Haifa Dinantee
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Haifa Dinantee
SUAMI LANSIAKU TERNYATA CEO
Romantis "Bagaimana bisa aku menikah saat ini? Saat aku belum menyelesaikan pendidikanku? Belum lagi, pria itu pantas disebut kakek?"
Sova terus meracau seorang diri, meratapi nasibnya yang harus mengubur cita-citanya. Terlebih, fakta bahwa ibu tirinya menyetujui pernikahan ini karena uang satu juta. Sungguh menyakitkan.
Namun, keikhlasan dan kebaikan hatinya, membuat ia berniat menikah dengan sebenar-benarnya pernikahan. Ia pun berniat untuk belajar mencintai suaminya.
Saat ia bertemu suaminya, ternyata lelaki tua itu tidaklah seperti apa yang ada di gambarannya, lelaki tua tak berdaya seperti Ayahnya. Tidak, lelaki itu sungguh tampan dan gagah, bahkan dia masih memiliki roti sobek di perutnya. Bukan hanya itu, lelaki itu ternyata seorang CEO yang mencari istri tulus untuk ia jadikan sebagai ahli waris dari semua harta kekayaan yang ia miliki.
Apakah bisa Sova tak mencintainya?
Yang matang lebih menantang. Ikuti terus kisahnya! Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.