Citta Jnana
2 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Citta Jnana
Hasrat Sang Guru
Romantis Vidwan Surya adalah seorang praktisi yoga sekaligus dosen Bahasa Sansekerta di sebuah universitas. Oleh klien, kolega, dan mahasiswanya, Vidwan biasa dipanggil Guru Vidwan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan mereka padanya. Vidwan bertemu Grisse Anggara di kampus ketika gadis itu mengambil mata kuliah Bahasa Sansekerta. Grisse Anggara yang tertarik pada bahasa-bahasa kuno yang punah atau hampir punah membuatnya mendaftar program pertukaran mahasiswa dan ia pun diterima. Grisse yang polos, pendiam, dan tidak pandai bergaul tentu saja senang ketika dosennya memberi perhatian padanya. Tidak pernah terlintas dalam benak Grisse bahwa perhatian Vidwan padanya lebih karena lelaki itu sangat berhasrat memilikinya. Hasrat seorang laki-laki dewasa pada perempuan dewasa. Ya, Vidwan begitu menginginkan Grisse menjadi miliknya. Membayangkan Grisse berada dalam kungkungannya saja membuat air liur Vidwan menitik. Hasrat berbalut nafsu Vidwan mendesak minta dipuaskan. Di waktu yang hampir bersamaan, perhatian dan kenyamanan yang diberikan Vidwan berhasil membuat Grisse jatuh hati. Namun, setelah melalui semuanya bersama Vidwan, timbul pertanyaan dalam hati Grisse. Apakah selama ini dia mencintai Vidwan? Atau ia pun merasakan hal yang sama seperti sang guru, yakni hanya sebuah hasrat yang dibalut nafsu. Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!" Gairah Citra dan Kenikmatan
Juliana Seto lalu merebahkan tubuh Anissa, melumat habis puting payudara istrinya yang kian mengeras dan memberikan gigitan-gigitan kecil. Perlahan, jilatannya berangsur turun ke puser, perut hingga ke kelubang kenikmatan Anissa yang berambut super lebat.
Malam itu, disebuah daerah yang terletak dipinggir kota. sepasang suami istri sedang asyik melakukan kebiasaan paginya. Dikala pasangan lain sedang seru-serunya beristirahat dan terbuai mimpi, pasangan ini malah sengaja memotong waktu tidurnya, hanya untuk melampiaskan nafsu birahinya dipagi hari.
Mungkin karena sudah terbiasa, mereka sama sekali tak menghiraukan dinginnya udara malam itu. tujuan mereka hanya satu, ingin saling melampiaskan nafsu birahi mereka secepat mungkin, sebanyak mungkin, dan senikmat mungkin.