Cora Belle
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Cora Belle
Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
Romantis Aku mencintai suamiku, Yoga, selama sepuluh tahun, tapi lima tahun pernikahan kami hanya diisi dengan sikap dinginnya.
Lalu aku menemukan kebenaran yang menghancurkan hatiku. Aku hanyalah pengganti untuk menenangkan keluarganya, sementara dia diam-diam membiayai dan mencintai adik angkatnya, Meiliana.
Pernikahan kami yang palsu ini terasa seperti tipuan kejam.
Aku memutuskan untuk mengakhiri sandiwara ini. Dengan cerdik, aku menyodorkan surat cerai yang kusebut sebagai dokumen asuransi mendesak.
Yoga, yang perhatiannya teralihkan oleh rengekan manja Meiliana, menandatanganinya tanpa membaca.
Satu tahun kemudian, aku terlahir kembali. Karierku sukses, dan aku bertunangan dengan Luki, pria yang lembut dan penuh kasih.
Namun, Yoga yang penuh penyesalan tiba-tiba muncul, memohon kesempatan kedua. Bahkan Meiliana datang dan membenarkan cinta Yoga untukku, membuat hatiku goyah.
Terjebak di antara cinta masa lalu yang menyakitkan dan kebahagiaan masa kini, aku harus membuat pilihan. Kali ini, aku memilih diriku sendiri. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.