Miarosa
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Miarosa
Mantan Suamiku
Romantis Tidak ada yang lebih sulit dari pada jatuh cinta kepada orang yang pernah bersumpah di hadapan Tuhan akan saling mencintai selamanya, tapi Aurora harus menjalani kenyataan pahit. Dia yang disebut sebagai 'mantan suami' menceraikannya dua tahun lalu dan sekarang mereka kembali bertemu.
'Mantan suami' memiliki rencana lain untuk Aurora. Ya, dia ingin kembali memiliki wanita itu seutuhnya dengan berbagai cara licik agar bisa menaklukan hati sang Kekasih.
"Aku mencintaimu, Aurora."
Suara Henry terdengar berat, seiring gerakan tubuhnya yang masuk kian dalam. Menelusup jauh membagi kehangatan sekaligus dengan tamak mereguk kenikmatan bercinta. Mereka berdua berpeluh keringat disertai debur ombak yang bergulung-gulung. Perlahan meniti satu persatu anak tangga kenikmatan yang mereka ciptakan bersama. Berbagi cinta dalam helaan napas, mendesah dalam setiap tetes keringat yang berbaur, menyerap dengan tamak intisari tubuh satu sama lain.
Erangan Aurora begitu nyata, senyata perasaan melayang Henry mendapati dahsyatnya gelombang gairah yang menerpa dirinya. Menyulut setiap jengkal sel di sebagian tubuh lelaki itu dengan api kenikmatan yang berkobar, menyebar hingga ke seluruh tubuh.
Darah dalam dirinya seakan menggelegak oleh kobaran gairah yang menyala-nyala, setiap sel dalam tubuhnya menjerit kegirangan merasakan penyatuan dua kutub manusia yang berbeda dan ketika puncak itu akan diraih, tanpa sadar keduanya bergerak semakin cepat.
Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.