Juno Lane
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Juno Lane
Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
Romantis Delapan tahun pernikahan rahasiaku hancur saat aku melihat suamiku, Teguh, melamar wanita lain dengan kue ulang tahun yang seharusnya untuk adikku, Heru.
Aku menyerahkan surat cerai dan pengunduran diriku dari restoran yang kami bangun bersama. Namun, Teguh hanya menganggapku bercanda dan menuduh adikku sebagai biang keladi.
Di depan mataku, dia membawa selingkuhannya, Selia, ke rumah kami dan mengusirku dan Heru seolah kami adalah sampah.
"Jangan dramatis, Risa. Kamu tahu posisimu," katanya dengan tatapan jijik, seolah aku adalah aib yang harus disembunyikan.
Heru, adikku yang hatinya hancur, menatap Teguh dengan dingin. "Heru tidak punya Ayah lagi. Yang Heru punya hanya Kakak Risa."
Aku membawanya pergi, meninggalkan semua racun di belakang. Namun, saat restoran Teguh di ambang kehancuran karena kebodohan Selia, dia datang mencariku ke Swiss, memohon untuk kembali.
"Aku mencintaimu, Risa! Aku sangat mencintaimu!" teriaknya putus asa.
Aku menatapnya tanpa emosi. "Kau selalu menganggapku wanita licik yang menjebakmu. Malam itu, kau dibius, Teguh. Dan aku... akulah korbannya." Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.