Kalbam
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Kalbam
Pewaris Dari Rahim Yang Disewa
Romantis Elara adalah seorang wanita tangguh yang harus menanggung beban keluarga sendirian. Kehidupannya semakin sulit ketika ia dipecat dari pekerjaannya akibat fitnah yang dibuat oleh rekan kerjanya. Dengan tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga, Elara berjuang mencari pekerjaan apa pun yang bisa menutupi kebutuhan hidup mereka.
Di tengah kesulitannya, Elara bertemu dengan Adrian, seorang presdir perusahaan besar dan pewaris tunggal keluarga kaya raya. Adrian sedang berada dalam tekanan besar dari keluarganya-ia dituntut untuk segera menikah agar bisa meneruskan garis keturunan keluarga. Dijodohkan dengan seorang wanita yang dikenal oleh ibu tirinya, Adrian menolak karena ia merasakan motif tersembunyi di balik niat sang ibu tiri.
Pertemuan mereka berdua membawa sebuah tawaran yang mengejutkan: Adrian menawarkan pekerjaan dengan bayaran sangat tinggi kepada Elara, namun dengan syarat yang sulit diterima hati nuraninya. Ia meminta Elara untuk "menyewakan rahimnya" demi melahirkan anak yang akan menjadi pewaris tunggal Adrian.
Di balik kontrak dingin dan kesepakatan transaksional itu, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Adrian, yang awalnya hanya menaruh minat pada tanggung jawab biologis dan garis keturunan, mulai merasakan kedekatan emosional dengan Elara. Sementara Elara, yang awalnya menolak untuk menjadikan tubuhnya sebagai alat transaksional, mulai melihat sisi lain Adrian-seorang pria yang lembut, penuh perhatian, namun tetap menyimpan luka masa lalu dan rahasia keluarga.
Pertanyaannya kini: Apakah Elara akan bersedia menjalani perjanjian kontroversial itu demi keluarganya? Dan bisakah cinta tumbuh dari sebuah kesepakatan yang dimulai tanpa kasih sayang? Apakah pernikahan mereka akan berubah menjadi hubungan yang sah dan tulus, atau hanya sekadar kontrak yang mengekang hati mereka? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"