Maurie Baghdoyan
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Maurie Baghdoyan
Hati Seorang Ibu, Kebohongan Kejam
Romantis Aku pergi ke Bank BCA untuk membuat rekening dana perwalian sebagai hadiah kejutan ulang tahun keenam anak kembar-ku. Selama enam tahun, aku adalah istri yang penuh cinta dari seorang maestro teknologi, Gavin Suryadiningrat, dan aku percaya hidupku adalah mimpi yang sempurna.
Tapi permohonanku ditolak. Manajer memberitahuku bahwa menurut akta kelahiran resmi, aku bukanlah ibu sah mereka.
Ibu mereka adalah Iliana Prawiro—cinta pertama suamiku.
Aku bergegas ke kantornya, hanya untuk mendengar kebenaran yang menghancurkan dari balik pintunya. Seluruh pernikahanku adalah palsu. Aku dipilih karena aku mirip dengan Iliana, disewa sebagai ibu pengganti untuk mengandung anak-anak biologisnya.
Selama enam tahun, aku tidak lebih dari seorang pengasuh gratis dan "pengganti sementara yang nyaman" sampai dia memutuskan untuk kembali.
Malam itu, anak-anakku melihat keadaanku yang patah hati dan wajah mereka berubah jijik.
"Penampilanmu menjijikkan," cibir putriku, sebelum mendorongku.
Aku jatuh dari tangga, kepalaku membentur tiang. Saat aku terbaring di sana berdarah, mereka hanya tertawa.
Suamiku masuk bersama Iliana, melirikku di lantai, dan kemudian berjanji akan mengajak anak-anak makan es krim dengan "ibu kandung" mereka.
"Aku harap Iliana adalah ibu kandung kita," kata putriku dengan suara keras saat mereka pergi.
Terbaring sendirian dalam genangan darahku sendiri, aku akhirnya mengerti. Enam tahun cinta yang telah aku curahkan untuk keluarga ini tidak berarti apa-apa bagi mereka.
Baiklah. Keinginan mereka terkabul. Anda mungkin suka
Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin. Pemuas Nafsu Keponakan
kodav Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel
Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku.
Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini.
Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku.
Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis.
Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?