Mizatil Haya
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Mizatil Haya
Sakit Ini Lebih Dari yang Kau Pahami
Romantis Pada akhirnya, cinta mampu menundukkan bahkan hati yang paling beku sekalipun.
Arden Valez-seorang pria yang dikenal tak punya belas kasih, keras, dan penuh luka masa lalu-tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah karena kehadiran seorang perempuan yang dulu ia remehkan.
Semua bermula dari kepura-puraan.
Dari kebencian yang ia rawat, dari amarah yang ia pelihara, dan dari dendam yang semula ia anggap sebagai pelindung dari rasa sakit.
Namun takdir punya cara aneh dalam mengajar manusia.
Penyesalan Arden atas dosa-dosa di masa lalunya kini menjadi bayang-bayang yang tak pernah berhenti menghantuinya.
Setiap malam, setiap hembus napasnya, selalu dipenuhi ketakutan akan kehilangan satu-satunya hal yang pernah membuatnya merasa hidup-
Seren Ayandra.
Sejauh apa pun Seren mencoba melarikan diri, sejauh apa pun langkahnya menjauh dari pria yang dulu menghancurkan hidupnya, hatinya selalu kembali ke tempat yang sama: ke pria yang membuatnya mati rasa.
Karena entah bagaimana, luka itu justru menjadi jembatan yang mengikat jiwa mereka.
Arden-dengan segala kesalahan, keangkuhan, dan amarahnya-adalah badai yang dulu membuat hidup Seren porak-poranda.
Namun badai yang sama pula yang kini memberinya arah untuk kembali pulang.
Bahkan ketika raganya mungkin telah hancur, bahkan ketika dunia tak lagi berpihak pada mereka, jiwa Seren akan selalu menemukan jalannya kembali menuju pria itu.
Ke dalam dada yang dulu membakarnya habis-habisan, tapi kini menjadi satu-satunya tempat di mana ia merasa aman.
Dua jiwa yang bertolak belakang, dipertemukan semesta bukan untuk saling melengkapi-melainkan untuk saling menyembuhkan.
Arden yang menolak takdir, dan Seren yang pasrah pada kepedihan hidupnya, dipaksa waktu untuk menua bersama dalam keterikatan yang tak dapat dijelaskan.
Cinta mereka lahir dari kehancuran, tumbuh dari luka, dan bertahan di antara rasa bersalah serta pengampunan.
Namun pada akhirnya, mungkin itulah bentuk cinta yang paling murni-
Cinta yang tidak sempurna, tapi nyata. Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
Romantis Hidupnya selalu penuh kejutan, dan dia hanyalah seorang anak angkat yang tak pernah benar-benar merasa punya tempat. Setelah diputuskan oleh kekasihnya, lalu perjodohan kakaknya ditolak oleh Komandan Rayan Elvard, pria berdarah bangsawan yang terkenal dingin dan tak berperasaan, kini Liora Avanira harus menggantikan posisi itu.
Dia tidak menginginkannya, tapi Rayan sendiri yang memilihnya.
Bukan karena cinta-melainkan karena sebuah misi rahasia. Namun, semakin lama, rasa penasaran Komandan itu berubah menjadi ketertarikan yang tak bisa dikendalikan.
Dia buas. Dia berbahaya.
Ketika sebuah perintah dari Laksamana Tertinggi memaksa Rayan untuk menikahi Liora demi menjaga kehormatan keluarga bangsawan, pernikahan tanpa cinta itu berubah menjadi obsesi. Rayan tidak mencintai Liora, tapi dia terobsesi padanya-pada sikap dinginnya, pada tatapan tajamnya yang menolak tunduk, pada bibirnya yang tak pernah tersenyum untuknya.
Semakin Liora menjauh, semakin Rayan kehilangan kendali.
Bagi Liora, pernikahan itu adalah penjara yang mencekik.
Bagi Rayan, itu adalah surga yang memabukkan.
Keduanya hidup dalam benturan yang tak berujung-antara misi, kebencian, dan rasa yang tak mau diakui. Namun saat Liora mulai menemukan jejak masa lalunya yang kelam, dia menyadari bahwa nyawanya sedang diincar oleh seseorang yang pernah menghancurkan keluarganya.
Dan hanya satu orang yang mampu melindunginya-pria yang juga menjadi sumber penderitaannya sendiri.
Bagaimana akhir dari pernikahan yang dipenuhi obsesi, luka, dan rahasia gelap ini? Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai. Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat."