Alvis Lane
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Alvis Lane
Cinta Palsu Dalam Pernikahan Kontrak
Romantis Cinta tak bersyarat kadang berubah menjadi rantai yang menjebak, terutama ketika dilandasi kontrak tanpa hati.
Aruna Larasati menyerahkan segalanya—impian, masa muda, dan kasih sayang—untuk menyelamatkan keluarganya, berharap cinta bisa mengubah segalanya.
Namun, dunia itu kejam. Gavin Nugraha, pria yang dia "nikahi", hanya melihatnya sebagai bayangan.
Elvira Suprianto, cinta pertama yang kembali, mengambil segala yang dia miliki, bahkan perhatian anak yang dia besarkan dengan sepenuh hati.
Lima tahun di dalam perjanjian yang dingin, di mana setiap pengorbanan diabaikan, setiap harapan hancur.
Sampai pada hari dia memutuskan untuk bebas—tetapi apakah kebebasan itu datang dengan harga yang dia mampu bayar?
Di tengah cinta, pengkhianatan, dan impian yang tercuri, Aruna harus memilih: tetap bertahan dalam bayangan, atau bangkit dan merebut hidupnya kembali. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.