icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Simpanan Tante-Tante

Bab 5 Bahan Pertaruhan

Jumlah Kata:1346    |    Dirilis Pada: 28/05/2022

. Pandangan pemuda itu masih sesekali

h. "Tenang aja, Sayang. Kamu akan kudapatkan dengan

aja. Bermain di belakang dengan Tante Silvi saja sudah membuat Andra kalang

n Tante Silvi, sudah cukup membuat rekening pemuda itu men

yani sebentar Tante Siska tadi, membuat Andra menyerah. Dia

amun, telinganya dapat mendengar suara

Ca!" Itu pekik

, gue udah bilang, kan, yang kalah berhak mengabulkan permi

k tau kalo l

Kenapa aku dibawa-bawa?

elamanya. Ayolah. Andra begitu menggoda. G

engar lagi suara sesia

t." Tante Siska mengaju

baru saja dijadikan bahan pe

Zus Ica pen

aja ama Andra. Gue ik

ni

Ica membuat Andra

buka. Andra kembali memejamkan mata. Dia

a gak boleh ganggu dia." Tante Siska

a membuat dia s

enuhi kamar. Semakin mendekat ke arah ran

ipi Andra. Menjalar terus ke lehe

arga. Mau tidak mau Andra bergelinjang kaget. Dia mengucek mata, Andra pura-

e? Ad

." Zus Ica mengacungkan pergelang

ni? Aku gak nger

ska memberikan sorot mata penuh

ih menata

u, Sayang. Hanya untuk malam ini aja." Zus

celana Andra dengan paksa. Menarik celana jeans

at tubuh Zus Ica. Lekukan indah dengan gunung kembar dibalut bra hitam bere

a kenakan. "Lu mau ikut atau gue sendirian, nih?" Dia

celana dalam pemuda itu. Tak munafik, tubuh polosnya

us Ica mendekatkan sepasang gunung kenyalnya dan meletak

gunung kembarnya sembari menjulurkan lidah yang menggelitik u

ndra mengulurkan tangan pada Tante Siska, memberi sorot mengiba. Melihat Andra di

arkan aja Zus Ica dengan keinginannya. Aku tetap menginginkan tubu

epas seluruh pakaiannya. Andra segera menyambar dada yang mengelantung di sampingnya it

a yang semakin perkasa. Kedua wanita itu mema

r telentang saja. Dia bilang ak

um telinga dan leher pemuda itu. Lidah Tante Siska tanpa segan menjil

it milik wanita itu. Jemari Andra berhasil menemukan secuil daging. Dia memelintir sedikit. Tante Siska mendesah. Dengan d

pemuda itu yang saling bersentuhan. Tubuh Zus Ica bergerak cepat. Matanya terpejam. Mulutnya setengah

tuk kembali mengatur napasnya yang masih memburu. Rudal mi

da, hingga ke perut Andra. Namun saat mendekati

uga, Tante Siska mendorong kasar tubuh Zus I

ngg

n antara kesakitan dan

enggantikan posisi Zus Ica. Namun, Andra seg

aku yang mens

merangkak, membelakangi. Tangan Andra mengu

ra menepu

il masuk. Tanpa jeda Andra menggempurnya. Bahkan ketika kewanitaan Tante Siska b

ntih, memohon supaya Andra berhenti. Tangannya mengga

Napas Andra memburu. Akan dibu

ra. Iya. Ahh ..

Namun, Andra tidak langsung mencabut rudalnya. Dari belakang Andra mengecup leher Tante Siska. Meng

elahnya, Andra genjot lagi. Sebagai pegangan, rambut Tante Si

e Siska. "Gimana? Ini sebagai bukti ba

anpa mereka duga, sepasang tangan men

rjanjian kita

emuda itu kembali telentang. Tan

, Andra tidak ingin kedua wanita itu berte

Terserah apa yang kalian ingin lak

aja pada aksi kedua wanita itu. Semoga hanya unt

an. Hebatnya, Zus Ica sanggup memasukkan seluruh bagian rudal itu sepenuhnya. Dapat An

ar gunung Tante Siska dan meremasnya gemas. Tante Siska l

elah masing-masing mendapat lima ronde dari Andra. Andra sendiri pun letih

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka