Fithri Aulia
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Fithri Aulia
Sepuluh Tahun Menanti Keturunan
Romantis Menjalani pernikahan tanpa anak, bukanlah hal mudah. Pertanyaan dari orang terdekat, menuntut Arka dan Lisa berupaya tegar menghadapi situasi pelik itu.
Lisa yang pernah menjalani pengangkatan satu indung telurnya, terus berupaya agar bisa hamil. Arka, sang suami yang merupakan seorang dokter, juga berupaya untuk ikhtiar dari segi medis.
Mengadopsi seorang anak untuk menghibur diri, hal itu tak lantas bisa diterima keluarga Arka.
Hingga akhirnya kabar baik kehamilan itu menemani Arka dan Lisa. Di saat menanti kelahiran sang buah hati, mimpi buruk justru terjadi.
Sabotase Mayang, mantan tunangan Arka atas tes kesuburan Arka, membuat rumah tangga keduanya berantakan. Lisa dituduh selingkuh dan mengandung janin dari Suga, mantan kekasihnya.
Akankah penantian selama sepuluh tahun justru berujung pada kesalahpahaman dan perceraian? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.