Ochel Fuadi
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Ochel Fuadi
Bukan Wanita Biasa
Romantis
"Kenapa kamu diam, Mas? Bertahun-tahun kamu tidak menafkahi mereka, tidak memberi pengertian dan kasih sayang, abai akan tanggung jawab sebagai seorang ayah. Masihkah pantas kamu ingin bertemu dengan mereka sekarang? Setelah dulu kamu dan keluaragamu dengan angkuhnya mengusirku dan anak-anakmu?
Kamu juga telah membuatku tidak diterima oleh keluargaku sendiri? Ibumu juga telah merusak masa depanku dengan merobek ijazahku sampai aku harus memulung, menjadi tukang sapu, tukang parkir, dan berjualan seperti ini? Tidak ada orang yang mempercayaiku lagi, karena semuanya sudah terpengaruh oleh berita-berita yang dihasut keluargamu.
Semuanya menganggap aku adalah seorang peselingkuh dan pelacur sebagaimana yang kamu tuduhkan! Dan akhirnya aku terdampar di sini, tetapi dengan hidup seperti ini aku merasa lebih baik dari pada harus mengemis kepercayaan dari orang-orang yang telah membuatku hina!"
Setelah tidak bertemu selama tiga tahun lamanya, Madina harus dihadapkan lagi dengan seorang pria paling pecundang dalam hidupnya. Dia adalah Adnan—mantan suaminya yang telah mentalak dan mengusirnya secara tragis karena percaya pada sebuah fitnah.
Kedatangan Adnan bermaksud untuk mempersunting Madina kembali, selain karena masih ada cinta, ternyata Madina memiliki anak laki-laki yang sangat mirip dengan Adnan yang dulu sangat diragukannya. Anak laki-laki yang menjadi obsesi keluarganya untuk menjadi penerus dan pewaris kekayaan.
Akankah Madina menerima Adnan kembali setelah membuatnya trauma, merusak mental, dan menjadikannya wanita introvert? Lantaran di sisi lain ada pria yang begitu tulus membuatnya bangkit kembali?
Sementara untuk menebus kesalahan, Adnan ingin membersihkan nama Madina dengan mencari tahu siapa pelaku fitnah tersebut. Apakah akan segera terkuak?
Anda mungkin suka
Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin. Lima Tahun, Satu Kebohongan yang Menghancurkan
Delilah Suamiku sedang mandi, suara air yang mengalir menjadi irama yang akrab di pagi hari kami. Aku baru saja meletakkan secangkir kopi di mejanya, sebuah ritual kecil dalam lima tahun pernikahan kami yang kukira sempurna.
Lalu, sebuah notifikasi email muncul di laptopnya: "Anda diundang ke Pembaptisan Leo Nugraha." Nama belakang kami. Pengirimnya: Rania Adeline, seorang influencer media sosial.
Rasa ngeri yang dingin langsung menusukku. Itu adalah undangan untuk putranya, seorang putra yang tidak pernah kuketahui keberadaannya. Aku pergi ke gereja, bersembunyi di balik bayang-bayang, dan aku melihatnya menggendong seorang bayi, anak laki-laki dengan rambut dan mata gelapnya. Rania Adeline, sang ibu, bersandar di bahunya, sebuah potret kebahagiaan rumah tangga.
Mereka tampak seperti sebuah keluarga. Keluarga yang sempurna dan bahagia. Duniaku runtuh. Aku teringat dia menolak punya anak denganku, dengan alasan tekanan pekerjaan. Semua perjalanan bisnisnya, malam-malamnya yang larut—apakah dihabiskan bersama mereka?
Kebohongan itu begitu mudah baginya. Bagaimana bisa aku sebodoh ini?
Aku menelepon Program Fellowship Arsitektur di Singapura, sebuah program bergengsi yang kutunda demi dirinya. "Saya ingin menerima fellowship itu," kataku, suaraku terdengar sangat tenang. "Saya bisa segera berangkat."