Dante Fox
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Dante Fox
Dilindungi Bos Militer yang Kejam
Romantis Ibuku selalu memperlakukanku seperti barang dagangan, memaksaku kencan dengan pria kaya yang terang-terangan merendahkan profesiku sebagai perawat.
Hingga suatu malam, sebuah kode darurat militer memanggilku kembali ke rumah sakit.
Di ruang ICU, seorang pembunuh bayaran menyamar sebagai dokter, menodongkan pisau bedah ke leherku, dan mendorongku jatuh dari tangga.
Nyawaku nyaris melayang jika saja Kolonel Baskara Adiwijaya tidak mengorbankan tubuhnya untuk melindungiku hingga bahunya terluka parah.
Namun, saat aku pulang dengan leher berdarah dan tubuh gemetar karena trauma, ibuku sama sekali tidak peduli.
Ia malah berteriak dan memaksaku pergi menemui pria kencan buta itu untuk meminta maaf karena telah meninggalkannya di restoran.
Di depan umum, pria brengsek itu menertawakan luka sayatan di leherku, menyebutku pembohong murahan, lalu mencengkeram lenganku dengan kasar.
Ibuku yang mengetahui hal ini justru menyalahkanku, mengatakan aku pantas dikasari karena tidak tahu cara mengambil hati pria yang bisa menafkahi.
Aku baru saja lolos dari maut dan masih diburu oleh pembunuh bayaran, tapi keluargaku sendiri dengan kejam membuangku ke neraka demi uang dan reputasi.
Tepat saat aku merasa benar-benar hancur dan putus asa, sosok Kolonel Adiwijaya muncul membelah kerumunan.
Ia mengusir pria itu, menatapku dengan mata abu-abunya yang tajam, dan menyatakan bahwa aku kini berada di bawah perlindungan militernya.
Hari itu juga, aku menandatangani akta nikah bersamanya, membanting kertas sah itu tepat di depan wajah ibuku yang pucat pasi, dan melangkah keluar dari rumah beracun itu untuk selamanya. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"