Mas Khalid
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Mas Khalid
Rumah Tanpa Buah Hati
Romantis RUMAH TANPA BUAH HATI
Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya.
Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya.
Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata.
Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice.
Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati.
Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya.
**
Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"