Calm Spirit
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Calm Spirit
Roh Istri yang Terikat Abadi
Romantis Aku diculik saat sedang hamil dua bulan, dengan bom waktu terikat erat di perutku.
Dengan gemetar, aku menelepon suamiku, Rizal, untuk meminta pertolongan terakhir.
"Jangan drama, Dian! Bella sedang ketakutan karena mati lampu, aku tidak punya waktu untuk leluconmu!"
Itu kata-kata terakhirnya sebelum ia mematikan telepon demi menemani sahabat wanitanya.
Bom itu meledak. Tubuhku hancur bersama janin kami yang belum sempat melihat dunia.
Sebagai roh, aku menyaksikan Rizal-sang ahli forensik-berdiri dingin di depan meja autopsi.
Ia membedah sisa-sisa tubuhku, menyebutku sebagai "Jane Doe", dan bahkan mencemooh betapa menyedihkannya wanita yang mati ini.
Ia tidak sadar, pisau bedahnya sedang mengiris daging istrinya sendiri.
Hingga asistennya menemukan kancing baju yang dulu ia jahitkan untukku di antara serpihan daging yang hangus.
Detik itu, dunia Rizal runtuh. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.