Leend SY
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Leend SY
MENIKAM MENTAL SUAMI DAN GUNDIKNYA
Modern “Berapa sih, gajimu sebagai guru honor di TK itu? sebaiknya kau turuti saja keinginan Burhan untuk menikahi Nuri, Sawitri.” ucap bu Masita pada Sawitri menantunya. Dengan sengaja perempuan bertubuh gempal itu melukai hati Sawitri yang paling dalam dan tanpa perasaan kasihan sama sekali. Rasa lapar yang tadi menghinggapinya sepulang mengajar, menguap begitu saja.
“Maaf, Bu…” Sawitri hendak menyanggah mertunya namun sudah terlebih dahulu dibungkam oleh wanita yang harusnya menyayangi dirinya yang sudah piatu ini.
“Nggak ada tapi-tapi, lagian kalau Burhan menikahi Nuri, dia bisa membantu perekonomian keluarga ini. Gajinya banyak dibanding kamu, ibu saja sudah dua kali dibelikan baju mahal sama dia” Tandas bu Masita, pedas di telinga Sawitri, seperti memeras jeruk di luka yang masih basah.
Sementara Burhan, hanya mendengarkan saja, bagaimana ibunya melukai hati Sawitri dengan sengaja. Tak ada niat sama sekali untuk membela istrinya yang sabar itu. Ia sibuk berbalas chat mesum dengan Nuri, gundik barunya yang baru saja keluar dari apotik membeli pil KB.
Mampukah Sawitri mempertahankan rumah tangganya yang penuh onak dan duri?
Ikuti cerita ini dan jangan lupa masukin rak buku kalian ya. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.