Ikhaqueen
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Ikhaqueen
DENDAM CINTA
Romantis Rengkarnasi, apa kalian mempercayai hal itu?
Tapi itulah yang terjadi pada Fanila, gadis muda berusia 23 tahun yang tewas akibat ledakan bom.
Fanila sedang menjalankan misi yang di berikan oleh sang kekasih padanya,tapi malah di jebak oleh kekasihnya itu, dan mati dengan cara mengenaskan.
Kini Ia di berikan kesempatan kedua oleh Tuhan untuk hidup kembali,tapi di tubuh gadis lain.
Gadis yang kekurangan kasih sayang,dan berusaha berbuat jahat hingga di benci oleh keluarganya sendiri.
Fanila bertemu kembali dengan mantan kekasih, sialannya itu. Ia sangat ingin mencabik-cabik, dan membunuh pria itu.
Tapi, sayangnya, pria itu merupakan kakak yang sangat di hormati oleh sang kekasihnya kini.
Apa yang harus Fanila/Ziana lakukan? Apakah menyudahi dendam di kehidupan lalu demi sang kekasih,atau mempertahankan dendam tersebut dengan mengorbankan orang yang mencintainya?
Anda mungkin suka
Satu Malam Bersama Bos Miliarderku
Paco Pizzi Selama tiga tahun, aku mengorbankan segalanya untuk mendukung karier pacarku, sementara aku rela hanya menjadi asisten junior yang tak terlihat.
Hingga suatu pagi setelah malam amal yang kacau, aku terbangun di atas seprai sutra di ranjang penthouse milik CEO perusahaanku yang dingin dan ditakuti, Ezra Wijaya.
Malam itu, pacarku, Indra, mengabaikan semua panggilanku dengan alasan ketiduran. Di saat aku dihantui rasa panik karena Ezra menjebak dan memaksaku menandatangani kontrak pernikahan demi menstabilkan sahamnya, sebuah kebenaran lain menamparku. Aku melacak lokasi ponsel Indra dan menemukan titik biru itu tidak berada di rumahnya, melainkan berhenti tepat di gedung sahabat baikku, Liana.
"Aku lembur malam ini, Sayang," pesannya dengan manis.
Padahal dia sedang tidur dengan sahabatku sendiri. Tiga tahun kesetiaanku dibalas dengan pengkhianatan paling menjijikkan oleh dua orang yang paling kupercayai. Hatiku hancur, berubah menjadi rasa dingin yang menusuk tulang.
Mengapa mereka tega mempermainkanku selama ini? Di saat aku merasa terekspos dan tidak punya siapa-siapa lagi, Ezra justru menyodorkan sebuah kesepakatan yang tak mungkin kutolak. Dia mengetahui rahasia terbesarku, dan dia menawarkan akses langsung ke Senator Pratama—pria berkuasa yang telah menghancurkan hidup ibuku dua puluh tahun lalu.
Aku membuang bunga pemberian Indra ke tempat sampah, lalu menatap pria paling berkuasa di New York itu.
"Aku ingin akses ke Keluarga Pratama. Itu syaratku."
Malam ini, berbalut gaun sutra zamrud dan menggenggam erat tangan Ezra di karpet merah, aku menatap wajah pucat pasi mantan pacar dan sahabatku yang terkejut melihatku. Pembalasan dendamku baru saja dimulai.