir kopi di mejanya, sebuah ritual kecil dalam lima tahun pernikahan kami yang kukira sempurna.
Lalu, sebuah notifikasi email muncul di laptopnya: "Anda diundang ke Pembaptisan Leo Nugraha." Nama belakang kami. Pengirimnya: Rania Adeline, seorang influencer media sosial.
Rasa ngeri yang dingin langsung menusukku. Itu adalah undangan untuk putranya, seorang putra yang tidak pernah kuketahui keberadaannya. Aku pergi ke gereja, bersembunyi di balik bayang-bayang, dan aku melihatnya menggendong seorang bayi, anak laki-laki dengan rambut dan mata gelapnya. Rania Adeline, sang ibu, bersandar di bahunya, sebuah potret kebahagiaan rumah tangga.
Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Keluarga yang sempurna dan bahagia. Duniaku runtuh. Aku teringat dia menolak punya anak denganku, dengan alasan tekanan pekerjaan. Semua perjalanan bisnisnya, malam-malamnya yang larut—apakah dihabiskan bersama mereka?
Kebohongan itu begitu mudah baginya. Bagaimana bisa aku sebodoh ini?
Aku menelepon Program Fellowship Arsitektur di Singapura, sebuah program bergengsi yang kutunda demi dirinya. "Saya ingin menerima fellowship itu," kataku, suaraku terdengar sangat tenang. "Saya bisa segera berangkat."