Helminawati Pandia
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Helminawati Pandia
Benalu di Rumahku Ketika Suamiku Terkena PHK
Romantis
Sejak Fajar mengalami PHK, Alisya, wanita tangguh, muda nan jelita, terpaksa menggantikan peran sang suami tercinta menjadi tulang punggung keluarga.
Parahnya, dia bukan hanya berperan sebagai tulang punggung keluarganya saja , tetapi juga keluarga besar suaminya.
Namun, pengkhianatanlah yang dia terima sebagai balasan kerja kerasnya. Desy, benalu yang menumpang hidup dirumahnya, telah menjadi duri dalam rumah tangganya.
Ketika pulang kerja, Alisya membeku. Nanar menatap pemandangan di atas ranjang. Sepasang manusia yang sangat di kenal, bahkan sangat dicintai dan sedang diperjuangkannya, berada di atas ranjang miliknya. Bersatu, bergumul, tanpa ada satu inci yang memisahkan tubuh keduanya.
**
Bagaimanakah Alisya menghadapi perselingkuhan suami penganggurannya? Akankah dia memilih pergi, atau bertahan sembari menyiapkan balasan untuk keluarga benalu yang menumpang hidup di rumahnya? Ikuti part selanjutnya, ya.
Bantu subcribe dan beri rate bintang lima ya, teman-teman. Semoga kalian suka. Terima kasih.
Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.