Hot Angel
8 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Hot Angel
Rahasia Aneh Para Suami
Adventure Aku menikah dengan pria tua yang kucintai. Lelaki mapan, lembut, perhatian, dan selalu membuatku merasa aman dan nyaman. Namun di balik belaian dan kasih sayangnya, tersimpan rahasia yang tak pernah kuduga...
Dua malam pertama begitu dahsyat, mengajarkanku hasrat yang menagihkan dan meninggalkan rasa tersiksa ketika semuanya hilang. Setiap hari aku bergelut dengan dilema: antara cinta, tanggung jawab, dan kerinduan yang tak terpuaskan.
Saat aku mencoba mengalihkan diri dengan kegiatan rumah tangga, sosial, bahkan kuliah, bayangan malam-malam itu terus menghantui. Aku mulai menyadari, rahasia suamiku bukan hanya menyentuh tubuhku, tapi juga menelanjangi hatiku... dan aku harus memutuskan apakah aku bisa menerima semua itu, atau membiarkan kerinduan menghancurkan hidupku perlahan.
Saat aku mulai terjebak dalam permainan selingkuh dan perlahan menerima bahwa suamiku memang tak mampu memuaskan hasrat batinku lagi, aku menyadari... ada rahasia di balik rahasia. Di balik senyum hangat dan belaian lembutnya, tersimpan misteri yang lebih gelap, yang mungkin akan mengubah hidupku selamanya.
Aku harus memilih: bertahan dengan cinta yang hangat tapi tak lengkap, atau menapaki jalan berbahaya penuh rahasia, hasrat, dan pengkhianatan.
Rahasia Suami Tuaku-cerita tentang cinta, hasrat, dan pilihan yang tak pernah mudah.
Anda mungkin suka
Gairah Liar Setelah Menikah
Bugis cek Setelah menikahi akhwat cantik yang lama diidam-idamkan, pria milyarder itu merasa sangat bahagia. Mereka menikmati kehidupan rumah tangga yang bahagia, meski baru seminggu. Namun, ada satu hal yang membuat sang istri merasa terganggu. Suaminya mempunyai kebiasaan yang cukup mengkhawatirkan. Hampir setiap saat, suaminya meminta jatah. Sebelum tidur, saat menyiapkan makanan, bahkan saat mereka sedang santai di ruang keluarga. Sang istri merasa kewalahan. Dia tidak pernah menyangka bahwa suaminya begitu rakus akan kepuasan duniawi. Suatu hari, ketika sang istri sedang memasak di dapur, sang suami mendekatinya dan mulai merayunya.
"Sayang, ayo kita berduaan sebentar di kamar," bisik suaminya, sambil mencium leher istri. Dengan wajah merah padam, sang istri mencoba menolak.
"Aku sedang memasak, nanti saja ya, Sayang," ujarnya lembut.
Namun, suaminya tidak terima penolakan. Dia semakin mendesak, bahkan mulai meraba tubuh sang istri.
"Aku tidak bisa menahan nafsu ini, Sayang," desahnya.
Akhirnya, sang istri menyerah pada desakan suaminya. Mereka pun bergegas ke kamar untuk melampiaskan hasrat mereka. Sang istri merasa kewalahan menghadapi keperkasaan suaminya yang mencapai 27cm. Dia merasa tubuhnya terlalu lemah untuk mengimbangi nafsu suaminya yang tidak pernah habis. Setelah berhubungan intim, sang istri terkapar lemas di tempat tidur, sementara suaminya bangkit dengan senyum puas Asal kalian puas
titiktitikcahaya Kedua orang yang memegangi ku tak mau tinggal diam saja.
Mereka ingin ikut pula mencicipi kemolekan dan kehangatan tubuhku.
Pak Karmin berpindah posisi, tadinya hendak menjamah leher namun ia sedikit turun ke bawah menuju bagian dadaku.
Pak Darmaji sambil memegangi kedua tanganku.
Mendekatkan wajahnya tepat di depan hidungku.
Tanpa rasa jijik mencium bibir yang telah basah oleh liur temannya.
Melakukan aksi yang hampir sama di lakukan oleh pak Karmin yaitu melumat bibir, namun ia tak sekedar menciumi saja.
Mulutnya memaksaku untuk menjulurkan lidah, lalu ia memagut dan menghisapnya kuat-kuat.
"Hhss aahh." Hisapannya begitu kuat, membuat lidah ku kelu.
Wajahnya semakin terbenam menciumi leher jenjangku.
Beberapa kecupan dan sesekali menghisap sampai menggigit kecil permukaan leher.
Hingga berbekas meninggalkan beberapa tanda merah di leher.
Tanganku telentang di atas kepala memamerkan bagian ketiak putih mulus tanpa sehelai bulu.
Aku sering merawat dan mencukur habis bulu ketiak ku seminggu sekali.
Ia menempelkan bibirnya di permukaan ketiak, mencium aroma wangi tubuhku yang berasal dari sana.
Bulu kudukku sampai berdiri menerima perlakuannya.
Lidahnya sudah menjulur di bagian paling putih dan terdapat garis-garis di permukaan ketiak.
Lidah itu terasa sangat licin dan hangat.
Tanpa ragu ia menjilatinya bergantian di kiri dan kanan. Sesekali kembali menciumi leher, dan balik lagi ke bagian paling putih tersebut.
Aku sangat tak tahan merasakan kegelian yang teramat sangat.
Teriakan keras yang tadi selalu aku lakukan, kini berganti dengan erangan-erangan kecil yang membuat mereka semakin bergairah mengundang birahiku untuk cepat naik.
Pak Karmin yang berpindah posisi, nampak asyik memijat dua gundukan di depannya.
Dua gundukan indah itu masih terhalang oleh kaos yang aku kenakan.
Tangannya perlahan menyusup ke balik kaos putih.
Meraih dua buah bukit kembarnya yang terhimpit oleh bh sempit yang masih ku kenakan.
..
Sementara itu pak Arga yang merupakan bos ku, sudah beres dengan kegiatan meeting nya.
Ia nampak duduk termenung sembari memainkan bolpoin di tangannya.
Pikirannya menerawang pada paras ku. Lebih tepatnya kemolekan dan kehangatan tubuhku.
Belum pernah ia mendapati kenikmatan yang sesungguhnya dari istrinya sendiri.
Kenikmatan itu justru datang dari orang yang tidak di duga-duga, namun sayangnya orang tersebut hanyalah seorang pembantu di rumahnya.
Di pikirannya terlintas bagaimana ia bisa lebih leluasa untuk menggauli pembantunya. Tanpa ada rasa khawatir dan membuat curiga istrinya.
"Ah bagaimana kalau aku ambil cuti, terus pergi ke suatu tempat dengan dirinya."
Otaknya terus berputar mencari cara agar bisa membawaku pergi bersamanya.
Hingga ia terpikirkan suatu cara sebagai solusi dari permasalahannya.
"Ha ha, masuk akal juga. Dan pasti istriku takkan menyadarinya."
Bergumam dalam hati sembari tersenyum jahat.
...
Pak Karmin meremas buah kembar dari balik baju.
"Ja.. jangan.. ja. Ngan pak.!" Ucapan terbata-bata keluar dari mulut, sembari merasakan geli di ketiakku.
"Ha ha, tenang dek bapak gak bakalan ragu buat ngemut punyamu" tangan sembari memelintir dua ujung mungil di puncak keindahan atas dadaku.
"Aaahh, " geli dan sakit yang terasa di ujung buah kembarku di pelintir lalu di tarik oleh jemarinya.
Pak Karmin menyingkap baju yang ku kenakan dan melorotkan bh sedikit kebawah.
Sayangnya ia tidak bisa melihat bentuk keindahan yang ada di genggaman. Kondisi disini masih gelap, hanya terdengar suara suara yang mereka bicarakan.
Tangan kanan meremas dan memelintir bagian kanan, sedang tangan kiri asyik menekan kuat buah ranum dan kenyal lalu memainkan ujungnya dengan lidah lembut yang liar.
Mulutnya silih berganti ke bagian kanan kiri memagut dan mengemut ujung kecil mungil berwarna merah muda jika di tempat yang terang.
"Aahh aahh ahh," nafasku mulai tersengal memburu. Detak jantungku berdebar kencang.
Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuh, mendapatkan rangsangan yang mereka lakukan.
Tapi itu belum cukup,
Pak Doyo lebih beruntung daripada mereka.
Ia memegangi kakiku, lidahnya sudah bergerak liar menjelajahi setiap inci paha mulus hingga ke ujung selangkangan putih.
Beberapa kali ia mengecup bagian paha dalamku. Juga sesekali menghisapnya kadang menggigit.
Lidahnya sangat bersemangat menelisik menjilati organ kewanitaanku yang masih tertutup celana pendek yang ia naikkan ke atas hingga selangkangan.
Ujung lidahnya terasa licin dan basah begitu mengenai permukaan kulit dan bulu halusku, yang tumbuhnya masih jarang di atas bibir kewanitaan.
Lidahnya tak terasa terganggu oleh bulu-bulu hitam halus yang sebagian mengintip dari celah cd yang ku kenakan.
"Aahh,, eemmhh.. " aku sampai bergidik memejam keenakan merasakan sensasi sentuhan lidah di berbagai area sensitif.
Terutama lidah pak Doyo yang mulai berani melorotkan celana pendek, beserta dalaman nya.
Kini lidah itu menari-nari di ujung kacang kecil yang menguntit dari dalam.
"Eemmhh,, aahh" aku meracau kecil.
Tubuhku men