Jasper Quinn
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Jasper Quinn
Racun Dokter Hancurkan Hidupku
Romantis Demi menyelamatkan pernikahanku dari rasa nyeri misterius, aku diam-diam mendatangi Dr. Victor, spesialis kesuburan terkenal di kota.
Namun, bukannya sembuh, aku justru dijebak dalam "terapi" menjijikkan di mana dia membiusku, melecehkanku, dan merekam aibku sebagai bahan pemerasan.
Dia mengancam akan menyebarkan video saat aku "mengemis" sentuhannya-efek dari obat yang dia sebut pereda nyeri-jika aku tidak terus melayaninya.
Aku merasa kotor, rusak, dan hampir gila karena ketergantungan aneh yang kurasakan pada tubuhnya.
Sampai akhirnya, hasil pemeriksaan dari rumah sakit lain menampar kesadaranku.
Dokter itu bertanya dengan wajah serius:
"Nyonya, sejak kapan Anda mengonsumsi stimulan dan halusinogen dosis tinggi?"
Ternyata aku tidak sakit.
Bajingan itu sengaja meracuniku agar aku kecanduan padanya.
Rasa takutku seketika lenyap, berganti dengan api kemarahan yang dingin.
Aku akan kembali ke klinik itu, bukan sebagai pasien, tapi sebagai mimpi buruknya. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"