Kim Soraa
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Kim Soraa
Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
Romantis Pernikahan antara Rafaele Jefferie dan Belleza Chiara Steel, hanyalah sebuah bentuk persekutuan antar dua klan besar Mafia. Tak ada cinta, apa lagi kisah romansa di antara mereka. Semua hanya beratas-namakan bisnis. Mengorbankan impian seorang gadis yang sejak lama begitu mendambakan cinta sejati. Laki-laki baik, lembut, dan juga romantis. Tentu saja, bukan hal yang bisa didapatkan dari sosok sang putra Mafia—Rafaele Jefferie.
Minum teh bersama di pagi hari. Morning kiss di atas tempat tidur. Juga candle light dinner di hotel berbintang. Semua angan-angan itu musnah. Kini Bella justru harus ikut terjun menjadi seorang pebisnis seperti ayahnya (Alaric Steel). Dan juga suaminya. Sebuah dunia yang bahkan tidak pernah terbayang akan ia jalani.
Suatu ketika, sebuah rahasia besar terungkap. Hingga membuat Bella semakin mengutuk nama Rafaele Jefferie.
“Kau hanya perlu menyerahkan tubuhmu untukku. Jangan buat aku membebaskan iblis yang sekian lama terkurung.” Rafaele menyudutkan Bella sampai ke sudut dinding kamar.
Bella tak punya opsi lain. Dia memang telah kehilangan hak atas tubuhnya sendiri, sejak dibawa masuk ke dalam istana Jeffie. Kini, dia harus tunduk. Takhluk di hadapan Rafaele yang agung. Melawan, sama saja kiamat bagi ayah dan kakaknya.
“Baiklah. Ambil sebanyak yang kau mau. Tapi biarkan keluargaku hidup.” Dalam keputus-asaan Bella meminta.
Namun, di luar dugaan. Setelah Bella menyerahkan diri sepenuhnya pada Rafaele, tiba-tiba Alaric ditemukan tewas ketika tengah melakukan pertemuan bisnis di wilayah klan Jeffie. Tak urung, Bella menggila. Ia menuduh Rafaele adalah orang yang telah menghabisi ayahnya.
Sementara itu, sang pengkhianat tersenyum puas ketika mengetahui Bella tengah mengandung anak Rafaele. Inilah point dari segala intrik yang sekian lama berlangsung.
Akankah Bella mampu membalaskan dendamnya? Atau justru Rafaele yang akhirnya benar-benar menuntaskan segala kebenciannya pada keluarga Steel selama ini? Siapa dalang sebenarnya dari semua masalah yang ada?
Selengkapnya hanya ada di sini.
Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
Ketika panasnya dendam, bercinta dengan gairah cinta sang putra Mafia. Semua terbakar.
***
Mari saling sapa.
IG Author @_moon_author
Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
Keely Alexis Aku menarik tunanganku dari sebuah kecelakaan mobil beberapa detik sebelum mobil itu meledak. Api meninggalkan punggungku penuh dengan luka bakar yang mengerikan, tapi aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Selama empat tahun dia koma, aku menyerahkan segalanya untuk merawatnya.
Enam bulan setelah dia sadar, dia berdiri di atas panggung konferensi pers untuk kembalinya. Seharusnya dia berterima kasih padaku. Sebaliknya, dia membuat pernyataan cinta yang megah dan romantis untuk Stella, kekasih masa kecilnya, yang tersenyum dari bangku penonton.
Keluarganya dan Stella kemudian membuat hidupku seperti di neraka. Mereka menghinaku di sebuah pesta, merobek gaunku untuk memperlihatkan bekas lukaku. Ketika aku dipukuli di sebuah gang oleh preman yang disewa Stella, Adrian menuduhku mengarang cerita untuk mencari perhatian.
Aku terbaring di ranjang rumah sakit, memar dan hancur, sementara dia bergegas ke sisi Stella karena wanita itu "ketakutan". Aku tak sengaja mendengar dia mengatakan bahwa dia mencintai Stella dan bahwa aku, tunangannya, tidak berarti apa-apa.
Semua pengorbananku, rasa sakitku, cintaku yang tak tergoyahkan—semuanya tidak ada artinya. Baginya, aku hanyalah utang yang harus dia bayar karena rasa kasihan.
Di hari pernikahan kami, dia menendangku keluar dari limosin dan meninggalkanku di pinggir jalan tol, masih dalam gaun pengantinku, karena Stella pura-pura sakit perut.
Aku melihat mobilnya menghilang. Lalu aku memanggil taksi.
"Ke bandara," kataku. "Dan tolong lebih cepat." Madu Untuk Istriku
bundaRey "Ijinkan aku menikah lagi, Ren?" Dengan berkaca-kaca, Dani memamdang Reni.
"Apa kamu yakin sanggup, Mas? Membimbing satu istri saja kamu nggak bisa, apalagi dua?" Tidak! Reni tidak mau dimadu.
Tanpa sadar Reni mengelus perutnya. Berharap anak dalam kandungannya tidak mendengar keinginan gila ayahnya.
"InsyaAllah sanggup, Yank." Reni tersenyum kecut. Sholat aja tidak pernah sanggup dari mana?
"Kamu gila, Mas!" Jengah dengan kegilaan Dani, Reni segera beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Dani.
"Ren! Ren!" Dani segera menyusul Reni yang berjalan ke arah kamar.
"Ren!" Dani menarik tangan Reni, namun segera ditepis oleh wanita itu.
"Lepaskan, Mas!" Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia pikir suaminya telah kembali seperti dulu, namun ternyata dia salah. Malah sebuah permintaan gila yang dimintanya pada Reni.
Tak menyerah, Dani terus mengekor Reni hingga ke kamar. Seketika Reni muak hanya dengan melihat wajah Dani.
"Ren, dengarkan Mas dulu ...." Kali ini Dani telah berlutut di hadapan Reni. Wanita itu duduk di tepi ranjang dengan mata yang mulai sembab.